Close Klik 2x

Pengertian dan Jenis-Jenis Larutan Penyangga

Advertisement

Pengertian dan Jenis-Jenis Larutan Penyangga – Pada tubuh manusia, darah mempunyai nilai pH antara 7,35 dan 7,45. Jika pH darah manusia kurang dari 7,35 atau lebih dari 7,45, maka tubuh akan kehilangan keseimbangannya, bahkan jika pH darah kurang dari 7,0 atau lebih dari 7,8, maka organ tubuh akan rusak dan menyebabkan kematian. Sifat asam atau basa pada makanan atau minuman yang dikonsumsi manusia tidak banyak berpengaruh pada pH darah manusia, karena Tuhan Yang Maha Kuasa telah menciptakan sistem larutan penyangga alami pada darah. Larutan penyangga alami pada darah terdiri dari larutan penyangga karbonat, larutan penyangga hemoglobin, dan larutan penyangga fosfat. Adanya larutan penyangga alami pada darah inilah yang menyebabkab pH darah tetap stabil, sehingga metabolisme tubuh dapat berlangsung dengan baik. Berdasarkan hal tesebut, dapat kita ketahui bahwa sistem larutan penyangga sangat berperan penting dalam kehidupan ini.

Kamu telah mengetahui pentingnya larutan penyangga dalam kehidupan. Lantas, apakah kamu telah paham pengertian larutan penyangga? Agar kamu memahaminya, yuk simak topik ini dengan saksama.

 LARUTAN PENYANGGA 

A. Pengertian Larutan Penyangga

Larutan penyangga atau yang disebut juga larutan buffer atau larutan dapar adalah larutan yang dapat mempertahankan nilai pH walaupun ditambah sedikit asam, sedikit basa, atau sedikit air (pengenceran). Hal ini disebabkan karena larutan penyangga mengandung zat terlarut bersifat “penyangga“ yang terdiri atas komponen asam dan basa. Komponen asam berfungsi menahan kenaikan pH, sedangkan komponen basa berfungsi menahan penurunan pH.

B. Jenis-Jenis Larutan Penyangga

Larutan penyangga dapat terbentuk dari campuran asam lemah dan basa konjugasinya atau basa lemah dan asam konjugasinya. Berdasarkan asam basa penyusunnya, larutan penyangga dibedakan menjadi 2, yaitu:

1. Larutan penyangga asam

Larutan penyangga asam adalah larutan penyangga yang terbentuk dari asam lemah dan basa konjugasinya. Larutan penyangga asam memiliki pH kurang dari 7.

Contoh: CH₃COOH (asam lemah) dan CH₃COO (basa konjugasinya).

2. Larutan penyangga basa

Larutan penyangga basa adalah larutan penyangga yang terbentuk dari basa lemah dan asam konjugasinya. Larutan penyangga basa memiliki pH lebih besar dari 7.

Contoh: NH₃ (basa lemah) dan NH₄+ (asam konjugasinya).

Untuk menambah pemahamanmu, perhatikan beberapa contoh berikut.

Contoh 1

Berikut ini yang merupakan larutan penyangga basa adalah ….

a. NH₃ dan NH₄+
b. CH₃COOH dan CH₃COO
c. H2CO₃ dan HCO₃
d. HF dan F
e. HCOOH dan HCOO

Kunci Jawaban: a

Pembahasan:

Larutan penyangga basa adalah larutan penyangga yang terbentuk dari basa lemah dan asam konjugasinya. Dari pilihan jawaban yang ada, yang merupakan basa lemah dan asam konjugasinya adalah NH₃ (basa lemah) dan NH₄+ (asam konjugasinya).

Contoh 2

Larutan penyangga yang terbentuk dari HF dan F mempunyai nilai pH sebesar ….

a. 7
b. 8
c. Kurang dari 7
d. Lebih besar dari 7
e. Tidak dapat ditentukan

Kunci Jawaban: c

Pembahasan:

HF merupakan asam lemah dan F merupakan basa konjugasinya. Larutan penyangga yang terbentuk asam lemah dan basa konjugasinya merupakan larutan penyangga asam yang mempunyai pH kurang dari 7.

Bagaimana? Topik ini mudah sekali, kan? Agar pemahamanmu bertambah lagi, yuk kerjakan latihan soal-soal berikut ini.

Advertisement
Pengertian dan Jenis-Jenis Larutan Penyangga | lookadmin | 4.5