Pengertian Hidrolisis Parsial

Advertisement

Pengertian Hidrolisis Parsial – Pada topik-topik sebelumnya, kalian telah banyak belajar tentang asam basa. Kalian tentu sudah tahu bahwa jika asam dan basa bereaksi, akan menghasilkan garam. Nah, beberapa di antara garam-garam inilah yang nantinya dapat terhidrolisis. Salah satu jenis hidrolisis garam adalah hidrolisis parsial. Apa itu hidrolisis parsial? Untuk tahu jawabannya, yuk simak topik ini dengan saksama.

Sebelum belajar tentang hidrolisis parsial, mari terlebih dahulu kita mencari tahu apa yang dimaksud dengan hidrolisis garam.

 HIDROLISIS GARAM 

Hidrolisis berasal dari gabungan kata hidro dan lisis. Hidro berarti air dan lisis berarti penguraian. Dengan demikian, hidrolisis dapat diartikan sebagai penguraian air menjadi senyawa penyusunnya yaitu H+ dan OH. Lantas, apa yang dimaksud dengan hidrolisis garam?

        Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Jika garam dari asam lemah dan basa lemah direaksikan dengan air, garam-garam tersebut akan terhidrolisis. Peristiwa inilah yang disebut dengan hidrolisis garam. Hidrolisis garam hanya terjadi jika salah satu atau kedua komponen penyusun garam tersebut berasal dari asam lemah atau basa lemah. Jika komponen garam tersebut berasal dari asam kuat dan basa kuat, maka komponen ionnya tidak akan terhidrolisis, sehingga hidrolisis tidak akan terjadi.

        Berdasarkan ion yang terhidrolisis, hidrolisis garam dibagi menjadi 2, yaitu hidrolisis parsial dan hidrolisis total. Pada topik ini, kalian akan mempelajari tentang hidrolisis parsial. Hidrolisis total dapat kalian pelajari pada topik selanjutnya.

 HIDROLISIS PARSIAL 

Hidrolisis parsial disebut juga dengan hidrolisis sebagian. Pada hidrolisis parsial, hanya salah satu ion saja yang mengalami reaksi hidrolisis. Hidrolisis parsial terjadi jika garamnya berasal dari asam kuat dan basa lemah atau asam lemah dan basa kuat.

A. Garam yang Tersusun dari Asam Kuat dan Basa Lemah

Garam yang tersusun dari asam kuat dan basa lemah terhidrolisis sebagian karena hanya kation (ion positif) yang mengalami hidrolisis, sedangkan anion (ion negatif) tidak terhidrolisis.

        Garam yang tersusun dari asam kuat dan basa lemah bersifat asam. Garam tersebut dapat mengubah warna lakmus biru menjadi merah dan tidak mengubah warna pada lakmus merah. Sifat asam ini juga dapat dilihat dari hasil reaksi ion terhidrolisis dari garam dengan air yang menghasilkan senyawa basa lemah dan ion H+ . Adanya ion H+ menunjukkan bahwa larutan bersifat asam atau pH garam < 7.

 Contoh 

Garam NH4Cl berasal dari HCl (asam kuat) dan NH4OH (basa lemah).

NH4Cl → NH4+ + Cl

NH4+ akan terhidrolisis, sedangkan Cl tidak terhidrolisis.

NH4+ + H2O NH4OH + H+

Adanya ion H+ menunjukkan bahwa larutan bersifat asam.

Contoh lainnya adalah NH4NO3, NH4Br, dan AgNO3.

B. Garam yang Tersusun dari Asam Lemah dan Basa Kuat

Garam yang tersusun dari asam lemah dan basa kuat terhidrolisis sebagian karena hanya anion (ion negatif) yang mengalami hidrolisis, sedangkan kation (ion positif) tidak terhidrolisis.

        Garam yang tersusun dari asam lemah dan basa kuat bersifat basa. Garam tersebut dapat mengubah warna lakmus merah menjadi biru dan tidak mengubah warna lakmus biru. Sifat basa ini juga dapat dilihat dari hasil reaksi ion terhidrolisis dari garam dengan air yang menghasilkan senyawa asam lemah dan ion OH . Adanya ion OH menunjukkan bahwa larutan bersifat basa atau pH garam > 7.

 Contoh 

Garam CH3COONa berasal dari CH3COOH (asam lemah) dan NaOH (basa kuat).

CH3COONa → CH3COO + Na+

CH3COO akan terhidrolisis, sedangkan Na+ tidak terhidrolisis.

CH3COO + H2O CH3COOH + OH

Adanya ion OH menunjukkan bahwa larutan bersifat basa.

Contoh lainnya adalah CH3COOK, HCOOK dan NaF.

Agar kalian lebih paham tentang hidrolisis parsial, perhatikan contoh berikut ini.

Contoh

Manakah diantara garam CH3COOK, NaCl dan NH4NO3 yang mengalami hidrolisis parsial dan bersifat asam?

Penyelesaian:

Garam CH3COOK berasal dari CH3COOH (asam lemah) dan KOH (basa kuat).

CH3COOK → CH3COO + K+

CH3COO akan terhidrolisis, sedangkan K+ tidak terhidrolisis. Oleh karena hanya ada satu ion yang terhidrolisis, maka garam CH3COOK mengalami hidrolisis parsial.

CH3COO + H2O CH3COOH + OH

Adanya ion OH menunjukkan bahwa larutan bersifat basa.

Garam NaCl berasal dari NaOH (basa kuat) dan HCl (asam kuat).

Oleh karena garam NaCl berasal dari asam kuat dan basa kuat, maka garam tersebut tidak akan mengalami hidrolisis.

Garam NH4NO3 berasal dari HNO3 (asam kuat) dan NH4OH (basa lemah).

NH4NO3 → NH4+ + NO3

NH4+ akan terhidrolisis, sedangkan NO3 tidak terhidrolisis. Oleh karena hanya ada satu ion yang terhidrolisis, maka garam NH4NO3 mengalami hidrolisis parsial.

NH4+ + H2O NH4OH + H+

Adanya ion H+ menunjukkan bahwa larutan bersifat asam.

Jadi, garam yang mengalami hidrolisis parsial dan bersifat asam adalah NH4NO3.

Sekarang, kalian tentu sudah paham tentang hidrolisis parsial. Agar pemahaman kalian bertambah, yuk kerjakan latihan soal-soal yang ada.

Advertisement
Pengertian Hidrolisis Parsial | lookadmin | 4.5