Close Klik 2x

Pengamatan Gejala Alam

Advertisement

Pengamatan Gejala Alam – Pada topik ini, kalian akan mempelajari Pengamatan Gejala Alam. Apakah itu gejala alam? Bagaimana cara mengamati gejala alam? Mari kita pelajari.

1. Gejala Alam

Gejala alam adalah suatu fakta atau fenomena yang menunjukkan segala proses yang terjadi secara alami pada benda-benda mati ataupun pada makhluk hidup secara individual ataupun dalam konsep ekosistem.
Dalam alam semesta, gejala alam dibedakan menjadi dua, yaitu gejala alam abiotik (benda mati) dan gejala alam biotik (makhluk hidup). Gejala alam abiotik dan biotik merupakan keadaan lingkungan di sekitar kita yang ditunjukkan oleh keadaan makhluk hidup maupun benda tidak hidup. Gejala alam abiotik dan biotik tidak dapat dipisahkan. Kejadian yang terjadi pada komponen biotik akan berpengaruh terhadap komponen abiotik, demikian pula sebaliknya.

a. Gejala Alam Abiotik
Gejala alam abiotik adalah peristiwa yang terjadi bukan akibat dari proses kehidupan makhluk hidup. Gejala alam abiotik juga dapat diartikan suatu keadaan lingkungan di sekitar kita yang ditunjukkan oleh benda tidak hidup. Contohnya udara, tanah, air, gunung berapi, dan sebagainya.
b. Gejala Alam Biotik
Gejala alam biotik adalah peristiwa yang terjadi akibat dari proses kehidupan makhluk hidup. Gejala alam biotik juga dapat diartikan suatu keadaan lingkungan di sekitar kita yang ditunjukkan oleh keadaan makhluk hidup. Contohnya perkecambahan, perbungaan, pertumbuhan dan perkembangan, kelahiran pada hewan, adaptasi dan upaya-upaya mempertahankan hidup, serta kehidupan dan perilaku hidup pada berbagai habitat.

Kehidupan dan perilaku lebah madu merupakan contoh gejala biotik

2. Pengamatan Gejala Alam dengan Metode Ilmiah

Pengamatan gejala alam dapat dilakukan dengan metode ilmiah. Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan dan membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan gejala alam.
⚛ Karakteristik umum dalam metode ilmiah ⚛
a. Sistematis
Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai dengan pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah, sederhana, hingga kompleks.
b. Logis
Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah bekerjanya akal yaitu logika.
c. Empirik
Artinya suatu penelitian yang didasarkan pada pengalaman sehari-hari, yang ditemukan atau melalui hasil coba-coba. Kemudian, diangkat menjadi sebuah penelitian.
d. Replikatif
Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan kondisi yang sama.

⚛ Langkah-langkah dalam metode ilmiah ⚛
a. Merumuskan masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
b. Observasi (pengamatan)
Mengobservasi bertujuan untuk mengumpulkan data. Ada dua macam observasi, yaitu observasi kualitatif dan observasi kuantitatif.
1) Observasi kualitatif
Observasi kualitatif merupakan pengamatan menggunakan alat indra, seperti melihat, mendengar, membau, dan merasakan. Data observasi kualitatif berupa kalimat deskritif (penjelasan). Misalnya, bunga itu berwarna merah.
2) Observasi kuantitatif
Observasi kuantitatif merupakan pengamatan menggunakan alat ukur, seperti menimbang, mengukur volume, dan mengukur panjang. Data observasi kuantitatif berupa angka-angka. Misalnya, panjang meja itu 50 cm.
c. Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah berdasarkan hasil observasi.
d. Eksperimen
Membuktikan hipotesis dengan melakukan percobaan.
e. Kesimpulan
Menyimpulkan jawaban apakah hipotesis diterima atau ditolak.
f. Eksperimen ulang
Jika hipotesis ditolak, maka harus melakukan eksperimen ulang.

Metode ilmiah harus didasari oleh sikap ilmiah, yaitu:
a. rasa ingin tahu;
b. jujur;
c. objektif (sesuai dengan fakta yang ada);
d. tekun (tidak mudah putus asa);
e. teliti (tidak ceroboh); dan
f. bersikap terbuka (mau menerima pendapat orang lain).

Pengamatan Gejala Alam | lookadmin | 4.5