Close Klik 2x

Penokohan dan Sudut Pandang dalam Cerpen

Advertisement

Penokohan dan Sudut Pandang dalam Cerpen – Siswa memahami penokohan dan sudut pandang dalam cerpen.

(Rubrik Cerpen dalam salah satu koran nasional. Sumber: pribadi)
Saat membaca cerpen, pernahkah kamu:

• menyukai tokoh dalam cerpen sampai mengidolakannya?
• membenci tokoh seolah-olah tokoh dalam cerpen tersebut hidup?
• merasa jadi bagian dari peristiwa dalam cerpen tersebut?

Jika semua jawabannya adalah “tidak”, coba kamu baca kembali sebuah cerpen secara lebih cermat. Jika semua jawabannya adalah “iya”, kamu sudah bisa membaca cerpen dengan penuh penghayatan!

Tahukah kamu bahwa penghayatan itu timbul karena didukung oleh penokohan dan sudut pandang yang baik dalam cerpen. Bagaimana penokohan dan sudut pandang yang baik itu? Untuk memahaminya, bacalah dengan saksama materi berikut ini.

Penokohan

Tokoh adalah pelaku cerita dalam cerpen, sedangkan penokohan adalah penggambaran watak tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerpen. Berdasarkan perannya dalam cerita, tokoh terdiri atas tokoh utama dan tokoh pembantu. Tokoh utama adalah tokoh yang mendominasi seluruh cerita. Perannya selalu hadir dari awal hingga akhir, bahkan menentukan keseluruhan isi cerita. Adapun tokoh pembantu adalah tokoh yang diceritakan secara sekilas dan melengkapi cerita yang dibangun oleh tokoh utama.

Selain itu, berdasarkan posisinya dalam cerita, tokoh terbagi menjadi dua, yaitu protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis adalah tokoh yang memegang kendali cerita dalam cerpen. Tokoh protagonis biasanya menimbulkan simpati bahkan empati terhadap pembaca karena konflik yang dialaminya dalam cerita. Dengan perkataan lain, tokoh protagonis adalah pelaku peristiwa utama dalam cerita. Itulah sebabnya tokoh protagonis biasanya memiliki watak yang baik.

Sebaliknya, tokoh antagonis adalah tokoh yang melawan tokoh protagonis. Tokoh antagonis merupakan penyebab munculnya konflik yang dialami oleh tokoh protagonis. Tokoh antagonis biasanya memiliki watak yang buruk.

Tokoh memegang peranan penting dalam sebuah cerpen. Tokoh adalah pelaku seluruh peristiwa dalam cerpen. Di dalam sebuah cerpen, paling tidak ada satu tokoh yang terlibat. Sebagai pelaku cerita, tokoh tentu memiliki watak-watak tertentu yang berhubungan dengan cara tokoh tersebut menghadapi seluruh peristiwa yang dialaminya. Penggambaran watak itulah yang disebut dengan penokohan. Misalnya, tokoh yang berwatak baik, dermawan, penyabar, tulus, jahat, pelit, pendendam, dan lain-lain.

Perhatikan cuplikan cerpen berikut ini.

Pada cuplikan cerpen di atas, dapat dilihat bahwa tokoh yang terlibat di dalamnya adalah Andika dan Yadin. Tokoh utama cerpen tersebut adalah Andika, sedangkan tokoh pendukungnya adalah Yadin. Berdasarkan posisinya, Andika adalah tokoh protagonis karena dia merupakan pusat cerita dan berwatak baik. Adapun Yadin merupakan tokoh antagonis karena posisinya sebagai penyebab konfliknya. Watak tokoh Andika adalah tidak pandai bergaul dan penyabar, sedangkan watak tokoh Yadin adalah penggangu dan nakal.

Sudut Pandang (Point of View)

Selain adanya pelaku cerita yang disebut dengan tokoh, dalam cerpen juga terdapat pencerita (narator). Pencerita berfungsi menceritakan rangkaian peristiwa dalam cerpen. Pencerita bisa merupakan tokoh dalam cerpen tersebut atau “tokoh lain” di luar cerpen yang seolah-olah mewakili pengarang cerpen untuk menceritakan cerpennya. Cara pencerita menceritakan peristiwa dalam cerpen disebut dengan sudut pandang.

