Close Klik 2x

Pemantulan Cahaya pada Cermin

Advertisement

Pemantulan Cahaya pada Cermin – Pada topik sebelumnya kalian telah belajar tentang sifat cahaya sebagai gelombang elektromagnetik. Pada topik kali kalian akan belajar tentang pemantulan cahaya pada cermin. Alat yang dapat memantulkan cahaya secara menyeluruh adalah cermin. Cermin dibagi menjadi tiga jenis yaitu, cermin datar, cermin cekung, dan cermin cembung. Cermin yang memiliki permukaan pantul melengkung ke dalam disebut cermin cekung, sedangkan cermin yang memiliki permukaan pantul melengkung ke luar disebut cermin cembung. Cermin cekung dan cermin cembung memiliki tiga titik penting, yaitu titik fokus (f), titik pusat kelengkungan (M), dan titik pusat O.

A. Cermin Datar

Cermin datar dapat memantulkan cahaya secara teratur karena permukaannya bersifat rata dan bening. Jika sinar datang tegak lurus terhadap cermin, maka sinar tersebut akan dipantulkan tegak lurus cermin. Penentuan bayangan pada cermin datar dilakukan melalui diagram sinar. Titik bayangan adalah titik potong berkas sinar-sinar pantul. Sifat bayangan cermin datar adalah maya, tegak, dan memiliki tinggi sama dengan bendanya. Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin. Pada kasus khusus, untuk dua buah cermin yang membentuk sudut tertentu, banyaknya bayangan dapat dicari menggunakan persamaan berikut.

n=360oθ1

Keterangan:
n = banyaknya bayangan yang terbentuk; dan
θ = sudut apit diantara dua cermin.

B. Cermin Cekung

Pada cermin cekung, cahaya akan dipantulkan secara konvergen (mengumpul). Sinar-sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama cermin, akan dipantulkan menuju sebuah titik yang dinamakan titik fokus. Titik fokus cermin cekung bersifat nyata, sehingga benda yang diletakkan di titik fokus akan terbakar. Hal itulah alasan fokus cermin cekung bertanda positif (+). Pada pemantulan cahaya oleh cermin cekung, jarak antara benda dan cermin akan mempengaruhi bayangan yang dihasilkan.

Bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung merupakan perpotongan sinar pantul atau perpotongan dari perpanjangan sinar pantul. Berikut ini adalah gambar pemantulan cermin cekung.

Hukum pemantulan menyatakan bahwa besar sudut datang sama dengan sudut pantul. Hal tersebut juga berlaku untuk cermin cekung dan cembung (cermin lengkung). Pada cermin lengkung, garis normal adalah garis yang menghubungkan titik pusat lengkung (M) dan titik jatuhnya sinar. Jadi, garis normal cermin lengkung berubah-ubah, bergantung pada titik jatuh sinar.

Pada gambar di atas, jika sinar datang dari C mengenai cermin cekung di A, maka garis normalnya adalah garis MA dan sudut datangnya adalah sudut CAM (α). Berdasarkan hukum pemantulan, sudut pantulnya adalah sudut MAD (α) dan sinar pantulnya adalah sinar AD. Jika sinar datang dari C mengenai cermin cekung di B, maka garis normalnya adalah garis MB dan sudut datangnya adalah sudut CBM (β). Berdasarkan hukum pemantulan, sudut pantulnya adalah sudut MBD (β), sedangkan sinar pantulnya adalah sinar BD. Hal yang sama berlaku juga pada cermin cembung.

Beberapa sinar istimewa pada cermin cekung adalah sebagai berikut.

1. Sinar datang sejajar sumbu utama cermin lalu dipantulkan melalui titik fokus.

2. Sinar datang melalui titik fokus dan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama cermin.

3. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan (titik M) lalu dipantulkan kembali melalui titik M (seolah-olah tidak dipantulkan).

C. Cermin Cembung

Pada cermin cembung, cahaya akan dipantulkan secara divergen (menyebar). Titik fokus pada cermin cembung seolah-olah merupakan titik asal sinar pantul dari sinar datang yang sejajar dengan sumbu utama. Oleh karena itu, jarak titik fokus cermin cembung bertanda negatif (-). Cermin cembung memiliki bayangan yang bersifat maya, tegak, dan diperkecil. Berikut ini adalah gambar pemantulan cermin cembung.

Beberapa sinar istimewa pada cermin cembung adalah sebagai berikut.

1. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama cermin lalu dipantulkan seolah-olah datang dari titik fokus.

2. Sinar datang menuju titik fokus lalu dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.

3. Sinar datang menuju titik pusat kelengkungan (M) dan dipantulkan kembali seolah-olah datang dari titik M.

Pemantulan Cahaya pada Cermin | lookadmin | 4.5