Close Klik 2x

Pengertian, Unsur, dan Arti Penting Lingkungan Hidup

Advertisement

Pengertian, Unsur, dan Arti Penting Lingkungan Hidup – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai pengertian, unsur, dan arti penting lingkungan hidup.

PENGERTIAN, UNSUR, DAN ARTI PENTING LINGKUNGAN HIDUP

Keberadaan manusia selamanya takkan bisa dipisahkan dari lingkungan hidup. Apakah yang dimaksud dengan lingkungan hidup? Apakah unsur lingkungan hidup? Bagaimanakah arti penting lingkungan hidup? Mari simak bahasan berikut.

A. PENGERTIAN DAN UNSUR LINGKUNGAN HIDUP

Menurut UU No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, pengertian lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup. Lingkungan hidup terdiri atas unsur fisik (abiotik), unsur hayati (biotik), dan unsur budaya manusia. Berikut penjelasannya:

1. Unsur fisik (abiotik) meliputi tanah, air, udara, kelembaban, sinar matahari, dan senyawa kimia. Unsur ini berfungsi sebagai media berlangsungnya kehidupan.

2. Unsur hayati (biotik) meliputi manusia, hewan, tumbuhan, dan jasad renik. Unsur hayati ini saling berhubungan dan membentuk jalinan, mulai dari yang sederhana hingga yang sangat rumit.

3. Unsur budaya manusia meliputi sistem nilai, gagasan, dan keyakinan yang dimiliki manusia untuk menentukan perilakunya sebagai makhluk sosial (masyarakat). Unsur budaya dalam lingkungan hidup merupakan faktor penentu keseimbangan tatanan lingkungan yang membuat manusia sebagai pemegang kendali.
Jika berbicara tentang lingkungan hidup, kita tidak dapat memisahkannya dengan ekosistem. Ekosistem adalah kesatuan lingkungan hidup yang tercipta karena adanya interaksi antara unsur biotik dan unsur abiotiknya.

B. ARTI PENTING LINGKUNGAN HIDUP

Arti penting lingkungan hidup dapat dibedakan atas:

a) Lingkungan sebagai tempat tinggal (habitat)
Lingkungan nyaman dan aman merupakan tempat tinggal yang diperlukan oleh makhluk hidup. Tingkatan kelompok makhluk hidup yang hidup pada suatu wilayah dimulai dari individu, populasi, komunitas, dan ekosistem. Tingkatan kelompok makhluk hidup dapat dilihat di bawah ini:

• Individu, yaitu organisme tunggal. Misalnya, seorang manusia, seekor burung, atau sebatang pohon jambu.

• Populasi, yaitu kelompok individu sejenis yang hidup dan berkembang biak di suatu daerah pada waktu tertentu. Misalnya, populasi manusia, populasi badak, populasi burung, atau populasi gajah.

• Komunitas, yaitu kumpulan dari berbagai jenis populasi yang menempati daerah atau kawasan tertentu yang saling mempengaruhi dan saling berinteraksi. Misalnya, populasi manusia, populasi kerbau, populasi burung, atau populasi kambing yang hidup pada satu daerah dan membentuk komunitas.

• Ekosistem, merupakan tatanan kesatuan secara menyeluruh antara seluruh unsur lingkungan yang mencakup unsur hayati dan unsur nonhayati. Misalnya, ekosistem laut, ekosistem sungai, ekosistem sawah, atau ekosistem padang rumput.

b) Lingkungan sebagai tempat mencari makan
Lingkungan memiliki mekanisme bagi makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Makhluk hidup saling berinteraksi membentuk piramida makanan. Jika salah satu rantai dalam piramida makanan terputus, akan terjadi kelaparan dan kematian hewan yang lainnya. Sebagai contoh, jika rumput mati, hewan-hewan seperti kambing, kerbau, dan sapi akan ikut mati. Selanjutnya, harimau pun ikut mati. Dengan demikian, punahnya salah satu spesies dapat memicu kepunahan spesies lainnya yang memangsa spesies tersebut.

Agar arti penting lingkungan dapat terpelihara, maka diperkenalkan konsep ‘masyarakat berkelanjutan’, yakni masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhannya tanpa mengurangi peluang generasi mendatang. Munculnya perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan manusia sebenarnya telah dimulai sejak Robert Malthus menerbitkan An Essay on the Principle of Population pada tahun 1798.

Isi buku tersebut mengkhawatirkan ketersedian sumber daya alam yang tak akan mampu memenuhi ledakan penduduk sedemikian pesat. Lebih dari seratus tahun kemudian, perhatian terhadap keberlanjutan kehidupan ini semakin besar setelah Donella Meadows dan kawan-kawan pada tahun 1972 menerbitkan buku yang berjudulThe Limit to Growth. Dalam buku tersebut, Meadows dan kawan-kawan membuat sebuah model proyeksi untuk mengukur pertumbuhan penduduk dan kemampuan sumber daya alam. Mereka memperkirakan bahwa pada pertengahan hingga akhir abad ke-21, sistem global tak akan mampu menanggulangi pertumbuhan penduduk.

Selanjutnya, dokumen Caring for the Earth: A Guide to Sustainable Living (Peduli Bumi: Sebuah Panduan untuk Hidup Berkelanjutan) dirumuskan bersama pada tahun 1991 oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), World Wide Fund for Nature, World Wildlife Fund(WWF) dan Program Lingkungan Hidup dari PBB atau United Nations Environment Programme(UNEP). Isi pokoknya membahas mengenai kehidupan berkelanjutan.

Dokumen Caring for the Earth: A Guide to Sustainable Living (Peduli Bumi: Sebuah Panduan untuk Hidup Berkelanjutan) menyatakan bahwa hidup berkelanjutan bergantung pada penerimaan tugas untuk mencari kesinambungan antara manusia dan alam. Aturan utamanya adalah bahwa manusia harus berbagi dengan manusia lain secara hati-hati dan menjaga bumi. Manusia harus mengambil dari alam tidak lebih dari jumlah yang dapat diperbaharui oleh alam. Hal ini, pada gilirannya, berarti mengadopsi gagasan hidup dan pembangunan yang menghormati alam dan ada di dalam batas-batas kemampuan alam.

RANGKUMAN

1) Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup.
2) Lingkungan hidup terdiri atas unsur fisik (abiotik), unsur hayati (biotik), dan unsur budaya manusia.
3) Arti penting lingkungan hidup dapat dibedakan atas lingkungan sebagai tempat tinggal dan lingkungan sebagai tempat mencari makan.

Pengertian, Unsur, dan Arti Penting Lingkungan Hidup | lookadmin | 4.5