Close Klik 2x

Pembuatan Preparat

Advertisement

Pembuatan Preparat – Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang mikroskop dan penggunaannya. Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari pembuatan preparat. Sebelumnya, mari kita ingat kembali tentang mikroskop dan penggunaannya.

1. Mikroskop dan Penggunaannya

Mikroskop berasal dari kata dalam bahasa Yunani, yaitu micron yang artinya kecil dan scoposyang artinya tujuan. Jadi, mikroskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang.

Ada dua jenis mikroskop berdasarkan kenampakan objek yang di amati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sementara berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.

2. Pembuatan Preparat

Dalam pengamatan menggunakan mikroskop, kita mengenal istilah preparat. Preparat menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti bahan yang disiapkan secara kimia. Preparat itu sendiri merupakan objek yang akan diamati dengan menggunakan mikroskop.

Secara garis besar, preparat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.
a. Preparat basah
Preparat basah biasanya digunakan pada waktu praktikum struktur tumbuhan atau hewan. Preparat yang dihasilkan tidak dapat disimpan lama.
b. Preparat awetan
Preparat awetan biasanya digunakan pada waktu melakukan praktikum mikroteknik tumbuhan. Preparat yang dihasilkan dapat disimpan cukup lama.

Preparat (objek pengamatan) yang akan kita amati dengan menggunakan mikroskop dapat kita buat sendiri. Ada dua cara pembuatan preparat, yaitu pembuatan preparat tanpa penyayatan dan pembuatan preparat dengan penyayatan.
a. Pembuatan preparat tanpa penyayatan
Preparat yang dibuat tanpa penyayatan biasanya adalah preparat yang berasal dari mikroorganisme yang terdapat di dalam air.
Cara membuatnya:
Ambil air yang akan diamati dengan menggunakan pipet tetes. Kemudian tempatkan air tersebut pada object glass. Setelah itu, tutup object glass dengan menggunakan kaca penutup. Preparat siap diamati dengan menggunakan mikroskop.
b. Pembuatan preparat dengan penyayatan
Preparat yang dibuat dengan penyayatan biasanya adalah preparat yang berasal dari organ tubuh mikroorganisme, misalnya penampang daun, akar, atau otot.
Untuk membuat preparat dengan penyayatan, kita perlu menyiapkan peralatan seperti silet, object glass, kaca penutup, dan bahan pewarna. Bahan pewarna biasanya digunakan untuk memudahkan dalam pengamatan. Bahan pewarna yang biasa digunakan adalah lugol, biru metilen (methylene blue), dan eosin.
Cara membuatnya:
1) Gunakan gabus atau batang umbi kayu sebagai alat bantu untuk mempermudah menyayat bagian tumbuhan seperti akar, daun, atau batang. Kemudian sayat/ belahlah tengahnya.
2) Selipkan daun pada belahan gabus. Kemudian, sayatlah dengan silet setipis mungkin untuk mendapatkan penampang melintang daun (jika objek yang akan diamati adalah daun).
3) Selipkan akar atau batang pada belahan gabus. Kemudian, sayatlah dengan silet setipis mungkin untuk mendapatkan penampang melintang akar/ batang (jika objek yang akan diamati adalah akar/ batang).
Setelah mendapatkan sayatan setipis mungkin, selanjutnya lakukan langkah-langkah berikut ini.
1) Letakkan jaringan atau objek yang akan diamati pada object glass yang telah ditetesi air. Kemudian tutup dengan kaca penutup.
2) Tambahkan setetes pewarna. Pewarna yang digunakan dapat berupa yodium, metilen biru, ataupun merkurokrom agar objek pengamatan lebih jelas.
3) Jika cairan melimpah, seraplah dengan menggunakan kertas lensa atau tisu, tetapi jangan terlalu banyak cairan yang dikeluarkan.
4) Amati di mikroskop dengan perbesaran paling kecil.
Demikianlah cara membuat preparat sederhana, baik menggunakan penyayatan maupun tanpa penyayatan.

Pembuatan Preparat | lookadmin | 4.5