Pengertian dan Perbedaan Sifat Liofil dan Liofob

Advertisement

Pengertian dan Perbedaan Sifat Liofil dan Liofob – Pada topik ini, kita akan membahas Liofil dan Liofob. Sebelum kita membahas topik ini, mari terlebih dahulu kita mengingat kembali tentang pengertian koloid.

Pernahkah kalian memperhatikan susu yang sering kalian minum? Cairan susu merupakan koloid yang terdiri atas fase terdispersi berwujud cair dan medium pendispersinya berwujud cair. Kemudian, pernahkah kalian memperhatikan asap hasil pembakaran sampah? Asap tersebut juga merupakan koloid yang terdiri atas fase terdispersi berwujud padat dan medium pendispersinya berwujud gas. Koloid merupakan sistem dispersi yang ukuran partikelnya lebih besar dari larutan, tetapi lebih kecil dari suspensi (campuran kasar). Sistem dispersi terdiri atas fase terdispersi dan medium pendispersi.

Apakah kalian sudah ingat kembali tentang pengertian koloid tersebut? Baiklah, selanjutnya mari kita bahas tentang liofil dan liofob.

A. PENGERTIAN LIOFIL DAN LIOFOB

Berdasarkan interaksi antara partikel terdispersi dan medium pendispersinya, koloid dibagi menjadi dua yaitu sebagai berikut.
1. Koloid liofil adalah koloid yang partikel-partikel terdispersinya suka menarik medium pendispersinya. Hal ini terjadi karena adanya gaya tarik menarik yang sangat kuat antara partikel-partikel terdispersi dan medium pendispersinya. Jika medium pendispersinya air, maka koloid liofil ini juga disebut koloid hidrofil. Contoh koloid hidrofil adalah protein, gelatin, agar-agar, detergen, hemoglobin, kanji, dan sabun.
2. Koloid liofob adalah koloid yang partikel-partikel terdispersinya tidak suka menarik medium pendispersinya. Jika medium pendispersinya air, maka koloid liofob ini juga disebut koloid hidrofob. Koloid hidrofob tidak dapat bercampur dengan air tanpa emulgator. Contoh koloid hidrofob adalah susu, mayonaise, sol belerang, sol AgCl, dan sol logam.

B. PERBEDAAN SIFAT LIOFIL DAN LIOFOB

Perbedaan kemampuan menarik medium pendispersinya mengakibatkan perbedaan sifat-sifat antara koloid liofil dan koloid liofob.

Pemanfaatan sifat hidrofil dan hidrofob adalah penggunaan detergen dalam mencuci pakaian. Kotoran pada pakaian seperti lemak dan minyak sangat kuat menempelnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sabun ataupun detergen agar lemak dan minyak tersebut dapat dengan mudah ditarik dari serat pakaian. Sabun atau detergen mempunyai gugus hidrofil yang menarik air dan gugus hidrofob yang mengikat kotoran pada pakaian sehingga tegangan permukaan air menurun. Hal ini menyebabkan air mudah meresap ke dalam serat kain sehingga kotoran minyak dan lemak mudah terlepas dari kain.

Advertisement
Pengertian dan Perbedaan Sifat Liofil dan Liofob | lookadmin | 4.5