Close Klik 2x

Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Advertisement

Pembangunan Berwawasan Lingkungan – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai berbagai aspek dari pembangunan berwawasan lingkungan.

PEMBANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN

Manusia tidak dapat dilepaskan dari lingkungan tempat tinggalnya, yaitu bumi. Sumber daya bumi sangat penting bagi kelangsungan dan keberlanjutan hidup manusia. Namun, muncul berbagai permasalahan yang dapat mengganggu keberlanjutan hidup manusia. Bagaimanakah aspek-aspek dari pembangunan berwawasan lingkungan? Mari simak bahasan berikut.

Pada tahun 1987, laporan Komisi Dunia untuk Lingkungan dan Pembangunan (yang dikenal dengan nama Brundtland Report) menggunakan definisi berikut untuk menyampaikan gagasan tentang pembangunan berkelanjutan, yakni “Manusia memiliki kemampuan untuk mencapai pembangunan berkelanjutan, untuk memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.”

Sementara itu, UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, pada Bab I Pasal 3, mendefinisikan pembangunan berkelanjutan sebagai upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan masa depan.

Pembangunan berkelanjutan sebagai sebuah konsep hadir sebagai jawaban dalam menghadapi ancaman lingkungan hidup yang dihadapi negara-negara di dunia. Untuk itu, telah diselenggarakan berbagai konferensi dan pertemuan untuk membahas sekaligus menentukan agenda dan langkah-langkah global yang harus dilakukan. Komitmen bersama antar negara mengenai pembangunan berkelanjutan dimulai melalui Konferensi Stockholm tahun 1972 dan berlanjut hingga awal abad ke-21.

a) Konferensi Stockholm (1972) diselenggarakan atas prakarsa negara-negara maju dan diterima oleh Majelis Umum PBB. Hari pembukaan konferensi ini kemudian ditetapkan sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yaitu tanggal 5 Juni. Dalam konferensi tersebut juga berkembang konsep ecodevelopment atau pembangunan berwawasan ekologi.

b) KTT Bumi (1992) yang diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brasil menghasilkan ‘Agenda 21’. Terdapat tujuh aspek yang ditekankan dalam Agenda 21, yakni kerja sama internasional, pengentasan kemiskinan, perubahan pola konsumsi, pengendalian kependudukan, perlindungan dan peningkatan kesehatan, peningkatan permukiman secara berkelanjutan, dan pemaduan lingkungan dalam pengambilan keputusan untuk pembangunan.

Setelah 10 tahun berakhirnya KTT Bumi, masyarakat dunia menilai operasionalisasi prinsip-prinsip Rio dan Agenda 21 masih jauh dari harapan. Meskipun demikian, prinsip-prinsip tersebut dianggap masih relevan. Kelemahan ‘Agenda 21’ terletak pada implementasi atau pelaksanaannya. Oleh karena itu, Majelis Umum PBB memutuskan untuk menyelenggarakanWorld Summit on Sustainable Development (WSSD) atau KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesburg, Afrika Selatan pada bulan September 2002. Dokumen yang dihasilkan dalam WSSD, antara lain, komitmen berupa inisiatif kemitraan untuk melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

Pada tanggal 13-22 Juni 2012 di Rio de Janeiro, Brasil, diselenggarakan KTT Bumi 2012. Hasil utama dari konferensi ini adalah dokumen tak mengikat yang diberi nama The Future We Want. Di dalamnya, kepala negara dari 192 negara yang turut dalam konferensi tersebut menegaskan komitmen politik mereka atas pembangunan berkelanjutan dan menyatakan komitmen untuk mempromosikan masa depan yang berkelanjutan. Dokumen ini pada dasarnya menegaskan rencana aksi sebelumnya seperti Agenda 21.

Selain berbagai konferensi tingkat tinggi para kepala negara di atas, perlu dicatat pula suatu komitmen global yang tidak secara khusus membahas dan merumuskan masalah lingkungan hidup, namun memiliki kaitan sangat erat dengan masalah lingkungan hidup, yaitu Millenium Development Goals (MDGs). Tujuan dari MDGs adalah mendorong pembangunan dengan memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi di negara-negara paling miskin di dunia.

Komitmen MDGs yang dicetuskan dalam Sidang Umum PBB tahun 2000 mencakup hal-hal berikut:
1. Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan,
2. Pemenuhan pendidikan dasar untuk semua,
3. Mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan,
4. Menurunkan angka kematian balita,
5. Meningkatkan kesehatan ibu, dengan mengurangi angka kematian ibu,
6. Memerangi HIV/AIDS, malaria, dan penyakit utama lainnya,
7. Memberikan jaminan akan kelestarian lingkungan hidup, serta
8. Mengembangkan kerja sama global dalam pembangunan.

Indonesia merupakan peserta aktif pada United Nations Conference on Environment and Development (UNCED, atau yang juga dikenal sebagai KTT Bumi) di Rio de Janeiro, Brasil pada 1992. Tahun 1997, Indonesia mengeluarkan Agenda 21 Nasional yang berisikan rujukan untuk memasukkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke dalam perencanaan pembangunan nasional.

Agenda 21 Nasional terdiri dari 18 bab yang memuat empat program pokok yang saling mengisi sebagai berikut:
1. Pelayanan masyarakat memuat program pengentasan kemiskinan; perubahan pola konsumsi; dinamika kependudukan; pengelolaan dan peningkatan kesehatan; pengembangan perumahan dan pemukiman, serta sistem perdagangan global, instrumen ekonomi, neraca ekonomi, dan lingkungan terpadu.
2. Pengelolaan limbah memuat program perlindungan atmosfer; pengelolaan bahan kimia beracun; pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun; pengelolaan limbah radioaktif, dan pengelolaan limbah padat dan cair.
3. Pengelolaan sumber daya tanah memuat program penatagunaan sumber daya tanah; pengelolaan hutan; pengembangan pertanian dan pedesaan, serta pengelolaan sumber daya air.
4. Pengelolaan sumber daya memuat program konservasi keanekaragaman hayati; pengembangan bioteknologi, dan pengelolaan terpadu wilayah pesisir dan lautan.

RANGKUMAN

1) Pembangunan berkelanjutan sebagai sebuah konsep hadir sebagai jawaban dalam menghadapi ancaman lingkungan hidup oleh negara-negara di dunia.
2) Pembangunan berkelanjutan sebagai sebuah konsep hadir sebagai jawaban dalam menghadapi ancaman lingkungan hidup oleh negara-negara di dunia. Untuk itu, telah diselenggarakan berbagai konferensi dan pertemuan untuk membahas sekaligus menentukan agenda dan langkah-langkah global yang harus dilakukan.

Pembangunan Berwawasan Lingkungan | lookadmin | 4.5