Peran Larutan Penyangga dalam Tubuh

Peran Larutan Penyangga dalam Tubuh – Pada topik sebelumnya kalian sudah mempelajari mengenai larutan penyangga. Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari mengenai peranan larutan penyangga dalam tubuh. Larutan penyangga ada di dalam tubuh? Mungkin itulah pertanyaak kita. Ternyata darah merupakan larutan buffer alami di dalam tubuh manusia. Mari ingat kembali mengenai larutan penyangga.

1. Larutan Penyangga

Larutan penyangga merupakan larutan yang mampu mempertahankan pH sistem pada keadaan awal secara konstan apabila terjadi penambahan sedikit asam, basa dan pengenceran.

Larutan penyangga dibedakan menjadi 2, yaitu :
Larutan Penyangga Bersifat Asam
Larutan penyangga bersifat asam merupakan larutan penyangga yang tersusn atas asam lemah dan basa konjugatnya (garam). Contoh larutan penyangga bersifat asam diantaranya : CH3COOH (asam lemah) dan CH3COO- (basa konjugat)

Larutan Penyangga Bersifat Basa
Larutan penyangga bersifat basa merupakan larutan penyangga yang tersusun atas basa lemah dan asam konjugatnya (garam). Contoh larutan penyangga bersifat basa diantaranya : NH3 (basa lemah) dan NH4+ (asam konjugat)

Gimana sudah ingat kembali, kalau sudah ingat kembali, mari kita lanjutkan pada materi tentang peranan larutan penyangga dalam tubuh.

2. Peranan Larutan Penyangga Dalam Tubuh

Larutan penyangga memiliki banyak peranan dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam tubuh manusia. Adapun peran larutan penyangga dalam tubuh diantaranya sebagai berikut.
a. Sistem Penyangga Karbonat dalam Darah
Darah memiliki pH yang relatif tetap disekitar 7,4. Hal tersebut dikarenakan adanya sistem penyangga karbonat dalam darah yaitu H2CO3/HCO3-. Larutan penyangga karbonat tersebut berperan dalam menjaga kestabilan pH dalam darah karena banyak zat yang masuk ke darah baik yang bersifat asam maupun bersifat basa.

b. Sistem Penyangga Fosfat dalam Cairan Sel
Sistem penyangga fosfat (H2PO4-/ HPO42-) merupakan sistem penyangga yang bekerja menjaga pH cairan intra sel. Jika ada zat yang bersifat asam, maka akan segera bereaksi dengan HPO42-. Jika ada zat yang bersifat basa, maka akan segera bereaksi dengan H2PO4-.

c. Haemoglobin (Hb)
Haemoglobin berfungsi mengontrol pH darah pada kisaran 7,35-7,45. Reaksi yang dapat terjadi sehingga Hb ini dapat menjadi sistem penyangga adalah sebagai berikut.

HHb+merupakan asam haemoglobin dan HbO2-merupakan oksihaemoglobin

d. Sistem Penyangga Protein
Protein mengandung gugus yang bersifat asam dan gugus yang bersifat basa. Oleh karena itu, protein dapat bertindak sebagai sistem penyangga dalam tubuh. Adanya kelebihan ion H+ akan diikat oleh gugus yang bersifat basa dan kelebihan ion OH- akan diikat oleh gugus yang bersifat asam sehingga pH dalam tubuh akan relatif tetap.

Contoh soal
Basa konjugat dari H2PO4- yang berperan dalam mempertahankan pH cairan sel adalah….

Penyelesaian
H2PO4-merupakan asam lemah dan basa konjugatnya adalah senyawa yang memiliki jumlah satu buah H lebih sedikit dari asam lemahnya, HPO42-merupakan basa konjugat dari H2PO4-.

Itulah artikel Peran Larutan Penyangga dalam Tubuh. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda, baca juga artikel terkait lainnya.

Peran Larutan Penyangga dalam Tubuh | lookadmin | 4.5