Close Klik 2x

Pengertian Sedimentasi

Advertisement

Pengertian Sedimentasi – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai sedimentasi.

SEDIMENTASI

Sebagai suatu proses, sedimentasi dapat memberi manfaat atau pun merugikan. Apakah yang dimaksud dengan sedimentasi? Bagaimanakah ciri bentang yang dibentuknya? Mari simak bahasan berikut.

Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin, atau pun gletser ke suatu wilayah serta kemudian diendapkan. Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan perlahan akan menjadi batuan sedimen. Hasil proses sedimentasi di suatu tempat dengan tempat lain akan berbeda.

Berikut adalah ciri bentang lahan akibat proses pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya.

1) Pengendapan oleh air sungai
Batuan hasil pengendapan oleh air sungai disebut ‘sedimen akuatis’. Adapun bentang alam hasil pengendapan oleh air sungai, antara lain, meander, oxbow lake, tanggul alam, dan delta.

a) Meander
Meander merupakan sungai berkelok-kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu. Pada bagian hulu, volume airnya kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil. Akibatnya, sungai mulai menghindari penghalang dan mencari jalan yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan. Di bagian tengah, yang wilayahnya datar maka aliran airnya lambat, sehingga membentuk ‘meander’.
Proses pembentukan meander terjadi pula pada tepi sungai, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian sungai yang aliranya cepat, akan terjadi pengikisan. Sedangkan pada bagian tepi sungai yang lambat alirannya, akan terjadi pengendapan. Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.

b) Oxbow lake
Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, sebab pengikisan dan pengendapan terjadi secara terus-menerus. Proses pengendapan yang terjadi secara berkelanjutan akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, sehingga terbentukoxbow lake, atau disebut juga sungai mati.

c) Delta
Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut, kecepatan alirannya menjadi lambat. Akibatnya, terjadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan, sedangkan tanah liat dan lumpur tetap terangkut oleh aliran air. Setelah beberapa lama, akan terbentuk lapisan-lapisan sedimen. Selanjutnya, lapisan sedimen menghasilkan dataran luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk ‘delta’.

Pembentukan delta harus memenuhi beberapa syarat:
• Sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan memasuki laut atau danau,
• Arus di sepanjang pantai tidak terlalu kuat, dan
• Pantai harus dangkal.

d) Tanggul alam
Bila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat. Akibatnya, terjadi banjir dan air meluap hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut, bahan-bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi sungai. Akibatnya, terbentuk suatu dataran di tepi sungai.
Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai. Dengan demikian, tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut ‘tanggul sungai’. Selain itu, juga terdapat ‘tanggul pantai’ sebagai hasil dari proses pengendapan oleh laut. Kedua tanggul tersebut merupakan tanggul alam, karena proses terbentuknya berlangsung alami oleh pengerjaan alam.

2) Pengendapan oleh air laut
Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut ‘sedimen marine’. Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain, pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.

Pesisir merupakan wilayah pengendapan di sepanjang pantai, biasanya terdiri atas material pasir. Ukuran dan komposisi material di pantai sangat bervariasi tergantung pada perubahan kondisi cuaca, arah angin, dan arus laut.
Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai. Jika terjadi perubahan arah, maka arus pantai akan tetap mengangkut material ke laut yang dalam.

Ketika material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan material. Setelah sekian lama, terdapat akumulasi material yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu disebut spit. Jika arus pantai terus berlanjut, spit akan semakin panjang. Kadang-kadang spit terbentuk melewati teluk dan membetuk penghalang pantai (barrier beach). Apabila di sekitar spit terdapat pulau maka spittersambung dengan daratan, sehingga membentuk tombolo.

3) Pengendapan oleh angin
Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut ‘sedimen aeolis’. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune), yang terjadi akibat akumulasi pasir cukup banyak dan tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut dan mengendapkan pasir di suatu tempat secara bertahap, sehingga terbentuk timbunan pasir yang disebut gumuk pasir.

4) Pengendapan oleh gletser
Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut ‘sedimen glasial’. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk ‘V’ menjadi ‘U’. Pada saat musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap di lembah. Akibatnya, lembah yang semula berbentuk ‘V’ menjadi berbentuk ‘U’.

RANGKUMAN

1) Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin, atau pun gletser ke suatu wilayah serta kemudian diendapkan.
2) Semua batuan hasil pelapukan dan pengikisan yang diendapkan perlahan akan menjadi batuan sedimen.
3) Hasil proses sedimentasi di suatu tempat dengan tempat lain akan berbeda.

 

Advertisement
Pengertian Sedimentasi | lookadmin | 4.5