Peradaban Lembah Sungai Indus

Peradaban Lembah Sungai Indus –  Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan dapat memahami tentang peradaban India Kuno yang berpusat di Lembah Sungai Indus.

PERADABAN LEMBAH SUNGAI INDUS

Sebagai pusat kebudayaan India Kuno, Lembah Sungai Indus memiliki beberapa peninggalan kebudayaan yang diolah dengan teknologi cukup baik. Apakah peninggalan peradaban Lembah Sungai Indus ? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak bahasan berikut.

Peradaban Lembah Sungai Indus adalah bagian dari peradaban India Kuno. Di masa sekarang, Lembah Sungai Indus berada di Pakistan, sebelah barat daya India. Diteliti pertama kali oleh arkeolog Inggris, Sir John Marshall. Hasil penelitiannya yang paling menonjol adalah peninggalan reruntuhan dua kota yang diyakini sebagai pusat peradaban India Kuno (Indus), yakni Mohenjodarro dan Harappa.

Kedua kota kuno tersebut diperkirakan berdiri pada 3000 SM dan mengalami keruntuhan di 1600 SM. Dari peninggalan yang ditemukan, para peneliti dapat menyimpulkan perawakan penduduk masa dulu. Diyakini juga bahwa kehidupan mereka di masa itu telah mendapat sentuhan kebudayaan yang tinggi. Kedua kota dibangun dengan sistem tata kota yang baik dan dengan perencanaan fungsi dari masing-masing bangunan yang didirikan.

Berikut penjelasan mengenai berbagai aspek kehidupan pada masa Peradaban Lembah Sungai Indus :

1) Pemerintahan
Pemerintahan di Mohenjodarro dan Harappa diatur oleh seorang kepala suku sebelum mengalami perkembangan menjadi sebuah pemerintahan desa. Pemerintahan desa kemudian berkembang menjadi pemerintahan kota, seperti di daerah Mesopotamia. Ditemukan banyak tembok menyerupai benteng sebagai pusat pertahanan di beberapa daerah, yang diyakini sebagai petunjuk telah adanya otonomi untuk masing-masing kota.

2) Sistem kepercayaan
Masyarakat Mohenjodarro dan Harappa menyembah banyak dewa atau politheisme. Dewa utama yang mereka sembah disebut dengan Dewi Ibu, yang adalah lambang Dewi Kesuburan. Dengan ditemukannya patung Dewi Ibu di reruntuhan kota tersebut, maka diyakini corak agraris kehidupan masyarakat di Indus juga menjadi alasan penyembahan terhadap Dewi Kesuburan.
Masyarakat juga memberikan perlakuan khusus pada beberapa hewan dalam mitologi kuno mereka, antara lain ular, sapi, gajah dan harimau.

3) Ekonomi
Masyarakat Sungai Indus adalah masyarakat agraris. Sebagian besar aktivitas perekonomian mereka adalah bercocok tanam, dengan sedikit aktivitas di bidang perdagangan. Kontak dagang yang terbilang rutin dilakukan adalah ke daerah Sumeria. Perjalanan yang dilakukan ke sana umum dilakukan dengan perahu atau pun memakai kuda dan unta.

4) Teknologi
Dari hasil kebudayaan yang peninggalan Mohenjodarro dan Harappa ditemukan adanya tingkat kesenian yang tinggi dengan memanfaatkan teknologi pada masa itu. Terracota atau kereta kecil dari tanah liat adalah salah satu contoh bahwa mereka menggunakan teknologi yang baik untuk membentuk ornamen. Beberapa material tanah liat yang ditemukan juga diukir dengan bentuk beraneka ragam, menggunakan teknik yang bisa dibilang cukup halus.

5) Kebudayaan
Beberapa hasil kebudayaan yang ditemukan dalam penelitian yang dilakukan antara lain :
• Material dari tanah liat bermotifkan gambar perempuan dan hewan-hewan.
• Kereta kecil dari tanah liat (terracota).
• Kalung dan senjata dari logam dan emas.
• Benda tanah liat dengan huruf piktogram.
• Pemusatan pemukiman untuk perumahan dan fasilitas umum
• Kolam pemandian besar

6) Aksara
Masyarakat Mohenjodarro dan Harappa telah mengenal sistem aksaranya sendiri. Aksara tersebut didokumentasikan melalui media tanah liat dan dikenal dengan nama piktogram. Sayangnya, hingga saat ini, belum ditemukan pemahaman yang baik dari aksara ini.

RANGKUMAN

1) Kebudayaan India Kuno berpusat di Lembah Sungai Indus dengan dua kota utama, Mohenjodarro dan Harappa.
2) Dengan adanya sistem tata kota, pengairan yang baik dan ornamen-ornamen tanah liat yang dibentuk halus, maka disimpulkan bahwa teknologi pada masa ini sudah terbilang baik.

Peradaban Lembah Sungai Indus | lookadmin | 4.5