Pengembangan Konflik dalam Menulis Cerpen

Advertisement

Pengembangan Konflik dalam Menulis Cerpen – Siswa mampu menulis karangan berdasarkan kehidupan diri sendiri dalam cerpen.

Tujuan
Siswa mampu mengembangkan konflik dalam cerpen sebagai salah satu keterampilan menulis cerpen.

Pada topik ini, kalian akan mempelajari langkah-langkah mengembangkan konflik dalam cerpen yang ditulis berdasarkan kehidupan sendiri. Sebelumnya kalian pasti ingat bahwa cerita pendek (cerpen) adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Karakteristik cerpen antara lain panjangnya tidak lebih dari 10.000 kata, alur tunggal dan lurus, serta konflik yang dialami tokoh lebih sederhana daripada novel dan tidak menimbulkan perubahan nasib tokoh.

Alur dalam Cerpen

Salah satu unsur pembangun cerpen adalah alur atau plot. Alur adalah rangkaian peristiwa yang saling berkaitan dalam sebuah cerpen. Berdasarkan tahapannya, alur terdiri atas bagian berikut.
– Eksposisi atau pengenalan, yaitu bagian yang menjelaskan tokoh-tokoh, latar, dan pengenalan konflik;
– Konflik, yaitu ketegangan atau masalah yang dihadapi oleh tokoh-tokoh di dalam cerpen tersebut;
– Komplikasi, yaitu pengembangan konflik yang dialami tokoh menjadi semakin rumit;
– Klimaks, yaitu tahapan puncak dari konflik yang dialami oleh tokoh-tokoh di dalam cerpen tersebut;
– Resolusi atau peleraian, yaitu penyelesaian konflik dan pemecahan masalah yang dialami tokoh-tokoh dalam cerpen;
– Penyelesaian, yaitu berakhirnya konflik.

Pengembangan Konflik dalam Cerpen

Bagian penting dari alur cerpen adalah adanya konflik, yaitu ketegangan atau masalah yang dihadapi oleh tokoh di dalam cerpen. Konflik dapat berupa konflik fisik atau konflik batin. Konflik fisik adalah masalah yang dihadapi oleh tokoh secara fisik, sedangkan konflik batin adalah masalah-masalah psikologis yang dihadapi oleh tokoh. Konflik yang dialami tokoh dapat terjadi dengan tokoh lain atau dirinya sendiri.

Konflik yang dibangun dalam cerpen lebih sederhana daripada novel. Di dalam cerpen, konflik yang terjadi tidak mengakibatkan perubahan nasib pada tokohnya. Meskipun demikian, konflik yang terjadi dalam cerpen tetap harus dikembangkan agar menjadi sebuah cerita yang utuh. Cerita yang utuh dalam cerpen terdiri atas konflik, pengembangan konflik (komplikasi), puncak konflik (klimaks), dan penyelesaiannya (resolusi).

Pengembangan konflik dalam cerpen dapat dilakukan dengan tiga teknik pengaluran, yaitu sebagai berikut.
1. Alur maju (progresif), yaitu rangkaian peristiwa dalam cerpen yang terjadi sesuai urutan waktu;
2. Alur mundur (flashback), yaitu rangkaian peristiwa dalam cerpen yang diceritakan dengan mengurai masa lalu yang titik pijaknya adalah masa sekarang.
3. Alur campuran, yaitu menggabungkan teknik penceritaan alur maju dan alur mundur secara bersamaan.

Berikut langkah-langkah mengembangkan konflik dalam cerpen.

1. Tentukan tema yang menjadi dasar cerpen.

2. Susun sebuah kerangka cerpen yang berisi latar, tokoh, watak tokoh, dan peristiwa yang dialami tokoh-tokoh tersebut.

3. Kembangkan peristiwa yang dialami tokoh dengan beberapa teknik pengaluran atau penceritaan, yaitu alur maju (progresif), alur mundur (flashback), atau alur campuran.

