Close Klik 2x

Pantai, Pesisir, dan Eksosistem Pantai

Advertisement

Pantai, Pesisir, dan Eksosistem Pantai – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai pantai, pesisir, dan eksosistem pantai.

PANTAI, PESISIR, DAN EKOSISTEM PANTAI

Berlibur di tepi pantai sembari menikmati hamparan pasir putih dan semilir angin sungguh menyenangkan. Apalagi jika berkesempatan menaiki kapal cepat di pesisir dengan dihibur anggukan nyiur dan bakau. Semua ini hanyalah sekelumit gambaran dari keberadaan pantai, pesisir, serta ekosistem pantai. Bagaimanakah keberadaan pantai, pesisir, dan ekosistem pantai ? Mari simak bahasan berikut.

A. PANTAI

Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir dan terdapat di daerah pesisir laut. Daerah pantai menjadi batas antara daratan dan perairan laut. Panjang garis pantai ini diukur mengeliling seluruh pantai yang merupakan daerah teritorial suatu negara. Pantai, secara morfologis, terdiri dari beberapa bagian berikut :

1) Teras pantai
Teras pantai terbentuk karena adanya peristiwa penurunan atau pengangkatan dasar laut dalam yang diselingi masa istirahat. Contohnya, teras pantai di Kepulauan Aru, Pulau Timor, Pulau Kisar, dan Pulau Kur.

2) Bukit pasir
Pada pantai yang terjal sering terdapat tumpukan pasir. Tumpukan pasir tersebut terhembus oleh angin ke arah daratan dan menumpuk di suatu tempat yang ditumbuhi pepohonan. Pohon-pohon dapat menahan hembusan angin sehingga terbentuklah bukit pasir. Contohnya dapat dijumpai di Pantai Parangtritis di Yogyakarta.

3) Beting pantai
Beting pantai terjadi karena adanya endapan di sepanjang pantai rendah yang berbatasan dengan laut dangkal. Beting pantai terdiri atas pasir yang permukaannya lebih tinggi daripada daerah sekitarnya.

4) Karang pantai
Ini merupakan rumah atau tempat tinggal binatang karang, terbuat dari batu karang, dan menyatu dengan pantai. Contohnya, karang pantai di selat Makassar yang panjangnya 500 kilometer. Selain itu, terdapat karang di dasar laut, seperti Pulau Seribu di Teluk Jakarta dan pulau karang di dekat Maluku.

Adapun jenis-jenis pantai dapat dibedakan berdasarkan sejumlah kriteria sebagai berikut :
1. Berdasarkan bentuknya, terbagi atas :

a) Pantai landai
Pantai landai adalah jenis pantai yang mempunyai kemiringan relatif kecil. Contohnya, Pantai Utara Pulau Jawa, serta Pantai Timur Sumatera. Karakteristik pantai landai, yaitu :
• Memiliki muara sungai dengan delta dan airnya yang keruh berlumpur.
• Kedalaman pantai ke arah laut bersifat landai dan teratur.
• Daratan pantainya dapat mencapai 20 kilometer ke arah darat.
• Terdapat rawa-rawa yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman, seperti bakau.

b) Pantai curam (terjal)
Pantai curam terjadi karena adanya abrasi yang menghantam tebing pantai. Di daerah gunung kapur, hantaman ombak berakibat terjadinya gua-gua kapur dan teluk. Contohnya adalah Pantai Selatan Pulau Jawa. Karakteristik pantai curam, yakni :
• Terdapat di tepi laut dalam dan juga terdapat di pegunungan tegak lurus dengan pantai.
• Muara sungai berada di teluk, tidak terdapat delta dan jernih airnya.
• Batas antara daratan dan garis pantai sempit.
• Garis pantai umumnya lurus.
• Kedalaman pantai ke arah laut bersifat curam.

c) Pantai pulau
Bentuk pantainya melingkari pulau kecil. Pantai ini terjadi karena adanya endapan sungai, batu gamping, endapan gunung api, dan sebagainya. Contohnya, di Kepulauan Seribu dan Kepulauan Riau.
2. Berdasarkan proses terjadinya, terdiri atas :
a) Pantai fyord, yaitu pantai dengan teluk yang agak sempit, jauh masuk ke daratan dengan tebing yang curam. Contohnya, Pantai Teluk Sionah, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
b) Pantai ria, yaitu pantai yang menyerupai fyord, tetapi lebih lebar, terutama pada muaranya. Tebingnya tidak begitu curam. Pantai ini terjadi karena lembah sungai tergenang air laut.
c) Pantai skereh, yaitu pantai yang menyerupai fyord, tetapi tidak jauh masuk daratan. Di depannya terdapat banyak pulau-pulau kecil dan berbatu-batu.
d) Pantai berbukit pasir, yaitu pantai yang datar dengan bukit-bukit pasir. Pantai seperti ini terjadi karena perbedaan pasang naik dan pasang surut yang agak besar. Pada waktu pasang surut pantainya kering. Contohnya, Pantai Parangtritis di Yogyakarta.

B. PESISIR DAN EKOSISTEM PANTAI

Istilah pesisir seringkali diidentikkan dengan pantai. Padahal kedua istilah tersebut memiliki perbedaan. Pesisir (coast) merupakan jalur silang pengaruh antara darat dan laut, mempunyai ciri-ciri geosfer yang khusus. Ke arah darat dibatasi oleh pengaruh sifat fisik laut dan sosial ekonomi bahari, sedangkan ke arah laut dibatasi oleh pengaruh proses alami serta akibat kegiatan manusia terhadap lingkungan di darat.

Kawasan ekosistem pesisir merupakan kawasan yang berada di sepanjang pantai, terdiri atas :

a) Hutan mangrove
Ciri khasi vegetasi pantai tropis adalah adanya hutan mangrove yang didominasi oleh beberapa spesies pohon mangrove. Jenis pohon tersebut dapat tumbuh dan berkembang di daerah pantai berlumpur (daerah pasang surut). Hutan mangrove memiliki beberapa fungsi :
• Penahan atau penangkap lumpur dan sedimen lainnya.
• Tempat mencari makanan dan daerah pemijahan bermacam-macam biota perairan, baik yang hidup di perairan pantai maupun di lepas pantai.
• Penahan atau pemecah gelombang dan angin badai yang dapat melindungi pantai dari abrasi.
• Menghasilkan pupuk terutama yang berasal dari daun dan dahan pohon mangrove yang rontok.

b) Padang lamun
Padang lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (angiospermae) yang memiliki rizoma, daun, dan akar sejati yang dihasilkan secara seksual.

c) Terumbu karang
Ekosistem ini terdiri atas hewan-hewan karang yang membentuk rumah atau tempat tinggalnya yang disebut terumbu karang. Terumbu karang terbentuk dari endapan-endapan massif dan kalsium karbonat yang dihasilkan oleh organisme karang pembentuk terumbu. Terumbu karang mempunyai fungsi :
• Pelindung pantai dari hempasan ombak dan arus kuat.
• Habitat berbagai biota laut.
• Bahan baku farmasi dan perhiasan.

RANGKUMAN

1) Pantai adalah sebuah bentuk geografis yang terdiri dari pasir, dan terdapat di daerah pesisir laut.
2) Pesisir (coast) merupakan jalur silang pengaruh antara darat dan laut, mempunyai ciri-ciri geosfer yang khusus.

Pantai, Pesisir, dan Eksosistem Pantai | lookadmin | 4.5