Close Klik 2x

Objek IPA dan Pengamatan

Advertisement

Objek IPA dan Pengamatan – Adik-adik, kalian kini sudah duduk di bangku SMP. Bagaimana? Asyik, bukan? Baiklah, saatnya sekarang kalian belajar IPA. Jangan takut, pelajaran IPA itu sangat menyenangkan.

Adik-adik, pada topik kali ini, kalian akan belajar mengenai Objek IPA dan Pengamatan. Sudah siapkah kalian untuk mempelajarinya? Mari pelajari materinya.

A. Objek IPA dan Pengamatan

Pelajaran IPA tidak sepenuhnya merupakan hapalan. Kalian mempelajari IPA juga dengan cara mengamati segala fenomena dan benda yang ada di sekitar kalian. Lengkap dengan semua interaksi dan juga pola-pola keteraturannya.

Dalam belajar IPA, kalian diharuskan untuk mengamati benda dan semua fenomena di sekitar kalian dengan menggunakan panca indra, termasuk juga mengukur dengan menggunakan alat ukur yang tepat. Dari situlah kemudian dihasilkan data dan informasi. Baik yang bersifat kualitatif maupun kuantitatif.

Setelah mendapatkan data, pelajaran IPA mengharuskan kalian untuk melakukan inferensi, yaitu merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan yang sudah dilakukan. Selain inferensi, kalian juga akan membuat prediksi dari hasil inferensi. Inferensi dan prediksi yang kalian lakukan setelah pengamatan dan pengukuran harus kalian komunikasikan.

Komunikasinya bisa secara lisan atau pun tulisan. Tabel, grafik, bagan, dan gambar yang relevan mungkin akan diperlukan di dalam mengomunikasikan data-data pengamatan dan pengukuran yang sudah kalian peroleh tersebut.

Contoh kegiatan

Kegiatan: mengamati lumut yang menempel di dinding rumah.
Data hasil pengamatan
1. Lumut tumbuh di dinding-dinding yang lembap dan di dinding yang jarang terkena sinar matahari secara langsung.
2. Lumut juga tumbuh di dinding yang agak kering, tetapi jumlahnya sedikit dan cenderung kering.
3. Lumut di dinding lembap sangat basah.
4. Jumlah luas total lumut di dinding lembap adalah 1000 cm2 dengan ketebalan lumut sekitar 1 cm.
5. Jumlah luas total lumut di dinding agak kering adalah 10 cm2 dengan ketebalan lumut sekitar 0,1 cm.
Inferensi
1. Semakin lembap dinding, semakin banyak dan tebal lumut yang tumbuh. Semakin kering dinding, semakin sedikit dan tipis lumut yang tumbuh.
2. Lumut tumbuh subur di tempat yang jarang terkena sinar matahari secara langsung.
Prediksi
1. Di tempat lembap, seperti di hutan yang pohonnya sangat rapat, pasti banyak ditumbuhi lumut.
2. Di tempat kering seperti di gurun pasir, lumut pasti tidak ada.

B. Pengukuran sebagai Bagian dari Pengamatan

Dalam belajar IPA, pengamatan objek dengan menggunakan indra memang sangat penting untuk menghasilkan deskripsi suatu benda. Akan tetapi, seringkali pengamatan saja tidaklah cukup. Kalian juga memerlukan pengamatan yang memberikan hasil yang pasti ketika dikomunikasikan dengan orang lain. Oleh karena itu diperlukan pengukuran. Pengukuran itu sendiri bisa diartikan sebagai kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain yang telah ditetapkan sebagai satuan standar. Pengukuran ini menggunakan suatu alat ukur.

Di dalam IPA, khususnya Biologi, kalian juga akan banyak mengukur. Kecakapan kalian dalam menentukan alat ukur, proses mengukur, menganalisis hasil yang diukur, hingga menyajikan semuanya sangat dibutuhkan.

Contoh kegiatan mengukur

Menentukan banyaknya makanan (feed intake) yang dikonsumsi mencit–tikus putih kecil yang biasa ada di laboratorium—selama 3 bulan. Pengukuran yang dilakukan misalnya mencatat data banyaknya makanan yang diberikan, mencatat kenaikan berat badan mencit, dan juga mencatat banyaknya kotoran mencit. Data-data tersebut kemudian dianalisis dan dibuat inferensi beserta prediksinya.

Objek IPA dan Pengamatan | lookadmin | 4.5