Negara-Negara Berkembang di Dunia

Negara-Negara Berkembang di Dunia – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai beberapa negara berkembang di dunia.

NEGARA-NEGARA BERKEMBANG DI DUNIA

Negara berkembang identik dengan rendahnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga produktivitas masyarakatnya rendah. Bagaimanakah keadaan di beberapa negara berkembang tersebut? Mari simak bahasan berikut.

Negara-negara berkembang (developing countries) bukanlah negara yang terbelakang, melainkan umumnya bekas negara jajahan yang sedang bergerak maju menuju peningkatan di bidang ekonomi dan penguasaan ilmu pengetahuan. Indikator negara berkembang dapat dilihat pada dua aspek, yaitu :
1) Aspek Perekonomian
• Mata pencaharian penduduk sebagian besar pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan hingga menjadi produsen kebutuhan primer.
• Pendapatan per kapita penduduk rendah sehingga banyak penduduk yang miskin.
• Sebagian besar hasil-hasil produksi digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, sandang, dan perumahan.
• Karena kurangnya kesempatan kerja di luar sektor pertanian, maka mengakibatkan tingginya angka pengangguran.
• Volume perdagangan rendah sehingga perputaran uang banyak terjadi di perkotaan.
• Tabungan masyarakat rendah.
• Barang-barang ekspor sebagian terdiri atas bahan baku industri, seperti hasil tambang, hasil pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
• Fasilitas sosial dan pendidikan belum memadai.
• Sumber daya alam belum dimanfaatkan secara optimal.
• Perekonomian masih tergantung dari negara-negara maju.
• Keterbatasan fasilitas-fasilitas umum.
2) Aspek Sosial dan Demografi
• Penyebaran penduduk yang tidak merata, sebagian besar penduduk tinggal di pedesaan.
• Kepadatan penduduk yang tinggi di perkotaan akibat urbanisasi, sehingga muncul kawasan permukiman kumuh (slum area).
• Pertumbuhan penduduk yang tinggi akibat tingginya angka kelahiran.
• Angka kematian bayi dan kematian ibu melahirkan tinggi.
• Beban tanggungan keluarga tinggi.
• Usia harapan hidup penduduk rendah.
• Rendahnya jaminan sosial dan kesehatan dari pemerintah.
• Kurang fasilitas dan sanitasi lingkungan permukiman.
• Tingkat pendidikan penduduk rendah.
• Tingkat kesehatan penduduk rendah.
• Tingkat kesadaran hukum, kesetaraan gender, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia relatif rendah.
• Aktivitas masyarakat umumnya menggunakan sarana dan prasarana tradisional.
• Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan pengalaman dan bergerak lambat.
• Sifat penduduk kurang mandiri.
• Intensitas mobilitas penduduk rendah.

Negara-negara berkembang sebagian besar merupakan bekas negara-negara jajahan yang telah merdeka dan kini berusaha untuk maju dan memakmurkan rakyatnya. Negara-negara berkembang sebagian besar berada di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Berikut akan diuraikan sekelumit mengenai beberapa negara berkembang di dunia.

1. India

Hasil pertanian India terutama padi, gandum, kapas, tebu, tembakau, lada, sorghum, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Padi banyak ditanam di daerah dengan curah hujan tinggi, umumnya dilakukan di sepanjang sungai. Adapun sorghum dapat ditanam di daerah yang curah hujannya agak kurang. Selain tidak memerlukan banyak air, tanaman ini dapat tumbuh di mana saja, misalnya di pegunungan. Usaha peningkatan produksi pangan dilakukan dengan intensif. Sayangnya, hal ini membawa dampak negatif. Makin sering tanah ditanami (2 atau 3 kali setahun), unsur hara yang terdapat pada tanah menjadi habis. Persoalan lain adalah kecepatan produksi pangan tidak sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk. Hal tersebut yang menyebabkan India sampai sekarang masih tergantung pada luar negeri untuk mengatasi masalah pangannya.

Tanaman perdagangan, seperti teh, diusahakan di Assam yaitu pada lereng-lereng gunung yang mendapat banyak curah hujan. Selain di Assam, teh ditanam di Bukit Nilgiri selatan dan Darjeling. Kapas diusahakan di Dataran Tinggi Dekan, Dataran Aluvial Gangga, dan juga di sekitar Madras. Yute sebagai bahan pembuat karung goni, banyak ditanam di daerah yang sering tergenang (pasang surut) di Delta Gangga atau Brahmaputra, Bihar, dan Orissa.

Batu bara banyak terdapat di Lembah Sungai Damodar dan Dataran Tinggi Nagpur. Dengan cadangannya yang banyak, memungkinkan India untuk menjadi negara industri besi baja yang bisa diandalkan.

Bijih besi ditambang hampir berdekatan dengan tempat pertambangan batu bara. Hal tersebut sangat menguntungkan dari segi penghematan biaya produksi.

Minyak bumi dan gas alam, meskipun jumlahnya sedikit, ditambang di Assam, Gujarat, Lembah Gangga, Kepulauan Nikobar, dan Andaman.

2. Brazil

Sektor pertanian merupakan penghasilan utama Brazil dan menyumbangkan 45% dari komoditas ekspornya. Hingga saat ini, Brazil merupakan pengekspor kopi utama di dunia. Hasil pertanian lainnya adalah teh, rempah-rempah, kapas, cokelat, tembakau, kayu, jagung, dan tebu. Sumber daya hutan di Brazil merupakan sumber daya yang sangat penting karena dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri dan ekspor. Sebagian besar hasil hutan diperoleh dari hasil hutan tropis.

Pertambangan menyumbangkan 8,6% devisa bagi Brazil. Hasil tambang utama Brazil adalah bijih besi, emas, minyak, nikel, aluminium, dan berbagai jenis batu mulia.

Industri yang berkembang di Brazil, antara lain, industri baja, tekstil, pengolahan makanan, petrokimia, perakitan pesawat, dan mobil serta barang-barang kimia dan elektronik.

Barang-barang yang diekspor Brazil adalah mobil, suku cadang, besi dan baja, kopi, teh, cokelat, tebu, rempah-rempah, produk makanan, dan ternak olahan. Sedangkan barang-barang yang diimpor Brazil adalah minyak dan produk olahannya, mesin-mesin mobil, peralatan listrik, dan bahan-bahan kimia organik.

RANGKUMAN

1) Negara-negara berkembang sebagian besar merupakan bekas negara-negara jajahan yang telah merdeka dan kini berusaha untuk maju dan memakmurkan rakyatnya.
2) Negara-negara berkembang sebagian besar berada di wilayah Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Negara-Negara Berkembang di Dunia | lookadmin | 4.5