Close Klik 2x

Pengukuran dalam Satuan Tak Baku

Advertisement

Pengukuran dalam Satuan Tak Baku – Pada topik sebelumnya kalian telah belajar tentang satuan baku. Pada topik ini kalian akan belajar tentang satuan tidak baku. Mengapa satuan-satuan tersebut dikategorikan sebagai satuan tidak baku? Jika kalian ingin tahu lebih jelas, simak ulasan berikut.

Pernahkah kalian membantu orang tua untuk memindahkan perabot rumah seperti meja atau lemari? Sebelum memindahkan perabot tersebut ke tempat lain, kalian pasti memastikan kesesuaian ukuran antara perabot yang dipindahkan dengan tempat yang akan diisi oleh perabot tersebut. Agar mendapat ukuran yang tepat, sebagian orang masih menggunakan jengkal tangan ataupun depa, meskipun jengkal tangan dan depa setiap orang berbeda-beda. Jengkal tangan dan depa termasuk dalam satuan tak baku. Dari ilustrasi di atas, apakah kalian dapat mendefinisikan tentang satuan tak baku? Satuan tidak baku tidak dapat digunakan untuk menyatakan hasil pengukuran suatu benda atau instrumen secara tepat. Oleh karena itu satuan tidak baku tidak dapat ditetapkan dan digunakan secara universal dan ilmiah.

Pada zaman dahulu orang-orang menggunakan bagian tubuh mereka untuk mengukur besaran panjang sehingga akan menghasilkan pengukuran yang berbeda untuk setiap orang karena perbedaan ukuran anggota tubuh mereka. Setiap daerah memiliki standar satuan yang berbeda-beda. Misalnya saja di Jawa, masyarakat Jawa terbiasa menggunakan satuan panjang berupa jengkal, kilan, depa, tombak, dan lain sebagainya. Hal ini akan memberikan hasil pengukuran yang berbeda untuk setiap orang karena jengkal, kilan, dan depa setiap orang berbeda. Demikian halnya ketika dilakukan pengukuran menggunakan tumbak. Di daerah Jawa Barat, masyarakat menggunakan tumbak untuk menghitung luas tanah. Apa kalian tahu berapa nilai satu tumbak itu? Satu tumbak setara dengan 14 meter persegi. Beberapa daerah juga menggunakan gayung, cangkir, atau batu dalam mengukur massa suatu benda.

Pada zaman dahulu, orang menggunakan ketukan atau hitungan untuk mengukur waktu. Seperti kalian ketahui, pengukuran waktu menggunakan ketukan dan hitungan akan menghasilkan pengukuran yang berbeda karena perbedaan tempo. Selain itu, terdapat pula jam pasir, dimana pasir diletakkan dalam sebuah tabung yang menggelembung pada kedua ujungnya. Pasir yang terletak di ujung atas akan mengalir menuju celah sempit menuju bagian bawah. Ada pula jam tetes air (clepsydras) yang dimanfaatkan bangsa Arab pada abad ke 14 SM. Prinsip kerja jam air, yaitu air mengalir dari satu tempat melalui sebuah celah. Nah, lama waktu yang digunakan agar untuk mengalir ini digunakan sebagai patokan pengukuran waktu.

Namun sekarang ini, bangsa-bangsa lain telah menggunakan satuan yang dapat diukur secara tepat. Negara Amerika misalnya, untuk mengukur panjang, mereka lebih sering menggunakan satuan feet atau inchi dan untuk satuan massa mereka menggunakan satuan pon. Satuan-satuan tersebut dapat diukur dengan pasti, tetapi tidak termasuk dalam satuan Internasional, seperti Amerika (customary units) dan juga Inggris (imperial units). Berikut merupakan konversi satuan yang sering digunakan namun tidak termasuk dalam Satuan Internasional.

Contoh Soal

Benda bermassa 5 pon diberikan tekanan pada salah satu sisinya. Bila luas permukaan sisi yang dikenai tekanan tersebut sebesar 2 m2, berapakah besar tekanan yang diberikan?
Penyelesaian
Diketahui:
m = 5 pon
A = 2 m2
Ditanyakan: P?
Jawab:

m=5pon=2,268kg 

P=FA 

P=mgA 

P=(2,268)(10)2 

P=11,34N/m2 

Jadi, tekanan yang diberikan adalah 11,34 N/m2.

 

Pengukuran dalam Satuan Tak Baku | lookadmin | 4.5