Contoh Pengembangan Konflik dalam Cerpen

Perhatikan rangkaian peristiwa berikut!
1. Dina adalah anak yang hidup di sebuah panti asuhan sejak kecil.
2. Suatu hari, ibu asuhnya di panti asuhan memberi tahu bahwa ibu kandung Dina ingin menemuinya.
3. Dina menolak karena merasa ibu kandungnya jahat telah meninggalkannya sejak kecil.
4. Ibu asuhnya terus membujuk dan mengatakan bahwa bagaimana pun ibu kandung telah berjasa melahirkannya.
5. Dina pun bersedia dan mendapatkan kabar bahwa ibu kandungnya menunggu di taman pada hari Minggu.

Kemudian, perhatikan pengembangan peristiwa tersebut ke dalam cerpen berikut, termasuk pengembangan konfliknya!

Ibuku Bukan Ibuku
Sudah dua jam, Dina menunggu di taman. Namun, yang ditunggunya tak kunjung datang. Ia berusaha menahan kesabaran. Ia terus mengingat bahwa orang yang ditunggungnya adalah orang yang telah berjasa dalam hidupnya. Meski ia sering menyalahkan keadaannya, tapi suratan takdir tidak bisa ditolak. Bahwa orang yang ditunggunya adalah orang yang membawanya mengenal dunia. Meski sekadar melahirkan dan setelah itu pergi entah ke mana. Ya, orang yang ditunggu adalah ibunya.

Dua hari lalu, Bu Yanti, tiba-tiba memberi kabar mengejutkan. Baru saja Dina pulang ke panti yang sejak kecil jadi rumahnya, Bu Yanti menghampirinya dengan tergopoh-gopoh.
“Dina! Dina!” panggil Bu Yanti dari kejauhan sambil menghampiri.
“Ada apa, Bu? Kenapa berlari-lari seperti itu?”
“Sebentar, ibu ada berita penting untukmu,” jawab Bu Yanti.
Dina tampak terheran-heran dengan ekspresi Bu Yanti yang tampak seperti membawa kabar yang mengejutkan. (“Ibuku Bukan Ibuku”, Elfarizi)
….

Penjelasan

Konflik pada penggalan cerpen di atas adalah pada saat Dina menunggu ibunya yang tak kunjung datang. Konflik tersebut terjadi antara Dina dengan dirinya sendiri. Bentuk konfliknya adalah konflik batin karena hanya melibatkan kondisi psikologis tokoh Dina itu sendiri.

Pada penggalan cerpen tersebut, ditunjukkan pengembangan peristiwa yang telah ditentukan sebelumnya. Berdasarkan teknik pengalurannya, rangkaian peristiwanya bersifat mundur (flashback). Pada paragraf pertama disebutkan tokoh Dina telah lama menunggu ibunya di taman (peristiwa 5). Pada paragraf berikutnya, cerita berjalan mundur dengan menjelaskan peristiwa pertama kali ibu asuhnya memberitahu Dina tentang ibu kandungnya (peristiwa 1 dan 5).

Demikian contoh pengembangan konflik dengan teknik pengaluran mundur (flashback).

Poin Penting

  1. Cerita pendek (cerpen) adalah karangan prosa pendek yang memiliki karakteristik sebagai berikut. a. panjangnya tidak lebih dari 10.000 kata, b. alur tunggal dan lurus, dan c. konflik yang dialami tokoh lebih sederhana daripada novel dan tidak menimbulkan perubahan nasib tokoh.
  2. Konflik adalah ketegangan atau masalah yang dihadapi oleh tokoh di dalam cerpen.
  3. Konflik dapat berupa konflik fisik atau konflik batin.
  4. Teknik pengaluran yang dapat digunakan untuk mengembangkan konflik dalam cerpen adalah alur maju (progresif), alur mundur (flashback), dan alur campuran.
Advertisement
Pengembangan Konflik dalam Menulis Cerpen | lookadmin | 4.5