Secara garis besar, sudut pandang dibedakan menjadi dua persona, yaitu sudut pandang orang pertama (persona “aku”) dan sudut pandang orang ketiga (persona “dia). Sudut pandang orang ketiga terdiri atas “dia” terbatas dan “dia” mahatahu. Sebenarnya, ada pula sudut pandang campuran, yaitu sudut pandang yang menggabungkan persona “dia” dan “aku”. Hanya saja, sudut pandang tersebut jarang digunakan. Untuk memahami perbedaannya, berikut penjelasannya.

A. Sudut pandang orang pertama (aku), yaitu sudut pandang yang menggunakan persona aku dalam cerita. Jadi, cerpen yang menggunakan sudut pandang ini diceritakan oleh tokoh “aku”. Tokoh “aku” memegang peranan penting karena jalan cerita ditentukan olehnya. Sebagai contoh, lihat cuplikan cerpen berikut.

Setelah terdengar bunyi dentuman, aku segera bersembunyi di balik ranjang. Meskipun panik, aku berusaha menguasai diri. Di luar jendela sudah terdengar suara-suara yang kacau, antara teriakan, tangisan, kemarahan, kutukan, semua lebur menjadi satu. Aku tak tahu harus menempatkan posisi diriku di mana. Yang aku tahu, Mas Din tak berada di sampingku saat teror itu mulai bertubi-tubi dilancarkan.

(Teror, oleh: Reza Sukma Nugraha)

B. Sudut pandang orang ketiga terbatas (dia terbatas), yaitu cerita yang seolah-olah diceritakan langsung oleh pengarang melalui seorang tokoh dalam cerpen. Dengan sudut pandang ini, pengarang seolah-olah tidak mengetahui peristiwa lain di luar peristiwa yang dialami oleh pencerita. Sebagai contoh, lihat cuplikan berikut:

Yusril mengenal Nurani sebagai perempuan tangguh. Dia selalu melihat gadis yatim piatu itu tak pernah kenal lelah menghidupi dirinya dan kedua adiknya. Selepas shubuh, Yusril sudah menyaksikan Nurani membawa banyak dagangan untuk dijajakan di warung kecil miliknya. Tapi sekitar pukul tujuh, Nurani tampak sibuk menyiapkan sarapan, bahkan mengantar adiknya yang masih kecil ke sekolah.

Tapi, entah apa yang terjadi dengan Nurani. Sudah dua hari, batang hidungnya tak kelihatan. Sepulang berjamaah subuh di masjid, Yusril ingin sekali menengok ke rumah Nurani. Tapi, apa daya, dia khawatir timbul fitnah di mata orang-orang.

(Kehilangan Nurani, oleh: Reza Sukma Nugraha)

C. Sudut pandang orang ketiga mahatahu (diaan maha tahu), yaitu cerita yang diceritakan langsung oleh pengarang. Pengarang menempatkan dirinya sebagai pencerita yang tahu semua peristiwa yang dialami oleh tokoh-tokohnya. Sebagai contoh, lihat cuplikan cerpen berikut ini.

Pagi-pagi buta, Diana sudah membuka laptopnya. Tidak lupa, dia mencolokkan modem agar segera laptopnya terkoneksi dengan internet. Meski sangat ngantuk, dia rela menyisihkan waktu tidurnya untuk bisa ngobrol dengan Amira, saudara kembarnya yang memilih untuk melanjutkan studi di Amerika Serikat sejak satu bulan lalu.

Di seberang sana, Amira tampak semangat menunggu Diana. Dia sangat rindu saudara kembar identiknya itu. Meski selama di Indonesia, tiada hari tanpa bertengkar, tapi kini mereka selalu diliputi rindu setiap waktu. Apalagi Amira hidup sendiri jauh dari keluarga. Maka, Diana adalah satu-satunya orang yang selalu menghibur kesedihannya.

(Amira dan Diana, oleh: Reza Sukma Nugraha)

Poin Penting

  1. Tokoh adalah pelaku cerita dalam cerpen, sedangkan penokohan adalah penggambaran watak tokoh dalam cerpen.
  2. Berdasarkan perannya, ada tokoh utama dan pendukung. Adapun berdasarkan posisinya, ada tokoh protagonis dan antagonis.
  3. Sudut pandang adalah cara pencerita menceritakan peristiwa dalam cerpen.
  4. Sudut pandang terdiri atas sudut pandang orang pertama (akuan), sudut pandang orang ketiga terbatas (diaan terbatas), dan sudut pandang orang ketiga mahatahu (diaan mahatahu).
Penokohan dan Sudut Pandang dalam Cerpen | lookadmin | 4.5