Close Klik 2x

Pengertian Fungsi Invers

Advertisement

Fungsi Invers

Pada topik sebelumnya, kamu telah mempelajari tentang relasi dan fungsi. Definisi dari kedua istilah tersebut adalah sebagai berikut.

  • Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah pemasangan anggota himpunan A ke anggota himpunan B yang memenuhi syarat tertentu.
  • Fungsi dari himpunan A ke himpunan B adalah suatu relasi yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat ke satu anggota B.

Selain itu, kamu juga telah diajarkan mengenai jenis-jenis fungsi. Pemahamanmu terhadap materi relasi dan fungsi dapat kamu gunakan untuk mempelajari topik berikut ini.

Pengertian Fungsi Invers

Ayubi adalah anak usia 7 tahun. Ketika menonton acara pengibaran bendera saat peringatan hari kemerdekaan di televisi, ia bertanya kepada ayahnya.

Ayubi: Yah, bendera Indonesia itu bendera merah putih, ya?

Ayah : Ya, Bendera merah putih memang bendera Indonesia.

Pernyataan bendera merah putih adalah bendera Indonesia merupakan invers dari pernyataanbendera Indonesia adalah bendera merah putih.

Uraian tersebut dapat digunakan untuk memahami invers fungsi.

Suatu fungsi f : A → B memetakan setiap anggota A ke B secara unik. Invers dari fungsi f, ditulis f-1 merupakan balikan fungsi tersebut, yaitu relasi yang menghubungkan anggota-anggota di B ke A.

Ilustrasi dari pengertian tersebut adalah sebagai berikut.

Invers suatu fungsi bisa merupakan fungsi dan bisa pula bukan fungsi. Jika invers suatu fungsi merupakan fungsi pula maka fungsi tersebut disebut fungsi invers.

Sekarang, perhatikan diagram panah untuk fungsi f : A → B berikut.

  • Pada Gambar 1, tampak bahwa invers fungsi f merupakan suatu fungsi sehingga f-1merupakan fungsi invers. Pada Gambar 1 ini, fungsi f : A → B merupakan fungsi bijektif, yaitu fungsi satu-satu dan onto.
  • Pada Gambar 2, tampak bahwa invers fungsi f bukan suatu fungsi karena ada anggota Byang memiliki dua peta di A.
  • Pada Gambar 3, tampak bahwa invers fungsi f bukan suatu fungsi karena ada anggota Byang tidak memiliki peta di A.

Uraian tersebut menggambarkan syarat perlu bagi suatu fungsi agar memiliki fungsi invers.

Suatu fungsi f : A → B mempunyai fungsi invers f -1 : B → A jika dan hanya jika f merupakanfungsi bijektif, yaitu fungsi satu-satu dan onto.

Contoh 1:

Diketahui himpunan A = {1, 2, 3, 4} dan B = {-1, -2, -3, -4}. Jika fungsi f : A → B ditentukan oleh
f = {(1, -1), (2, -2), (3, -3), (4, -4)}, coba tentukan invers fungsi f. Apakah invers fungsi tersebut merupakan fungsi invers?

Penyelesaian:

Invers fungsi f adalah f -1 : B → A dengan f -1 = {(-1, 1), (-2, 2), (-3, 3), (-4, 4)}.

Tampak bahwa f -1 merupakan fungsi sehingga f -1 disebut fungsi invers.

Menentukan Rumus Fungsi Invers

Untuk menentukan invers dari suatu fungsi, kamu dapat mengikuti langkah-langkah berikut.

Langkah 1

Coba misalkan y = f (x)

Langkah 2

Ayo, selesaikan persamaan tersebut untuk menemukan x sehingga diperoleh:

x = f -1 (y) = g (y)

Langkah 3

Coba gantilah x dengan y sehingga diperoleh y = f -1 (x) = g (x).

y = f -1 (x) = g (x) adalah rumus invers untuk fungsi f (x).

Contoh 2:

Ayo, tentukan fungsi invers dari f (x) = 3x.

Penyelesaian:

Langkah 1 : Misalkan, y = 3x

Langkah 2 : Ayo, selesaikan persamaan tersebut untuk menemukan x = g (y).

Langkah 3 : Gantilah x dengan y sehingga diperoleh:

Tentu kalian telah paham tentang pengertian fungsi invers dan cara menentukan rumus fungsi invers. Agar pemahaman kalian bertambah, ayo kerjakan latihan soal yang ada.

Pengertian Fungsi Invers | lookadmin | 4.5