Pemantulan Gelombang

Advertisement

Pemantulan Gelombang – Pada topik kali ini kalian akan belajar tentang pemantulan gelombang. Sebelum belajar lebih lanjut tentang pemantulan gelombang, kalian harus memahami definisi dari gelombang. Gelombang adalah getaran yang merambat dengan energi tertentu dari satu tempat ke tempat lain. Salah satu sifat gelombang adalah mengalami pemantulan (refleksi).

Pernahkah kalian melemparkan bola ke dinding? Apa yang akan terjadi? Tentu bola tersebut akan memantul kembali ke arah kalian bukan? Nah, prinsip pemantulan seperti itu juga berlaku pada gelombang. Pemantulan gelombang (refleksi) adalah peristiwa kembalinya arah rambat gelombang saat menumbuk bidang batas antara dua medium. Setiap gelombang akan merambat dengan arah yang disebut sinar gelombang. Sinar gelombang selalu tegak lurus dengan muka gelombang.

Muka gelombang adalah tempat kedudukan titik-titik pada gelombang yang memilki fase sama. Pada setiap pemantulan gelombang, sudut datang sama dengan sudut pantul (i = r). Hal ini didasarkan pada hukum Snellius. Gelombang datang, garis normal, dan gelombang pantul terletak pada suatu bidang datar yang sama.

Saat kalian berteriak di sebuah bukit, kalian akan mendengar suara kalian kembali. Hal inilah yang membuktikan bahwa gelombang bunyi dapat dipantulkan. Contoh lain adanya pemantulan gelombang adalah gelombang radio yang dipantulkan oleh atmosfer bumi. Prinsip pemantulan gelombang ini, dapat digunakan untuk menentukan kedalaman laut. Hal tersebut dilakukan dengan cara mengirimkan gelombang bunyi ke dalam laut. Saat gelombang mencapai dasar laut atau mengenai benda lain yang ada di laut, maka akan dipantulkan kembali menuju alat perekam gelombang.

Cobalah ikat seutas tali pada suatu simpul, kemudian gerakkan tali ke depan dan diamkan. Apakah yang akan terjadi? Arah gelombang tali akan dipantulkan oleh ujung yang terikat. Setelah mengalami pemantulan, gelombang tali akan mengalami perubahan fase. Gelombang yang mencapai ujung terikat akan memberikan gaya ke atas pada penompang. Penompang akan memberikan gaya yang berlawanan. Gaya ke bawah inilah yang mengakibatkan gelombang pantulan terbalik.

Pada proses pemantulan, gelombang yang terpantul tersebut memiliki amplitudo dan frekuensi yang sama dengan gelombang datang. Akan tetapi arah rambatannya saling berlawanan.

Pemantulan gelombang pada gelombang bunyi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Bunyi pantul yang menguatkan bunyi asli.
2. Gaung adalah bunyi pantul yang mucul bersamaan dengan bunyi asli, sehingga dapat mengganggu bunyi asli.
3. Gema yaitu bunyi pantul yang datang sesudah bunyi asli.

Advertisement
Pemantulan Gelombang | lookadmin | 4.5