Close Klik 2x

Pengertian dan Jenis-Jenis Gempa Bumi

Advertisement

Pengertian dan Jenis-Jenis Gempa Bumi – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai gempa bumi.

GEMPA BUMI

Apakah yang dimaksud dengan gempa bumi? Bagaimanakah jenis-jenis gempa bumi yang ada? Mari simak bahasan berikut.

Seisme atau gempa bumi adalah getaran atau goyangan permukaan maupun kerak bumi yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan gravitatif batuan pada atau di bawah muka bumi yang bersifat sementara. Gempa bumi merupakan salah satu peristiwa alamiah yang sudah dikenal manusia sejak zaman purbakala, karena umumnya merusak bahkan membinasakan penduduk. Pengaruh seisme terhadap pembentukan permukaan bumi dapat dikatakan kecil, namun proses ini memiliki peran tersendiri.

Atas dasar faktor penyebabnya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi tiga jenis:

1) Gempa tektonik
Adalah gempa bumi akibat pergeseran kerak bumi. Dengan kata lain, berkaitan dengan peristiwa tektonisme, berupa dislokasi (displacement) atau patahan/sesaran. Pergeseran kerak bumi di sepanjang bidang patahan menimbulkan goncangan, yang kemudian merambat ke segala arah melalui permukaan bumi. Gempa tektonik merupakan gempa paling dahsyat, meluas, banyak merusak, serta paling sering terjadi. Sekitar 93% dari semua gempa yang tercatat di dunia tergolong gempa tektonik.

2) Gempa vulkanik
Ialah gempa bumi akibat aktivitas vulkanisme, baik sebelum, sedang, atau sesudah letusan. Magma yang keluar lewat pipa-pipa gunung api bergeseran dengan batuan penyusun tubuh gunung api. Getarannya lantas diteruskan ke berbagai penjuru, melalui material penyusun kerak bumi. Ini menyebabkan, sebelum terjadi letusan gunung api, terasa adanya gempa. Oleh karenanya, aktivitas vulkanisme relatif dapat diramalkan.

Demikian juga ketika terjadi letusan, material-material lepas (piroklastik), cair, maupun gas dihempaskan keluar, dan getarannya merambat melalui batuan ke segala arah, menimbulkan gempa bumi di daerah sekitarnya.
Umumnya gempa vulkanik tidak begitu hebat dan terbatas di sekitar gunung api tersebut saja. Hanya sekitar 7% dari seluruh gempa bumi yang tercatat di dunia merupakan gempa vulkanik.

3) Gempa runtuhan
Adalah gempa yang disebabkan adanya runtuhan, termasuk di dalamnya adalah longsoran (rock fall), runtuhnya atap gua di bawah tanah (biasanya di daerah kapur), dan runtuhan di dalam lubang atau pun lorong-lorong pertambangan. Guncangannya tidak begitu hebat dan cakupannya sangat terbatas.
Selain itu, ada pula gempa buatan (artifisial), yaitu gempa yang terjadi karena ulah manusia, baik disengaja maupun tidak. Contohnya, adalah gempa yang sengaja dibuat dengan suatu ledakan di bawah tanah, untuk keperluan penelitian ‘Seismologi’ (Ilmu Kegempaan) atau mencari sumber minyak bumi.
Menurut para seismolog, gempa bumi terdalam yang pernah dikenal hanya berkedalaman 720 kilometer di rangkaian pulau-pulau Pasifik. Sekitar 85-90% dari semua gempa berupa gempa dangkal dan kebanyakan dalamnya kurang dari 60 kilometer.

Kurangnya gempa yang dalam mungkin dapat dihubungkan dengan temperatur dan tekanan hidrostatis. Pergeseran-pergeseran kerak bumi penyebab terjadinya patahan berkaitan erat dengan titik patah batuan (daerah subduksi). Semakin tinggi temperatur dan tekanan hidrostatis, maka kian lentur sifat batuan, artinya titik patahnya juga akan bertambah besar. Dengan demikian, tekanan yang bekerja pada batuan dapat dinetralisir oleh batuan, sehingga tidak terjadi patahan. Dikaitkan dengan gradien geothermal, maka temperatur batuan di lapisan batuan yang dalam semakin tinggi, sehingga menderita tekanan hidrostatis yang semakin besar. Karena itu jarang terjadi pusat-pusat gempa di lapisan yang dalam.

Biasanya gempa yang dalam dijumpai di daerah perbatasan lempeng, yaitu pada zona subduksi, dimana kerak bumi menghujam ke dalam, di sepanjang perbatasan lempeng (daerah konvergensi). Gempa bumi yang dihasilkan oleh pergeseran kerak bumi di sepanjang patahan yang dinamakan sesar mendatar (strike-slip fault atau transform fault), umumnya tergolong gempa dangkal. Ini berkaitan dengan pergeseran di bagian atas kerak bumi.

Pusat gempa di dalam bumi bukanlah merupakan suatu titik, tapi lebih cenderung berupa garis atau daerah di sepanjang patahan tempat terjadinya pergeseran kerak bumi. Pusat gempa tersebut dikenal dengan nama ‘hiposentrum’. Tempat di permukaan bumi yang tegak lurus di atas hiposentrum disebut ‘episentrum’ (dari bahasa Yunani ‘hypo’ artinya di bawah dan ‘epi’ artinya di atas).

Untuk menentukan letak suatu episentrum gempa, diperlukan catatan gempa bumi dari minimal 3 stasiun pencatat gempa bumi. Jarak stasiun ke episentrum dapat dihitung dengan menggunakan ‘Hukum Laska’.

RANGKUMAN

1) Seisme atau gempa bumi adalah getaran atau goyangan permukaan maupun kerak bumi yang disebabkan oleh gangguan keseimbangan gravitatif batuan pada atau di bawah muka bumi yang bersifat sementara.
2) Atas dasar faktor penyebabnya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi tiga jenis.

Advertisement
Pengertian dan Jenis-Jenis Gempa Bumi | lookadmin | 4.5