Close Klik 2x

Pengertian, Pembentukan, Penggolongan dan Tata Nama Polimer

Advertisement

Pengertian, Pembentukan, Penggolongan dan Tata Nama Polimer – Pada topik ini, kalian akan belajar tentang polimer. Polimer banyak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah kalian memperhatikan kemasan makanan yang terbuat dari bahan plastik? Plastik merupakan salah satu jenis polimer. Agar kalian paham tentang polimer, yuk simak dengan baik topik ini.

Pengertian, Pembentukan, Penggolongan dan Tata Nama Polimer

Pengertian, Pembentukan, Penggolongan dan Tata Nama Polimer

 PENGERTIAN DAN TATA NAMA POLIMER 

Kata polimer berasal dari bahasa Yunani, poly yang berarti banyak dan meros yang berarti bagian. Jadi, polimer adalah suatu makromolekul yang tersusun atas banyak bagian-bagian kecil. Bagian kecil yang menyusun polimer disebut dengan monomer. Monomer dapat berupa senyawa berikatan rangkap, misalnya etena (HC=CH) dan propena (HC=CHCH). Monomer juga dapat berupa senyawa yang mempunyai gugus fungsional seperti etanadiol (HOHCCHOH) dan metanal (HCOH).

        Tata nama polimer didasarkan pada nama monomer dengan menambahkan awalanpoli–. Misalnya, polimer polietena [CHCH]n tersusun dari monomer etena (HC=CH), polimer poliisoprena tersusun dari monomer isoprena dan sebagainya.

 PEMBENTUKAN POLIMER 

Reaksi pembentukan polimer disebut polimerisasi, yaitu penggabungan molekul-molekul kecil (monomer) membentuk molekul besar (polimer). Berdasarkan jenis reaksinya, polimerisasi dibedakan atas polimerisasi adisi dan polimerisasi kondensasi.

Polimerisasi Adisi

Polimerisasi adisi yaitu reaksi polimerisasi melalui pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomer-monomernya yang membentuk ikatan tunggal. Dalam reaksi ini, tidak terbentuk hasil sampingan berupa molekul-molekul kecil seperti H₂O atau NH₃.

Polimer adisi antara lain: poliisoprena, polietilena, dan polivinilklorida. Contoh lain dari polimer adisi adalah suatu film plastik tipis yang terbuat dari monomer etilen dan permen karet yang terbuat dari monomer vinil asetat.

Contoh reaksi:

Pembentukan polietilena (polietena).

        Pada reaksi adisi, monomer-monomer yang mengandung ikatan rangkap saling bergabung, satu monomer masuk ke monomer yang lain, membentuk rantai panjang. Produk yang dihasilkan dari reaksi polimerisasi adisi mengandung semua atom dari monomer awal.

Polimerisasi Kondensasi

Polimerisasi kondensasi yaitu reaksi polimerisasi dari monomer-monomer yang mempunyai dua gugus fungsional. Ketika monomer-monomer berikatan, terjadi reduksi pada gugus fungsionalnya dan terjadi pelepasan molekul-molekul kecil seperti H₂O atau CH₃OH (metanol).

Polimer kondensasi antara lain: nylon, dakron, amilum, dan selulosa.

Contoh reaksi:

Pembentukan nylon 66 dari 1,6-diaminoheksana (heksametilen diamin) dengan asam 1,6-heksanadioat (asam adipat).

 PENGGOLONGAN POLIMER 

1. Berdasarkan asalnya

Berdasarkan asalnya, polimer dibedakan atas:

Polimer alam: polimer yang secara alami terdapat di alam.

Contoh: protein, amilum, glikogen, selulosa, karet alam (poliisoprena), asam nukleat.

Polimer sintetis: polimer yang tidak ada secara alami dan hanya dapat diproduksi di laboratorium atau pabrik.

Contoh: polietena, polivinilklorida, polipropilena, tetrafloroetilena.

2. Berdasarkan jenis monomernya

Homopolimer terbentuk dari satu jenis monomer.

Contoh: polietilena, polipropilena, polistirena, PVC, teflon, amilum, selulosa dan poliisoprena.

Kopolimer terbentuk dari dua atau lebih jenis monomer.

Contoh: nilon 66 dan dakron.

3. Berdasarkan sifatnya terhadap panas

Berdasarkan sifatnya terhadap panas, polimer dibedakan atas polimer termoplas dan polimer termoset.

Polimer termoplas: polimer yang melunak jika dipanaskan. Polimer jenis ini terdiri atas molekul-molekul rantai lurus atau bercabang sehingga dapat dibentuk ulang.

Contoh: polietilena, PVC, dan polipropilena.

Polimer termoset: polimer yang tidak melunak jika dipanaskan. Polimer jenis termoset terdiri atas ikatan silang antarrantai sehingga terbentuk bahan yang keras dan lebih kaku sehingga tidak dapat dibentuk ulang.

Contohnya: bakelit, yaitu plastik yang digunakan untuk peralatan listrik.

4. Berdasarkan Keelelastisannya

Plastik: polimer yang bersifat plastis. Contoh: polietilen, PVC, teflon, dan polipropilen.

Serat: polimer yang mempunyai gaya renggang tinggi di sepanjang sumbunya, berbentuk benang dan dapat ditenun menjadi kain. Contoh: selulosa, nilon, dakron, dan orlon.

Elastomer: polimer yang bersifat elastis. Contoh: karet alam dan karet sintetis.

Mudah bukan topik ini? Agar pemahamanmu bertambah, yuk kerjakan latihan soal-soal yang ada.

Pengertian, Pembentukan, Penggolongan dan Tata Nama Polimer | lookadmin | 4.5