Close Klik 2x

Pembagian Iklim

Advertisement

Pembagian Iklim – Iklim adalah adalah keadaan rata-rata cuaca dalam periode yang lama (umumnya sekitar 30 tahun) meliputi daerah yang luas. Bagaimanakah pembagian iklim di bumi ? Mari cermati materi pelajaran kali ini.

      Iklim merupakan gabungan berbagai kondisi cuaca sehari-hari atau dikatakan juga rata-rata cuaca. Iklim disusun berdasarkan unsur-unsur yang sama dengan unsur-unsur penyusun cuaca. Untuk menggolongkan iklim digunakan berbagai cara dengan dasar yang berbeda-beda. Berikut penjelasan mengenai penggolongan iklim di antaranya.
1) Klasifikasi Zaman Yunani
Klasifikasi iklim pada zaman Yunani dilakukan berdasarkan temperatur. Tiap belahan bumi dibagi menjadi tiga daerah (zona), yaitu :
a) Daerah tropis, mempunyai ciri-ciri :
• Tidak ada musim dingin (winter).
• Temperaturnya terus-menerus tinggi.
b) Daerah sedang, mempunyai ciri-ciri :
• Terdapat musim yang berbeda tegas.
• Satu musim panas dan hangat, sedangkan yang lainnya sejuk atau dingin.
c) Daerah kutub, mempunyai ciri-ciri :
• Tidak ada musim panas (summer).
• Temperatur sepanjang tahun rendah.

2) Klasifikasi Klagen (1942)
Klasifikasi iklim Klagen berdasarkan pada temperatur. Klagen membagi permukaan bumi menjadi lima daerah, yaitu :
• Daerah tropis, mempunyai rata-rata temperatur setahun lebih besar dari 20 derajat Celcius.
• Daerah subtropis, mempunyai ciri antara 4-11 bulan temperaturnya lebih besar dari 20 derajat Celcius.
• Daerah sedang, mempunyai ciri antara 4-12 bulan temperaturnya antara 10-12 derajat Celcius.
• Daerah dingin, mempunyai ciri antara 1-4 bulan temperaturnya 10-20 derajat Celcius dan lainnya kurang dari 10 derajat Celcius.
• Daerah kutub, mempunyai ciri temperaturnya rata-rata -1 derajat Celcius dan tanpa bulan dengan temperatur lebih dari 10 derajat Celcius.

3) Klasifikasi Supan dan Rubner
Klasifikasi ini berdasarkan pada kedudukan bumi terhadap matahari dan garis-garis isoterm. Iklimnya disebut iklim matahari. Menurut kenampakan sehari-hari, sekitar pukul 06.00 matahari terbit di ufuk timur. Pukul 12.00 berada di atas kepala, kemudian terbenam di ufuk barat pada pukul 18.00. Pergerakan harian matahari itu adalah gerak semu atau seolah-olah matahari itu bergerak. Gerak semu matahari itu akibat bumi berotasi (berputar) pada sumbunya dengan kala rotasi 24 jam.
Berdasarkan kedudukan bumi terhadap matahari dan berdasarkan garis-garis isoterm, Supan dan Rubner menetapkan iklim matahari atas :
a) Iklim tropis, ciri-cirinya sebagai berikut :
• Suhu rata-rata tinggi dan hari panas lebih dari 250 hari/tahun.
• Di daerah iklim tropis tidak mengenal musim dingin.
• Tempat aliran-aliran udara konveksi.
b) Iklim subtropis utara dan selatan, ciri-cirinya sebagai berikut :
• Di bagian bumi ini tempat turunnya angin antipasat yang kering dan panas.
• Gurun pasir yang luas terdapat di daerah ini.
c) Iklim sedang utara dan selatan, ciri-cirinya sebagai berikut :
• Di daerah iklim ini mengalami empat musim, yaitu musim panas, musim rontok, musim dingin, dan musim semi.
d) Iklim kutub (iklim dingin), ciri-cirinya sebagai berikut :
• Letaknya di bagian-bagian kutub bumi, yaitu di Kutub Utara dan Kutub Selatan.
• Selama 8-11 bulan setiap tahunnya, suhu udara rata-rata di bawah 0 derajat Celcius.

4) Klasifikasi Junghuhn
Frans Junghuhn adalah seorang klimatolog Jerman yang melakukan penelitian di Jawa Barat. Junghuhn menggolongkan iklimnya atas empat daerah suhu udara, menurut ketinggian dari muka laut. Penggolongan ini erat hubungannya dengan jenis tanaman yang tumbuh dan berproduksi optimal sesuai dengan habitat suhunya. Berikut pembagian iklim menurut Junghuhn :
a) Daerah udara panas (0 – 600 meter di atas permukaan laut), daerah ini cocok untuk tanaman kelapa, tebu, padi, karet, buah-buahan, lada, dan lainnya.
b) Daerah udara sedang (600 – 1.500 meter di atas permukaan laut), daerah ini masih cocok untuk tanaman kapuk, cokelat, kopi, teh, kina, dan aneka jenis tanaman sayuran, seperti kentang, kol dan tomat.
c) Daerah udara sejuk (1.500 – 2.500 meter di atas permukaan laut), daerah ini masih cocok untuk aneka jenis tanaman sayuran, teh, kopi, kina, dan hutan tanaman industri (HTI).
d) Daerah udara dingin (lebih dari 2.500 meter di atas permukaan laut), pada ketinggian ini di Indonesia hampir tidak ada tanaman budidaya. Pepohonan yang tumbuh di ketinggian lebih dari 2.500 meter akan semakin pendek. Di daerah ini banyak dijumpai tumbuhan lumut dan semak belukar.

5) Klasifikasi Koppen
Klasifikasi iklim Koppen didasarkan pada rata-rata curah hujan dan temperatur terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Tanaman tidak hanya bergantung pada jumlah hujan, tetapi juga oleh intensitas evaporasi (banyaknya penguapan). Untuk mengetahui intensitas evaporasi dan daya guna hujan, yaitu dengan cara menghubungkan hujan dan temperatur. Koppen mengklasifikasikan iklim ke dalam 5 golongan besar :
• Iklim A (iklim hujan tropis atau tropical rain climates), dengan temperatur rata-rata bulanan lebih besar dari 18 derajat Celcius. Curah hujannya tinggi, lebih besar dari penguapan.
• Iklim B (iklim kering atau dry climates), dimana penguapan lebih besar dari curah hujannya dan tidak ada kelebihan air.
• Iklim C (iklim sedang atau humid mesothermal climates), dengan rata-rata bulan terdingin temperaturnya lebih besar dari -3 derajat Celcius, tetapi lebih kecil dari 18 derajat Celcius.
• Iklim D (iklim dingin atau boreal atau humid microthermal climates), dengan temperatur rata-rata bulan terdingin kurang dari -3 derajat Celcius. Temperatur rata-rata bulan terpanas lebih besar dari 10 derajat Celcius.
• Iklim E (iklim kutub atau polar climates), dengan rata-rata temperatur bulan terpanas kurang dari 10 derajat Celcius.

Pembagian Iklim | lookadmin | 4.5