Penyebab, Dampak, dan Upaya Menanggulangi Banjir

Advertisement

Penyebab, Dampak, dan Upaya Menanggulangi Banjir – Banjir acap datang tak diduga sehingga menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat. Apakah penyebab banjir? Bagaimanakah dampak dan upaya penanggulangannya? Mari cermati materi pelajaran kali ini.

      Banjir adalah peristiwa tergenangnya daratan (yang biasanya kering) oleh air dari sumber-sumber air di sekitar daratan. Sumber-sumber air tersebut, antara lain, sungai, danau, dan laut. Genangan yang ditimbulkan oleh sumber-sumber air tersebut sifatnya tidak permanen.

Banjir terjadi karena sumber-sumber air tersebut tidak mampu lagi menampung banyaknya air, baik air hujan, salju mencair, maupun air pasang sehingga air meluap melampaui batas-batas sumber air. Air yang meluap tersebut juga tidak mampu diserap oleh daratan di sekitarnya sehingga daratan pun menjadi tergenang. Hujan yang sangat deras dan dalam waktu lama merupakan penyebab terjadinya banjir yang paling umum terjadi di seluruh dunia.

Hujan yang sangat deras di daerah hulu sungai dapat menyebabkan banjir bandang. Banjir bandang adalah banjir besar yang datang secara tiba-tiba dan mengalir deras sehingga menghanyutkan benda-benda besar, misalnya batu dan kayu.

Ada tiga jenis banjir yang umum terjadi, yakni :
1) Banjir Sungai
Banjir ini umumnya terjadi secara berkala. Meluapnya sungai dapat terjadi karena hujan lebat maupun mencairnya es atau salju di daerah hulu. Di Indonesia, banjir sungai terjadi pada saat musim hujan.
2) Banjir Danau
Air danau dapat meluap ke daratan di sekitarnya, antara lain, karena badai atau angin yang sangat besar. Setelah badai berhenti, air danau masih dapat bergerak secara mendadak ke satu arah, kemudian ke arah yang lain. Banjir danau juga dapat terjadi karena jebolnya tanggul atau bendungan jebol.
3) Banjir Pasang
Banjir pasang dapat terjadi, antara lain, karena angin topan, letusan gunung berapi, dan gempa bumi. Gelombang pasang akibat gempa bumi dikenal dengan istilah tsunami. Contoh terjadinya banjir pasang adalah sebagai berikut :
• Siklon dan gelombang pasang di Teluk Benggala pada tahun 1970 menewaskan 266.000 warga Bangladesh.
• Letusan gunung berapi Krakatau pada tahun 1883 menimbulkan gelombang pasang setinggi 12 meter di atas permukaan laut normal.

Hujan, salju yang mencair, dan air pasang merupakan penyebab terjadinya banjir. Namun, terdapat faktor-faktor lain yang juga berperan sehingga terjadi banjir, antara lain :
a) Penebangan hutan di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) bagian hulu sehingga tidak tersedia lagi tutupan lahan yang dapat menahan aliran air.
b) Perubahan (alih) penggunaan air lahan d isekitar DAS secara sembarangan.
c) Tertutupnya aliran sungai, baik oleh sampah maupun sedimentasi.
d) Pembuatan saluran air atau sistem pembuangan air yang tidak efektif.

Banjir merupakan bencana alam yang selalu merugikan kehidupan. Namun, banjir juga dapat menguntungkan bagi lingkungan. Berikut diuraikan lebih lanjut :
1) Dampak positif banjir, yaitu menyuburkan tanah di daerah sepanjang aliran karena banjir mengangkut tanah yang subur dari hulu.
2) Dampak negatif banjir, yakni :
• Menghanyutkan tanaman dan lapisan humus tanah.
• Menggenangi daerah pertanian.
• Memutus hubungan transportasi sehingga daerah terlanda banjir menjadi terisolasi.
• Persediaan air bersih menjadi tercemar atau berkurang.
• Aliran dan genangan banjir dapat menyebarkan penyakit.

Manusia dapat melakukan upaya-upaya tertentu untuk mengurangi risiko yang diakibatkan oleh banjir, di antaranya :
a. Tidak melakukan menebangan hutan di DAS bagian hulu.
b. Melakukan reboisasi di DAS bagian hulu.
c. Melakukan pembuatan saluran air atau sistem pembuangan air yang efektif.
d. Melakukan pengerukan sedimen di daerah hilir.
e. Tidak membuang sampah di saluran-saluran air.

Advertisement
Penyebab, Dampak, dan Upaya Menanggulangi Banjir | lookadmin | 4.5