Pencemaran Air dan Cara Mengatasinya

Advertisement

Pencemaran Air dan Cara Mengatasinya – Mari kita amati keadaan sungai, sumur, dan sumber-sumber air lainnya di lingkungan kita. Bagaimana warna air yang terlihat? Bagaimana keadaan daerah aliran sungai di lingkunganmu? Apakah masih terlihat asri? Apakah airnya sudah termasuk tercemar? Bagaimana ciri-ciri air tercemar? Pada topik ini, kita akan mempelajari bagaimana ciri-ciri air tercemar, zat-zat pencemarnya, dan cara mengatasinya.

A. Pengertian Air Tercemar

Air dinyatakan tercemar apabila terdapat gangguan terhadap kualitasnya sehingga tidak dapat digunakan untuk tujuan penggunaannya. Air tercemar karena masuknya makhluk hidup, zat, atau energi ke dalam air sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu. Akibatnya, air tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

Penggolongan Air Berdasarkan Peruntukannnya

Golongan A adalah air yang bisa langsung dikonsumsi tanpa pengolahan.
Golongan B adalah air yang dijadikan sebagai air baku untuk air minum.
Golongan C adalah air yang digunakan untuk keperluan perikanan dan peternakan.
Golongan D adalah air yang digunakan untuk keperluan pertanian. Dapat pula dimanfaatkan untuk usaha perkotaan, industri, atau pun pembangkit listrik tenaga air.

        Oleh karena kualitas air untuk berbagai peruntukan berbeda-beda, maka perlu ditetapkan syarat baku mutu air yang menjadi acuan untuk menentukan tingkat pencemaran air. Syarat baku mutu air tersebut berdasarkan peraturan pemerintah RI nomor 20 tahun 1990 tentang pengendalian pencemaran air. Dalam pembahasan kualitas air ada beberapa parameter yang digunakan, yaitu DO, BOD, pH, dan zat padat terlarut.

1. Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen, DO)

Air mengandung oksigen terlarut yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di dalamnya seperti ikan, udang, kerang, dan binatang air lainnya. Oksigen ini berasal dari hasil fotosintesis tumbuhan air. Agar binatang dalam air bisa hidup, air sekurang -kurangnya harus memiliki oksigen 5 ppm (bagian persejuta). Apabila kadar oksigen di bawah 5 ppm, maka binatang air akan mati dan bakteri akan berkembang. Apabila air mengandung banyak bahan organik, bakteri anaerob di dalamnya akan berkembang biak, sehingga mengakibatkan oksigen terlarut akan berkurang.

2. Kebutuhan Oksigen Biokimia (Biochemical Oxygen Demand, BOD)

Kebutuhan oksigen biokimia (BOD) adalah ukuran yang menyatakan banyaknya oksigen yang digunakan dalam reaksi oksidasi oleh bakteri. Reaksi oksidasi oleh bakteri ini berguna untuk menguraikan zat organik dalam air. Untuk selanjutnya direduksi oleh bakteri anaerob dari bahan organik menjadi CH₄, NH₃, dan gas H₂S. NH₃ dan H₂S berbau tidak sedap. Itulah sebabnya mengapa got/ selokan, sungai tercemar, atau aliran pembuangan lainnya berbau tidak sedap. Air dianggap bersih apabila BOD kurang dari 1 ppm. Bila BOD semakin besar, maka kadar DO akan semakin rendah.

3. pH (Kadar Keasaman)

Air dalam keadaan normal mempunyai keasaman sekitar pH 6,0 – 7,5. Tingkat keasaman air dapat berubah karena hadirnya senyawa kimia buangan di dalam air.

4. Zat Padat Terlarut

Air alamiah yang terdapat pada permukaan bumi sangat sulit ditemukan dalam keadaan murni. Semuanya sudah mengandung senyawa kimia, seperti mineral. Peningkatan zat dapat diakibatkan bahan pencemar yang berasal dari limbah industri, rumah tangga, pertambangan, dan lain sebagainya. Sesuai peraturan pemerintah untuk air dari golongan A jumlah zat padat dalam air maksimum 1000 mg/L.

B. Sumber-Sumber Pencemar Air

1. Limbah Industri

Secara umum, limbah buangan industri yang langsung dibuang ke lingkungan akan menimbulkan pencemaran. Limbah industri ini beraneka ragam dapat berupa zat warna, zat organik, dan logam. Limbah industri berbahaya adalah logam berat misalnya merkuri (raksa), timbal, kadnium, dan arsen. Namun yang paling berbahaya adalah merkuri, contoh kasusnya di Jepang antara tahun 195 – 1960 terdapat 111 orang meninggal dunia karena mengonsumsi ikan dari teluk Minamata yang tercemar oleh merkuri.

2. Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga yang paling banyak mencemari lingkungan adalah detergen. Detergen memiliki komponen yang sukar untuk diuraikan oleh mikroorganisme sehingga dapat tetap aktif bahkan sampai tahunan. Senyawa fosfat yang terkandung dalam detergen juga dapat merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang mengganggu ekosistem air.

3. Limbah Pertanian

Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan dapat mengakibatkan pencemaran pada air. Pupuk akan memberikan nutrisi pada ganggang dan eceng gondok yang dapat menutupi permukaan air dan menghalangi masuknya sinar matahari ke dalam air. Pestisida yang berlebihan menyebabkan ikan mati. Pestisida yang berlebihan akan diserap oleh mikroorganisme sehingga menyebabkan pestisida tersebut akan masuk dalam rantai makanan.

Cara Mengatasi Pencemaran Air

Air merupakan komponen kehidupan yang sangat dibutuhkan oleh semua mahkluk hidup yang ada di muka bumi. Untuk tujuan tersebut, kita perlu mencegah dan mengatasi pencemaran air agar tidak berlangsung secara terus-menerus. Cara mengatasinya antara lain sebagai berikut.
1. Tidak membuang sampah atau limbah apapun ke sungai, laut, danau, atau sumber-sumber air lainnya. Dengan kata lain, buanglah sampah pada tempatnya.
2. Melarang industri atau perusahaan membuang limbah secara langsung ke lingkungan. Limbah industri harus diolah terlebih dahulu agar lebih ramah lingkungan dan kemungkinan bisa diuraikan oleh mikroorganisme pengurai.
3. Tidak menggunakan pupuk dan pestisida secara berlebihan sehingga tidak akan menyebabkan lingkungan tercemar. Bisa juga beralih pada pupuk atau pestisida organik yang jauh lebih ramah lingkungan.

Advertisement
Pencemaran Air dan Cara Mengatasinya | lookadmin | 4.5