Pengertian, Bentuk, dan Dampak Perilaku Menyimpang

Advertisement

Pengertian, Bentuk, dan Dampak Perilaku Menyimpang – Perilaku menyimpang dapat didefinisikan sebagai suatu perilaku yang diekspresikan oleh seorang atau beberapa orang anggota masyarakat yang, secara disadari atau tak disadari, tidak sesuai dengan norma yang berlaku dan telah diterima oleh sebagian besar anggota masyarakat. Bagaimanakah pengertian, bentuk, dan dampak perilaku menyimpang? Mari simak bahasan berikut.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai pengertian, bentuk, dan dampak perilaku menyimpang.

Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang. Secara umum, perilaku menyimpang dapat dikategorikan sebagai berikut:
• Perilaku menyimpang yang dianggap suatu kejahatan, seperti perampokan, pembunuhan, dan sebagainya.
• Penyimpangan berupa perilaku yang berbeda dengan orang kebanyakan, seperti penyendiri.

Menurut Paul B. Horton, penyimpangan sosial memiliki 6 (enam) ciri, yakni:

• Penyimpangan harus dapat didefinisikan.
• Penyimpangan dapat diterima atau juga ditolak.
• Penyimpangan ada yang bersifat relatif dan mutlak.
• Penyimpangan adakalanya terjadi akibat adanya kesenjangan antara budaya nyata dengan budaya ideal.
• Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan.
• Penyimpangan sosial bersifat adaptif (menyesuaikan).

Secara umum, perilaku menyimpang terjadi disebabkan oleh sejumlah faktor, di antaranya:
1) Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
2) Proses belajar yang menyimpang.
3) Ketegangan antara kebudayaan dan struktur sosial.
4) Ikatan sosial yang berlainan dan pengaruh kelompok sosial.
5) Akibat proses sosialisasi nilai-nilai subkebudayaan menyimpang.

Menurut Edwin M. Lemert (1951) perilaku menyimpang atau penyimpangan terbagi atas dua bentuk :

a) Penyimpangan Primer
Penyimpangan primer merupakan penyimpangan yang dilakukan oleh seseorang, tetapi masyarakat masih bisa mentolerirnya, sehingga pelaku tetap dapat diterima oleh masyarakat. Ciri penyimpangan primer, yaitu:
• Bersifat sementara (temporer), dan
• Tidak dilakukan berulang-ulang.

b) Penyimpangan Sekunder
Adalah penyimpangan yang berwujud tindak kejahatan atau kriminalitas, sehingga masyarakat tak lagi bisa menerimanya. Pelaku didominasi oleh tindakan menyimpang tersebut, karena merupakan tindakan pengulangan dari penyimpangan sebelumnya.

Penyimpangan juga dapat dibedakan berdasarkan sifatnya sebagai berikut:

1. Penyimpangan positif
Penyimpangan positif ialah penyimpangan yang terarah pada nilai-nilai sosial yang ideal (didambakan). Awalnya, cara atau tindakan yang dilakukan itu bisa jadi tampak menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Tapi di kemudian hari, tindakan tersebut dapat membawa dampak positif atau kemajuan dalam kelompok maupun masyarakat.

2. Penyimpangan negatif
Penyimpangan negatif merupakan kencenderungan bertindak ke arah nilai-nilai sosial yang dipandang rendah dan akibatnya pun selalu buruk.

Dampak perilaku menyimpang dapat dibedakan menjadi:
• Dampak terhadap individu, yakni terkucil, terganggunya perkembangan jiwa, dan rasa bersalah.
• Dampak terhadap kelompok/masyarakat, yaitu maraknya kriminalitas, terganggunya keseimbangan sosial, serta pudarnya nilai dan norma.

RANGKUMAN

1) Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari norma yang berlaku dalam sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku menyimpang.
2) Menurut Edwin M. Lemert (1951) perilaku menyimpang atau penyimpangan terbagi atas dua bentuk, yakni penyimpangan primer dan penyimpangan sekunder.
3) Perilaku menyimpang berdampak terhadap individu maupun kelompok/masyarakat.

Advertisement
Pengertian, Bentuk, dan Dampak Perilaku Menyimpang | lookadmin | 4.5