Close Klik 2x

Pencemaran Udara dan Cara Mengatasinya

Advertisement

Pencemaran Udara dan Cara Mengatasinya – Mari amati keadaan udara saat jam sibuk kendaraan berlangsung. Apakah kalian melihat kabut yang menutupi udara? Apakah kabut tersebut terasa perih di mata? Mari kita pelajari di topik ini apakah kabut tersebut dan apa saja kandungan di dalamnya.

Komposisi udara bersih pada lapisan tropesfer bumi sebagian besar terdiri dari 78,1% nitrogen, 20,9% oksigen, dan masih banyak kandungan gas lainnya seperti argon, karbondioksida, neon, helium, dan masih banyak gas lainnya.Aktivitas manusia modern menyebabkan gas yang mencemari udara dilepas ke lingkungan bebas. Gas ini berasal dari industri, kendaraan bermotor, pembakaran hutan, maupun penggunaan peralatan rumah tangga sekalipun.

1. Karbondioksida (CO₂)

Gas ini tergolong ke dalam gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Sebelum era industri dimulai, karbondioksida di udara masih sangat rendah. Namun setelah era industri, kadar gas ini meningkat pesat. Gas karbondioksida ini umumnya dihasilkan dari proses pembakaran senyawa-senyawa organik seperti reaksi berikut ini.

CxHy + O₂ → CO₂ + H₂O

Secara alami, karbondioksida dikeluarkan oleh manusia dalam proses penapasan dan diserap oleh tumbuhan untuk proses fotosintesis. Gas ini juga berfungsi sebagai penjaga suhu bumi. Akan tetapi peningkatan kadar CO₂ di udara menyebabkan peningkatan suhu bumi. Peningkatan ini menyebabkan mencairnya es di kutub utara atau selatan dan menyebabkan peningkatan suhu bumi.

2. Karbonmonoksida (CO)

Gas ini merupakan hasil pembakaran tidak sempurna dari senyawa organik oleh knalpot kendaraan bermotor. Gas ini tergolong berbahaya bagi manusia karena kemampuannya untuk bereaksi dengan darah.

Hb + CO → HbCO

Jika seseorang menghirup udara yang tercemar oleh CO maka darah akan mengikat CO terlebih dahulu, kemudian akan mengikat oksigen yang dapat mengakibatkan tubuh kekurangan oksigen. Menghirup gas ini dalam beberapa jam akan berakibat pada kematian.

3. Oksida Belerang (SO₂)

Secara alamiah, gas ini dihasilkan oleh aktivitas gunung berapi, pelapukan organisme, pembakaran hutan, dan dari sumber air panas yang mengandung belerang. Selain dari proses alami, oksida belerang di atmosfer juga berasal dari pembakaran minyak bumi yang mengandung belerang, industri pengolahan bijih sulfida, dan masih banyak yang lain.
Gas ini jika terlalu lama dihirup dapat menyebabkan radang paru-paru ataupun bronkitis. Oksida belerang di udara akan teroksidasi menjadi SO₃ yang jika bereaksi dengan air akan menghasilkan asam sulfat.

SO₂ + O₂ → SO₃

SO₃ + H₂O → H₂SO₄

Asam sulfat dalam air inilah yang dinamakan dengan hujan asam. Hujan asam akan menyebabkan perkaratan pada bahan-bahan logam serta kerusakan lingkungan. Hujan ini juga dapat menggangu atau merusak klorofil daun sehingga menyebabkan kepucatan dan layu.

4. Oksida Nitrogen (NO dan NO₂)

Oksida nitrogen ini merupakan gas yang menimbulkan smog, yaitu gabungan dari asap dan kabut yang berupa kabut tipis cokelat kemerahan. Smog ini terdiri dari campuran oksida nitrogen dan ozon. Saat lalu lintas sibuk, knalpot kendaraan bermotor akan melepaskan gas NO yang akan teroksidasi menjadi NO₂. Sinar ultraviolet dari matahari akan menyebabkan sebagian NO₂ mengalami penguraian, menghasilkan atom oksigen bebas yang bila bereaksi dengan O₂ menghasilkan ozon.

NO₂ → NO + O

O + O₂ → O₃

Campuran dari NO₂ dan O₃ inilah yang dinamakan smog. Kabut ini menyebabkan mata perih, menyesakkan hidung, dan mengganggu pandangan. Ozon juga dapat bereaksi dengan NO menghasilkan:

O₃ + NO → NO₂ + O₂

5. Senyawa CFC

Kloroflourokarbon adalah senyawa yang banyak digunakan untuk pendingin, pembersih alat elektronik, alat semprot aerosol, maupun sebagai propelan dalam kosmetika. Senyawa ini tidak beracun dan tidak mudah bereaksi. Namun, karena kestabilannya zat ini mampu terbang bebas ke udara dan dapat menguraikan ozon.

CF₂Cl₂ → CF₂Cl + Cl

Cl + O₃ → ClO + O₂

ClO + O → Cl + O₂

Pada reaksi terakhir, atom Cl kembali terbentuk dan akan bereaksi dengan ozon lainnya. Satu atom Cl dapat menguraikan seratus ribu molekul ozon.

Cara Mencegah Pencemaran Udara

1. Melakukan penghijauan dan memperbanyak taman terbuka hijau di daerah perkotaan karena tumbuhan mampu menyerap karbondioksida di udara. Tidak membuka lahan secara berlebihan apalagi dengan membakarnya juga dapat dijadikan solusi untuk mengurangi pencemaran udara.
2. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor yang merupakan sumber utama polusi udara. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mulai beralih menggunakan energi alternatif yang tentu saja lebih ramah lingkungan.
3. Mengganti penggunaan senyawa CFC dengan senyawa yang lebih ramah lingkungan.

Pencemaran Udara dan Cara Mengatasinya | lookadmin | 4.5