Penelitian Sejarah

Penelitian Sejarah – Langkah-langkah dalam melakukan penelitian sejarah dapat diuraikan dalam beberapa tahap yaitu :

I. Penemuan Topik
Dalam upaya menulis kisah sejarah peristiwa di masa lampau, terlebih dahulu dipilih topik untuk membatasi obyek penulisan. Topik yang dipilih sebaiknya sesuai dengan kebutuhan sehingga cakupannya sesuai dengan kebutuhan serta dapat dikerjakan dalam waktu dan biaya yang tersedia. Dalam memilih topik dapat didasarkan pada :
a) Kedekatan emosional
Kedekatan hubungan emosional antara sejarawan dengan pemilihan topik akan memberikan dorongan yang besar bagi terselesaikannya proses penulisan tersebut. Hal ini karena secara tidak langsung penulis akan meyakini apa yang dikerjakannya tersebut sebagai sesuatu yang berharga dan bermanfaat.
b) Kedekatan intelektual
Seseorang yang memiliki kedeketan emosional biasanya juga akan memiliki kedekatan intelektual. Keterikatan terhadap topik yang dipilih tentunya mendorong penulis untuk menguasai seluruh konsep tentang permasalahan penelitian yang akan dihadapi. Penguasaan itu dapat dilakukan melalui pencarian sejumlah referensi.

II. Tahapan dalam Penelitian Sejarah
Usaha penulisan kembali peristiwa-peristiwa masa lampau disebut dengan historiografi. Dalam melakukan penulisan kembali peristiwa masa lampau tersebut, sejarawan akan berupaya agar karyanya benar-benar menjadi pengungkapan masa lalu seobyektif mungkin. Ada empat tahapan yang dilakukan oleh para sejarawan dalam melakukan penulisan kembali masa lampau, yaitu :
a) Heuristik
Heuristik bersala dari bahasa Yunani, heuriken yang berarti menemukan. Dalam kegiatan penulisan sejarah, kata heuristik berarti usaha untuk mencari dan mengumpulkan sumber-sumber sejarah. Tahapan ini ditandai dengan sejumlah observasi ke obyek-obyek sejarah.
b) Verifikasi
Sebelum sumber-sumber sejarah yang terkumpul digunakan sebagai pendukung sebuah karya tulis, terlebih dahulu dilakukan pengujian atau penelitian baik dari segi kebenaran materi, isi, maupun keaslian dari sumber-sumber tersebut. Dalam ilmu sejarah, hal ini disebut kritik. Kritik tersebut meliputi :
• Kritik intern
Kritik intern adalah kritik terhadap isi dari suatu peninggalan sejarah, seperti isi prasasti, isi kitab kuno, dan isi dokumen.
• Kritik ekstern
Kritik ekstern adalah kritik terhadap keaslian dari sumber-sumber sejarah yang ada. Pada tahap ini pengujian dilakukan melalu beberapa cara :
 Tipologi, penentuan usia berdasarkan berntuk (tipe) dari benda peninggalan tersebut.
 Stratifikasi, penentuan umur relatif suatu benda berdasarkan lapisan tanah tempat benda ditemukan.
 Kimiawi, penentuan usia suatu peninggalan berdasarkan unsur kimia yang terkandung pada benda tersebut.

III. Interpretasi
Pada tahap ini penulis sejarah melakukan penafsiran (interpretasi) terhadap sumber-sumber sejarah yang telah terpilih sebagai bukti penelitiannya. Dengan demikian, sesuatu yang tersirat dan tersurat dalam peninggalan tersebut dapat dikomunikasikan. Sejarah sebagai kisah selalu mengandung dua hal, yaitu data dan tafsiran atas suatu peristiwa sehingga bisa terjadi peristiwayang sama dikisahkan dengan wacana yang berbeda, bahkan dengan tekanan yang berbeda pula. Perbedaan tersebut terjadi karena perbedaan pandangan, ideologi, minat dan kepentingan antara penulis dan saksi sejarah.

IV. Historiografi
Pada tahap terakhir ini, sejarawan melakukan penyusunan kisah sejarah sesuai dengan norma-norma dalam disiplin ilmu sejarah. Di antaranya yang paling penting penyusunan tersebut bersifat kronologis. Selain itu penulisan harus diupayakan seobyektif mungkin menghindari adanya penyimpangan. Kadar subyektivitas dalam penulisan sejarah juga ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain sikap berat sebelah, prasangka kelompok, dan pandangan hidup yang berbeda tentang sejarah.

Penelitian Sejarah | lookadmin | 4.5