Pengertian Perairan Laut

Pengertian Perairan Laut – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai adanya perairan laut di muka bumi.

PERAIRAN LAUT

Kalian tentu pernah menyantap ikan kakap, pari, atau tuna. Kalian juga mungkin menyukai olahan agar-agar buatan Ibu. Atau pernahkah kalian melihat untaian indah kalung mutiara ? Semuanya adalah potensi dari perairan laut. Bagaimanakah keberadaan perairan laut di muka bumi ? Mari simak bahasan berikut.

Laut adalah air asin yang menutupi permukaan bumi, mempunyai wilayah luas, dan menghubungkan suatu benua dan/atau pulau. Laut memiliki berbagai potensi ekonomi yang dapat digali dan dikembangkan. Berdasarkan Hukum Laut Internasional PBB (1980), ada tiga jenis batas laut yang digunakan Indonesia dalam menentukan batas wilayah, yakni :

1) Batas Laut Teritorial
Batas laut teritorial ditarik dari sebuah garis dengan jarak 12 mil ke luar (ke arah laut bebas), sedangkan laut yang terletak di sebelah dalam garis dasar adalah laut pedalaman. Garis dasar adalah garis yang menghubungkan titik dari ujung-ujung pulau.

2) Batas Landas Kontinen
Landas kontinen adalah dasar lautan, baik dari segi geologi maupun geomorfologi merupakan kelanjutan dari kontinen dan benuanya. Lautan di atasnya adalah lautan yang dangkal dengan kedalaman tidak lebih dari 150 meter. Batas landas kontinen dari garis dasar tidak tentu batasnya, tapi paling jauh 200 mil. Indonesia mempunyai Dangkalan Sunda dan Dangkalan Sahul yang masing-masing merupakan kelanjutan kontinen Asia dan Australia. Oleh karena itu, perjanjian batas laut dengan negara tetangga, seperti Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, Singapura, Papua Nugini, Timor Leste, dan Australia bisa menggunakan batas laut kontinen dan batas laut ZEE tanpa merugikan Indonesia.

3) Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
Sesuai dengan Deklarasi Pemerintah RI tanggal 21 Mei 1980, yang dimaksud dengan ZEE Indonesia adalah daerah di luar laut teritorial Indonesia, cakupan yang meluas sampai 200 mil laut dari garis pangkal dimana lebar Laut Teritorial Indonesia diukur.
Batas ZEE ini mempunyai jarak 200 mil dari garis dasar ke arah laut bebas. Kewenangan negara dalam batas wilayah ZEE adalah memanfaatkan sumber daya, baik di laut maupun di bawah laut. Indonesia mempunyai kewenangan batas ZEE, terutama pada wilayah berikut :
• Wilayah-wilayah yang jaraknya jauh dari negara tetangga, seperti Australia, Filipina, dan laut antara Kepulauan Natuna (Indonesia) dan Malaysia.
• Wilayah-wilayah yang tidak ada batas dengan negara tetangga, tetapi merupakan lautan luas. Contohnya sebelah utara Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Papua yang merupakan bagian dari Lautan Pasifik; sebelah barat Pulau Sumatra dan sebelah selatan Pulau Jawa, Bali, NTB, NTT sampai ke sebelah selatan Papua yang merupakan bagian dari lautan Hindia.

Laut di Indonesia dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

a) Laut berdasarkan proses terjadinya, yaitu :
• Laut transgresi atau laut meluas, yaitu laut yang terjadi karena perubahan laut positif, baik karena kenaikan permukaan air laut atau akibat turunnya daratan perlahan-lahan sehingga sebagian daratan digenangi air laut. Laut ini terdapat di Dangkalan Sunda (wilayah Indonesia bagian barat) dan Dangkalan Sahul (wilayah Indonesia bagian timur).
• Laut ingresi atau laut tanah turun, yaitu laut yang terjadi karena turunnya tanah atau dasar laut akibat tekanan vertikal gaya endogen (gerakan-gerakan tektonik) yang menimbulkan patahan serta berlangsung ribuan atau bahkan jutaan tahun yang lalu.
• Laut regresi, yaitu laut yang makin menyempit, terjadi karena banyaknya sungai bermuara di laut dan mengendapkan lumpur. Misalnya, Laut Jawa mengalami penyempitan laut sejauh 12 meter per tahun.

b) Laut berdasarkan kedalamannya, terbagi menjadi lima zona berikut :
• Zona litoral atau pasang surut, yaitu bagian laut yang terletak di antara pasang naik dan pasang surut.
• Zona epineritik, yaitu bagian laut yang dimulai dari garis surut sampai dengan wilayah paling dalam yang dapat ditembus oleh sinar matahari, yaitu pada kedalaman sampai dengan 50 meter.
• Zona neritik, yaitu bagian laut dengan kedalaman 50-200 meter. Daerah ini kaya akan ikan.
• Zona batial, yaitu bagian laut dengan kedalaman 200-2.000 meter.
• Zona abisal, yaitu bagian laut dengan kedalaman lebih dari 2.000 meter.

c) Laut berdasarkan letaknya, dibagi atas tiga golongan, yaitu sebagai berikut.
• Laut tepi, yaitu bagian lautan yang terletak di pinggir benua serta terhalang dari lautan luas oleh gugusan pulau atau jazirah. Contohnya, Laut Tiongkok Selatan terhalang oleh Filipina dan Kepulauan Indonesia; Laut Jepang terhalang oleh Kepulauan Jepang.

• Laut pertengahan atau laut tengah, yaitu laut yang terletak antara dua benua yang memiliki gejala-gejala gunung api dan mempunyai gugusan pulau-pulau. Contohnya laut pertengahan Australia dan Asia dengan gugusan Kepulauan Indonesia; Laut Karibia dengan gugusan pulau-pulau Antilen besar; dan Laut Tengah dengan gugusan pulau-pulau Yunani.

• Laut pedalaman, yaitu bagian lautan yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan. Contohnya, Laut Baltik dan Laut Hitam.

RANGKUMAN

1) Data adalah bahan keterangan tentang sesuatu obyek penelitian yang diperoleh di lokasi penelitian.
2) Data yang dikumpulkan dalam penelitian dapat dibedakan berdasarkan sejumlah kriteria, yakni menurut cara memperolehnya, sumbernya, dan sifatnya.

Pengertian Perairan Laut | lookadmin | 4.5