Pengindraan, Imajinasi, dan Pikiran Puisi

Advertisement

Pengindraan, Imajinasi, dan Pikiran Puisi – Citraan puisi sering juga disebut imaji puisi atau penginderaan puisi. Citraan puisi inilah yang dapat memberikan gambaran kepada pembaca. Pembaca secara tidak langsung diajak terlibat dalam proses kreatif penulisan puisi oleh pujangga. Pembaca dapat membayangkan dan memikirkan keadaan puisi lewat kata-kata dalm puisi.
Citraan puisi akan memberikan gambaran angan yang jelas dan membuat puisi lebih hidup. Gambaran-gambaran dalam sajak disebut citraan (imagery).

Jenis-jenis pencitraan

Gambaran angan dihasilkan oleh indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan dan penciuman, serta pemikiran dan gerakan.

1. Citra penglihatan/visual
Citraan ini ditimbulkan oleh indera penglihatan (mata) atau apa yang dapat kita lihat. Melalui indera penglihatan, pembaca seolah-olah bisa merasakan dan membayangkan apa apa yang ditulis oleh pujangga.

Contoh:
Sajak Matahari
…..
Satu juta lelaki gundul
Keluar dar hutan belantara
Tubuh mereka berbalut lumpur
Dan kepala mereka berkilatan
Memantulkan cahaya matahari
….
(W.S Rendra)

2. Citraan pendengaran/ auditif
Citraan ini ditimbulkan oleh indera pendengaran (telinga) atau apa yang dapat kita dengar.
Contoh
Lonceng Tinju
Setiap lonceng berklenangan (indera pendengaran)
Dan tinju mulai berlayangan
Meremuk kapala lawan
Terkilas dalam ingtan
Nenekku dulu berkata (indera pendengaran)
”jangan kamu mengadu ayam”
Dan bila aku menuntut ilmu
Di kedokteran hewan
Guruku menasihatkan (indera pendengaran)
”jangan kamu mengadu hewan”
(dari Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia hlm.127)

3. Citra perabaan
Citraan ini ditimbulkan oleh indra perabaan yaitu kulit. Puisi di bawah ini dominan menggunakan citraan perabaan.
Hampa, kepada Sri
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak kuasa melapas renggut
Sega menanti. Menanti. Menanti
….
(Chairil Anwar)

4. Citraan penciuman
Citraan ini ditimbulkan oleh indra penciuman yaitu hidung.
Tanah kelahiran
Harum madu
Di mawar merah,
Mentari di tengah-tengah
(Ramadhan K.H)

5. Citraan pencecapan
Citraan pencecapan di rasakan oleh lidah.
Pembicaraan
Hari mekar dan bercahaya:
Yang ada hanya sorga. Neraka
Adalah rasa pahit di mulut
Waktu bangun pagi
(Dian Sastro Wardoyo)

6. Citraan gerak
Citraan gerak menggambarkan hal yang bergerak. Citraan gerak ini membuat puisi lebih dinamis dan hidup.
Akulah si telaga
Berlayarlah di atasnya
Berlayalah menyibakkan riak-riak kecil yang mneggerakkan bung-bunga padma
Berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya
Sesampai di seberang sana tinggalkan begitu saja
Perahumu biar aku yang menjaganya.
(Sapardi Djoko Damono)

Advertisement
Pengindraan, Imajinasi, dan Pikiran Puisi | lookadmin | 4.5