Pengertian dan Jenis-Jenis Air Permukaan

Pengertian dan Jenis-Jenis Air Permukaan – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan dapat memahami mengenai air permukaan dan jenis-jenis air permukaan.

AIR PERMUKAAN

Air permukaan adalah potensi alam yang disediakan secara alami. Dengan eksploitasi yang baik, maka akan mendatangkan manfaat. Apa saja jenis air permukaan yang umum dijumpai sehari-hari ? Berikut penjelasannya

Air permukaan adalah kumpulan air hujan yang tidak diresap oleh tanah atau telah diresap namun muncul kembali ke permukaan sebagai mata air. Mata air ini umumnya mengalir dan membentuk aliran. Beberapa contoh air permukaan :

1. Sungai
Sungai adalah aliran air tawar dari sumber di daratan yang bermuara ke danau, laut, atau tempat lain yang lebih besar. Air sungai berasal dari hujan yang berlebihan serta tidak diserap lagi oleh tanah atau tumbuhan. Aliran sungai umumnya berposisi miring sehingga mengakibatkan pengikisan dan pengendapan seiring dengan aliran airnya. Bila derajat kemiringannya sudah ekstrem, maka akan mengakibatkan erosi dan penurunan tanah. Berdasarkan pembentuknya, sungai dapat dibedakan menjadi :

a. Sungai Hujan, yakni sungai dengan sumber air berasal dari air hujan yang volumenya berlebih dan tidak diserap tanah atau pun tumbuhan.

b. Sungai Gletser, yaitu sungai yang sumbernya berasal dari salju yang telah mencair. Lapisan gletser bergerak menuruni pegunungan es, karenanya banyak terdapat pada daerah beriklim dingin di sekitar kutub.

c. Sungai Campuran, yakni sungai yang sumbernya adalah air hujan dan gletser. Banyak dijumpai di daerah beriklim sedang.
Sedangkan berdasarkan debit airnya, sungai dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

a. Sungai Tetap, ialah sungai dengan aliran air sepanjang tahun.

b. Sungai Periodik, adalah sungai dengan aliran air yang bergantung pada musim. Bila musim penghujan maka alirannya deras, namun mengering pada musim kemarau.

2. Danau
Danau adalah genangan air yang terdapat di daerah cekungan luas. Danau mendapat sumber airnya dari sungai, hujan, mata air, dan air tanah. Aliran danau terjadi karena penguapan, rembesan ke dalam tanah, serta pengaliran.
Berdasarkan proses terjadinya, danau dapat dibedakan menjadi :

a. Danau Vulkanik, yakni danau yang terbentuk akibat peristiwa vulkanis atau letusan gunung berapi. Ada dua jenis danau vulkanik, yaitu :
• Danau Maar, ialah danau yang terjadi akibat letusan gunung berapi
• Danau Kawah, adalah danau yang terjadi karena kawah gunung berapi yang terisi air hujan.

b. Danau Tektonik, yaitu danau yang terjadi karena gerakan tektonik di inti bumi. Aktivitas tektonik dimaksud menyebabkan perubahan fisik pada lapisan kulit bumi. Bila terbentuk retakan akibat gerakan tektonik, maka akan terisi air hujan dalam jumlah banyak.

c. Danau Tektovulkanik, yakni danau yang terjadi akibat peristiwa tektonis dan vulkanis.

d. Danau Karst, yaitu danau yang terjadi karena adanya pelarutan batuan kapur.

e. Danau Glasial, yakni danau yang terjadi karena erosi glasial pada zaman es.

f. Danau bendungan, yaitu danau yang terbentuk karena terbendungnya aliran sungai oleh lava akibat letusan gunung berapi.

g. Danau buatan, yakni danau yang terbentuk karena terbendungnya aliran sungai atau disebut juga waduk.
Dewasa ini, danau banyak dimanfaatkan untuk :
a. Pengatur air untuk mencegah banjir,
b. Irigasi,
c. Sumber tenaga listrik (PLTA), dan
d. Persediaan air minum.

3. RAWA
Rawa adalah daerah tergenang air, baik air hujan, air tanah, atau air permukaan lainnya. Genangan terjadi karena tidak adanya saluran/ aliran. Ciri rawa adalah airnya berwarna cokelat dan banyak terdapat di pedalaman daratan.
Rawa adalah gudang kekayaan ekologis untuk kehidupan berbagai macam makhluk hidup. Rawa juga disebut “pembersih alamiah”, karena berfungsi untuk mencegah polusi atau pencemaran lingkungan alam. Dengan alasan itu, rawa-rawa memiliki nilai tinggi dalam segi ekonomi, budaya, lingkungan hidup dan lain-lain, sehingga lingkungan rawa harus tetap dijaga kelestariannya.

RANGKUMAN

1) Air permukaan adalah kumpulan air hujan yang tidak diresap oleh tanah atau telah diresap namun muncul kembali ke permukaan sebagai mata air. Mata air ini umumnya mengalir dan membentuk aliran.
2) Beberapa contoh air permukaan adalah sungai, danau, dan rawa.

Pengertian dan Jenis-Jenis Air Permukaan | lookadmin | 4.5