Penerapan Konsep Massa Jenis dalam Kehidupan

Penerapan Konsep Massa Jenis dalam Kehidupan – Untuk mengisi libur sekolah, Bahrin dan kakaknya pergi ke pameran maritim untuk melihat berbagai jenis kapal perang yang dimiliki Indonesia dan belajar mengenai ilmu kemaritiman.
Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang massa jenis. Massa jenis merupakan hasil perbandingan antara massa zat terhadap volumenya. Nah, pada topik ini, kalian akan belajar tentang penerapan massa jenis dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya telah kalian baca dari cerita Bahrin di atas. Untuk lebih lengkapnya simak ulasan berikut.

1. Terapung dan tenggelamnya kapal selam

Kapal selam adalah kapal khusus yang dirancang untuk menyelam di laut. Kapal ini biasa dimanfaatkan untuk keperluan pertahanan dan keamanan, kendaraan wisata, maupun untuk keperluan penelitian. Kapal selam dapat terapung, melayang, dan tenggelam karena massa jenis kapal ini dapat diatur, sehingga nilainya dapat lebih kecil, lebih besar, atau sama dengan massa jenis air laut.
Kapal selam dilengkapi dengan tangki pemberat yang terletak di lambung kapal bagian dalam dan luar. Tangki ini berisi air dan udara yang berfungsi untuk membuat massa jenis kapal selam menjadi lebih besar atau lebih kecil. Untuk membuat kapal selam tenggelam, air laut dipompa masuk ke dalam tangki pemberat sehingga massa jenis kapal selam menjadi lebih besar dari massa jenis air laut. Sebaliknya, untuk membuat kapal selam terapung, air laut dipompa keluar sehingga massa jenis total kapal selam menjadi lebih kecil dan kapal pun akan naik terapung. Kapal selam juga dilengkapi dengan katup yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara jumlah udara dan air dalam kapal, sehingga kapal selam dapat bergerak dalam kondisi stabil.

2. Terbangnya balon gas

Agar balon gas dapat terbang di udara, massa jenis dalam balon tersebut harus lebih kecil dari udara yang ada di sekitarnya. Para ahli menemukan bahwa helium adalah gas yang memiliki massa jenis lebih kecil dari udara bebas. Oleh karenanya, bahan utama pengisi balon adalah gas helium. Selain itu, balon gas dapat digunakan untuk mengangkat beban yang tenggelam di dasar laut atau sungai. Benda yang tenggelam diikatkan pada balon yang berisi gas helium. Setelah berisi udara, balon tersebut akan naik dan mengangkat benda karena massa jenis balon lebih kecil dari air laut/ sungai.

3. Kapur dalam air minum dingin

Air yang biasa kalian konsumsi, tidak selalu bebas dari senyawa-senyawa kimia, contohnya kapur. Air yang mengandung kapur memang tidak terlihat secara langsung. Hal itu dapat dibuktikan saat air dimasukkan dalam lemari pendingin. Saat didinginkan, air yang mengandung kapur akan membentuk endapan karena massa jenisnya menjadi lebih kecil, sehingga kapur akan terpisah lalu mengendap.

4. Ban karet

Ban karet biasa digunakan untuk berenang dan membantu kecelakaan angkutan air. Udara yang dipompakan ke dalam ban tersebut akan menurunkan massa jenis ban, sehingga ban selalu terapung pada air.

5. Sarana transportasi tradisional

Sarana transportasi tradisional seperti sampan juga memanfaatkan prinsip massa jenis. Massa jenis kayu harus lebih kecil daripada air, sehingga kayu dapat terapung.

6. Oli untuk mesin

Alat transportasi darat dan laut memiliki jenis mesin yang berbeda. Mesin-mesin tersebut dilapisi pelumas agar tidak cepat aus. Pelumas yang digunakan juga berbeda-beda massa jenisnya, bergantung pada karakteristik bahan pembuat mesin.

7. Lapisan batuan penyusun bumi

Susunan batuan di lapisan penyusun bumi didasarkan pada massa jenisnya, contohnya konglomerat, batu pasir, serpih, dan batu gamping. Batuan konglomerat yang memiliki massa jenis paling besar berada pada lapisan paling bawah, kemudian semakin ke atas massa jenisnya semakin kecil.

Penerapan Konsep Massa Jenis dalam Kehidupan | lookadmin | 4.5