Close Klik 2x

Peranan Tiga Sector Formal

Advertisement

Peranan Tiga Sector Formal – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan memahami materi tentang peranan tiga sector formal.

PERANAN TIGA SEKTOR FORMAL

Mari kita cermati penjelasan berikut ini.

A. PENGERTIAN SEKTOR FORMAL
Yang dimaksud sektor formal adalah pelaku perekonomian nasional yang resmi, memiliki izin usaha dari pemerintah, dan juga wajib membayar pajak kepada pemerintah. Sektor usaha formal di Indonesia dipelopori oleh tiga sektor, yaitu BUMN, BUMS, dan koperasi.
Sektor usaha formal ini didirikan atas dasar pasal 33 ayat 2 dan ayat 3 UUD 1945

Jenis-jenis sektor formal:
1. BADAN USAHA MILIK NEGARA (BUMN)
BUMN adalah badan usaha yang seluruh modalnya milik pemerintah.
a. Fungsi BUMN
– Sebagai penyedia barang-barang ekonomi dan jasa yang tidak dilakukan oleh sektor swasta.
– Sebagai alat pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi .
– Sebagai pengelola sumber daya alam untuk masyarakat.
– Sebagai penyedia layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

b. Bentuk-Bentuk BUMN
Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, BUMN terbagi dua, yaitu :
1. Badan usaha perseroan (persero)
Persero adalah badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas yang modalnya berbentuk saham dan paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh pemerintah. Contoh persero adalah PT Pertamina, PT Bank BNI Tbk,
Ciri-Ciri Persero adalah:
– Persero diusulkan oleh menteri kepada presiden
– Berdasarkan Perundang-undangan
– Modalnya adalah saham
– modalnya milik pemerintah

2. Perusahaan Umum (Perum)
Perum adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki oleh negara. Perum mempunyai maksud dalam kegiatan ekonomi diantaranya adalah mengelola usaha yang tujuannya untuk meningkatkan ekonomi dikalangan masyarakat dengan barang-barang yang kualitasnya bagus dengan harga yang rendah. Contoh Perum adalah Perum Damri, Perum Bulog, Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri).
Ciri-Ciri Perum adalah:
– melayani kebutuhan masyarakat
– pemimpin Perum adalah direktur
– Pengelolaan dari modal pemerintah dan modalnya terpisah dari kekayaan negara
– Menambah devisa negara

B. Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
BUMS adalah badan usaha yang modalnya berasal dari pihak swasta.
BUMS dibedakan menjadi:
• Badan usaha swasta dalam negeri
Badan usaha swasta dalam negeri adalah badan usaha yang modalnya dari masyarakat dalam negeri.
• badan usaha swasta asing
badan usaha swasta asing adalah badan usaha yang modalnya dari masyarakat luar negeri.

Tujuan BUMS:
BUMS mempunyai tujuan untuk mencari keuntungan dan meningkatkan kualitas barang dengan harga yang relatif rendah.

Jenis BUMS:
BUMS terdiri dari:
– Badan usaha perorangan
Badan usaha perorangan adalah badan usaha yang dimiliki hanya satu orang saja. Pengelolaan badan usaha ini mudah dan murah. Pengusaha sebagai pemilik bisa bebas mengatur bawahannya.
– Badan Usaha Persekutuan (partnership)
Badan usaha persekutuan adalahh badan usaha yang dimiliki oleh beberapa orang. Karena badan usaha ini didirikan oleh lebih satu orang, maka modalnyapun lebih besar daripada badan usaha perseorangan.
Contoh dari badan usaha ini adalah:
– Firma
Firma adalah badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang dengan nama bersama. Dalam Firma, setiap kebijakan harus mempertimbangkan kepentingan-kepentingan para pemilik.
– Persekutuan Komanditer (CV)
CV adalah badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang yang terbagi dalam sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif adalah orang yang mengelola badan usaha. Dan sekutu pasif adalah orang atau kelompok orang yang tidak mengelola badan usaha, namun menyediakan modal untuk badan usaha tersebut. Kebijakan yang ada, lebih baik daripada dalam firma karena adanya pemisahan tanggung jawab antara sekutu aktif dan sekutu pasif.
– Perseroan Terbatas (PT)
Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang didirikan oleh beberapa orang, dan modalnya terdiri atas saham-saham.

C. KOPERASI
1. Pengertian koperasi
Menurut Undang-undang Nomor 12 tahun 1967 tentang pokok-pokok koperasi, ‘Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat berwatak sosial, beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.
Koperasi harus betul-betul mengabdi kepada kepentingan masyarakat. Koperasi adalah milik bersama.

  1. Ciri – Ciri Koperasi Beberapa ciri dari koperasi ialah:
  2. Bersifat sukarela
  3. Rapat anggota adalah kekuasaan tertinggi dalam koperasi
  4. Semua kegiatannya berdasar pada prinsip swadaya (usaha sendiri), swakerta (buatan sendiri), dan swasembada (kemampuan sendiri).
  5. Cara pembagian keuntungan menurut perbandingan jasa.
  6. Jenis-jenis koperasi
    a. Koperasi menurut jenis usahanya:
  7. Koperasi Simpan Pinjam (KSP),
    KSP adalah koperasi yang menampung tabungan anggota dan melayani pinjaman. Anggota yang menabung ϑȋ̝̊ koperasi akan mendapatkan imbalan jasa dan untuk peminjam dikenakan jasa. Besarnya jasa ditentukan melalui rapat anggota. Dari sinilah, smua kegiatan koperasi dapat dikatakan dari, oleh, dan untuk anggota.
  8. Koperasi Serba Usaha (KSU)
    KSU adalah koperasi yang bidang usahanya beraneka ragam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani kebutuhan sehari-hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel.
  9. Koperasi Konsumsi
    Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan kebutuhan sehari-hari anggota koperasi. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan pangan, pakaian, dan perabot rumah tangga.
  10. Koperasi Produksi
    Koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya mengolah barang dan menjualnya secara bersama-sama. Anggota koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para anggota juga mendapatkan bantuan modal dan cara-cara memasarkan barang

b. Koperasi Berdasarkan Keanggotaannya

1. Koperasi Unit Desa (KUD)
KUD adalah koperasi yang beranggotakan masyarakat ϑȋ̝̊ desa. Koperasi ini melakukan kegiatan usaha ekonomi di pedesaan, terutama untuk bidang pertanian. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan KUD antara lain :
– menyediakan alat-alat pertanian
– menyediakan obat pemberantas hama tanaman
– memberikan penyuluhan tentang teknis-teknis pertanian.

2. Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI)
Koperasi ini anggotanya adalah pegawai negeri. KPRI bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota.

3. Koperasi Sekolah
Koperasi Sekolah anggotanya adalah warga sekolah, yaitu guru, karyawan, dan siswa. Koperasi ini menyediakan kebutuhan sekolah. Keberadaan koperasi sekolah membantu anggota sekolah dalam memenuhi kebutuhannya dalam kegiatan belajar mengajar.

RANGKUMAN

1) Ada 3 sektor formal dalam kegiatan perekonomian yaitu BUMN, BUMS dan Koperasi.
2) Pemerintah mendirikan BUMN untuk menjalankan perannya sebagai pelaku ekonomi.
3) Setiap sektor memiliki peranan dalam memajukan kegiatan perekonomian.

Peranan Tiga Sector Formal | lookadmin | 4.5