Close Klik 2x

Pengertian dan Ciri-Ciri Persuasif

Advertisement

Pengertian dan Ciri-Ciri Persuasif – Paragraf persuasif adalah paragraf yang berupa bujukan atau ajakan secara halus. Dalam paragraf persuasif, penulis berusaha mengemukakan pikiran atau pendapatnya yang berupa bujukan atau ajakan supaya pembaca memercayainya dan mengikuti pendapat atau pikirannya. Agar pembaca terbujuk melakukan suatu hal, penulis harus mengemukakan argumen atau alasan yang tepat kepada pembaca sehingga pembaca yakin dan mau melakukannya. Argumen atau alasan dapat berupa contoh, ilustrasi, alasan, fakta, pendapat, atau denah.

Tulisan yang mengandung persuasi biasanya perdapat dalam iklan, pidato, ceramah keagamaan, kampanye politik, dan sebagainya. Dalam paragraf persuasif terdapat kata ajakan seperti ayo dan mari.

Sama halnya dengan paragraf lainnya, sebelum menulis paragraf persuasif, kita harus menentukan terlebih dahulu topik karangan. Topik yang dipilih dalam paragraf persuasif merupakan pokok karangan yang bisa mempengaruhi, membujuk, mengajak pembaca supaya mengikuti apa yang diinginkan penulisnya.

Setelah selesai menentukan topik paragraf persuasi, kita membuat kerangka karangan dan mengmbangkannya. Kerangka kaangan diperlukan agar tulisan kita bisa fokus atau tidak melenceng dari topik.

Contoh :

Lima Alasan Sehat untuk Mulai Olahraga dengan Berjalan Kaki

Salah satu yang selalu ada di dalam daftar resolusi tahunan banyak orang adalah ingin bisa mulai berolahraga agar hidup lebih sehat. Olahraga yang mudah dan dapat dilakukan di mana saja yaitu berjalan kaki.

Berjalan kaki biasanya dianggap sebagai solusi untuk menurunkan berat badan dan mengurangi kalori. Namun ternyata, manfaat berjalan kaki tidak sebatas membuat tubuh lebih langsing saja.

Berjalan kaki selama 30 sampai 45 menit tiap harinya memiliki manfaat baik bagi kesehatan tubuh. Ada lima alasan kenapa berjalan kaki bisa jadi permulaan Anda untuk rajin berolahraga, seperti dikutip dari Lifemojo.

1. Mudah untuk memulainya

Anda bisa berjalan di taman, teras, atau di atas treadmill dan kapan saja, pagi, siang, sore atau bahkan larut malam setelah makan malam. Mulailah berjalan selama 10 hingga 15 menit, kemudian tingkatkan waktu Anda secara bertahap.

2. Meningkatkan kemampuan otak

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh National Council of Aging, berjalan kaki 45 menit setiap hari dapat membuat otak lebih tajam dan meningkatkan kewaspadaan.

3. Membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke

Berjalan selama 30 hingga 45 menit setiap hari bisa meningkatkan sirkulasi darah sehingga membantu mengatur denyut jantung. Hal ini juga baik dalam meningkatkan kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kolesterol jahat (LDL).

4. Mencegah disfungsi ereksi

Memiliki kebiasaan berjalan kaki minimal 3 km setiap hari dipercaya mampu mengurangi risiko impotensi pada pria. Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian yang diterbitkan dalam jurnal American Medical Association dan efeknya akan lebih berpengaruh pada pria setengah baya dan pria diabetes.

5. Memperpanjang umur

Sebuah studi yang meneliti 8.000 pria menemukan bahwa berjalan minimal 3 km setiap hari dapat mengurangi risiko kematian hingga 50 persen. Risiko kematian akibat kanker juga ditemukan lebih rendah. Jadi biasakanlah berjalan kaki agar panjang umur.

http://forum.kompas.com/kesehatan/225543-5-alasan-sehat-untuk-mulai-olahraga-dengan-berjalan-kaki.html diakses tanggal 23 Juni 2013 pukul 5:42 WIB.

Karangan di atas termasuk paragraf persuasi karena tujuan karangan tersebut adalah mengajak pembaca untuk melakukan olharaga dengan jalan kaki.

Kenapa memilih jalan kaki? Alasannya sudah dijelaskan dalam karangan tersebut sehingga pembaca yakin dan terbujuk untuk melakukannya.

Pengertian dan Ciri-Ciri Persuasif | lookadmin | 4.5