Pemberontakan Gerakan 30 September

Pemberontakan Gerakan 30 September – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan mengetahui berbagai peristiwa seputar pemberontakan Gerakan 30 September (G30 S).

GERAKAN 30 SEPTEMBER

Apakah yang melatarbelakangi peristiwa pemberontakan Gerakan 30 September (G30 S) ? Bagaimanakah berlangsungnya pemberontakan tersebut ? Berikut penjelasannya.

Sebelum meletusnya Gerakan 30 September (G30S), Indonesia berada di bawah Demokrasi Terpimpin. Demokrasi tersebut adalah salah satu bentuk dari penyimpangan terhadap UUD 1945 dengan menjadikan Presiden sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di atas rakyat. Pada masa Demokrasi Terpimpin, Indonesia dicap sebagai negara yang akrab dengan golongan ‘kiri’ atau komunis. Terlebih setelah beberapa kebijakan Indonesia yang diambil oleh pemerintahan Presiden Soekarno tampak akrab dengan konfrontasi.

Pada masa ini, Indonesia menghadapi konflik besar dengan Malaysia. Konflik besar tersebut menghasilkan Dwikora (Dwi Komando Rakyat) sebagai bentuk perlawanan terhadap niat Malaysia membentuk negara-negara Federal beranggotakan negara bekas jajahan Inggris. Niat Malaysia ini dianggap Ir. Soekarno sebagai upaya untuk merebut Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Serawak dan Sabah (Malaysia) agar dapat dijadikan pangkalan militer Inggris. Dwi Komando Rakyat (Dwikora) berisi, antara lain :
1) Perhebat ketahanan Revolusi Indonesia.
2) Bantu perjuangan rakyat di Malaysia, Singapura, Serawak, dan Sabah untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Nekolim Malaysia.

Diterimanya Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB turut memperburuk hubungan Indonesia – Malaysia. Sebagai puncaknya, Indonesia menyatakan keluar dari PBB pada 7 Januari 1965 sekaligus menjadikan Indonesia lebih akrab dengan negara-negara komunis. Salah satunya adalah dengan bergabungnya Indonesia dalam NEFO (New Emerging Forces) yang beranggotakan Kamboja, Vietnam, RRC, Korea Utara, dan Uni Soviet. Dengan kebijakan ini, paham komunis pun dengan mudah merasuk ke Indonesia. Beberapa upaya penyebaran ajaran komunisme di Indonesia, yakni :
a) Menyusup ke dalam partai politik lain dan memecah belah.
b) Memaksa masuknya ajaran Marxisme dan Leninisme dalam mata pelajaran sekolah.
c) Doktrinasi perwira Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) dengan ajaran komunisme.
d) Mengubah haluan politik luar negeri yang bebas aktif menjadi memihak kepada negara-negara komunis dan memusuhi negara-negara Barat dan Amerika.
e) Melatih kader Partai Komunis Indonesia (PKI) dalam organisasi-organisasi seperti Pemuda Rakyat dan Gerwani.

Menyusul kian menguatnya pengaruh paham komunisme, pemberontakan meletus pada tanggal 30 September 1965 dengan menyasar pimpinan Angkatan Darat yang tidak berhasil didoktrin oleh Biro Khusus pimpinan DN Aidit dan Syam Kamaruzaman. Biro Khusus, ketika itu, menggerakkan pasukan untuk menjemput paksa sejumlah perwira pucuk pimpinan Angkatan Darat, yaitu :
• Letjen. Achmad Yani,
• Mayjen. MT. Haryono,
• Mayjen. Soeprapto,
• Brigjen. DI Panjaitan,
• Mayjen. S.Parman, dan
• Brigjen. Soetoyo Siswomihardjo.

Petinggi Angkatan Darat yang berhasil lolos dari upaya pembunuhan dan penculikan adalah Jend. A.H Nasution. Saat itu beliau menjabat sebagai Menteri Koordinator Hankam/Kepala Staf Angkatan Bersenjata. Dalam penyergapan di rumahnya, beliau berhasil meloloskan diri, namun anaknya Ade Irma Suryani Nasution tertembak dan akhirnya meninggal. Sementara ajudannya, Lettu Pierre Andreas Tendean diculik serta dibawa ke Lubang Buaya bersama dengan keenam jenderal yang sudah ditembak mati di rumah masing-masing.

Bersamaan dengan peristiwa G30S di Jakarta, berlokasi di Jawa Tengah juga terjadi pembantaian terhadap Komandan Korem 072, Kolonel Katamso dan Kepala Staf Korem, Letkol. Soegiyono. Pada saat nyaris bersamaan, dua Batalyon Raider menduduki Lapangan Merdeka di Jakarta, Istana Presiden, Gedung RRI dan Pusat Telekomunikasi.

RANGKUMAN

1) Gerakan 30 September terjadi di masa pemerintahan dalam periode Demokrasi Terpimpin yang dekat dengan paham kiri.
2) Gerakan 30 September (G30S) memaksakan paham komunis di Indonesia dengan mengacaukan stabilitas keamanan dalam negeri.

Pemberontakan Gerakan 30 September | lookadmin | 4.5