Mutasi Gen

Mutasi Gen – Adik-adik, tak terasa materi evolusi sudah hampir selesai kita bahas. Tinggal beberapa topik lagi yang akan kalian pelajari. Topik tersebut salah satunya adalah Mutasi Gen. Sudah siapkah kalian untuk mempelajarinya? Yuk, mari!
Mutasi disebut sebagai ‘bahan baku’ evolusi karena mutasi dapat menyebabkan perubahan pada populasi. Mutasi sendiri adalah suatu peristiwa perubahan struktur genetik yang mengakibatkan perubahan sifat pada organisme. Jika mutasi terjadi pada sel kelamin, sifat tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya.
Mutasi adalah peristiwa yang relatif umum. Berdasarkan perhitungan, rasio mutasi pada organisme prokariotik adalah 1 di antara 10.000 individu. Sementara itu, pada organisme eukariotik, mutasi terjadi lebih jarang, yaitu 1 di antara 1 – 10 juta individu. Jadi pada mikroba, setiap satu di antara 10.000 individu mengalami satu mutasi gen. Dengan demikian, jika pada mikroba terdapat 50.000 gen, maka terdapat 5 gen yang mengalami mutasi.
Apakah yang terjadi sebagai akibat dari mutasi? Apakah mutasi selalu menyebabkan perubahan yang signifikan? Tidak juga, mari kita lihat hal-hal apa saja yang dapat ditimbulkan sebagai akibat dari mutasi.
1. Perubahan struktur DNA yang tidak mengubah asam amino yang dihasilkan
Kalian telah mengetahui pada topik sebelumnya bahwa satu asam amino dikode oleh tiga basa nukleotida mRNA yang berasal dari DNA. Jika mutasi terjadi pada suatu tempat di DNA, basa DNA dapat berubah sehingga susunan DNA pun berubah. Meskipun demikian, jika kode genetik tersebut sinonim, maka asam amino yang dihasilkan tetap sama. Contohnya, UUU menghasilkan asam amino fenilalanin. Jika terjadi mutasi pada DNA sehingga terbentuk kode genetik UUS, maka asam amino yang dihasilkan tetap fenilalanin. Jadi, mutasi yang terjadi tidak mengubah asam amino yang dihasilkan.

2. Perubahan rantai asam amino yang tidak mengubah fungsi protein yang dihasilkan
Dalam kasus ini, mutasi mengubah salah satu asam amino. Misalnya, asam amino yang seharusnya dihasilkan adalah leusin. Namun, mutasi menyebabkan asam amino yang dihasilkan adalah isoleusin. Meskipun demikian, perubahan ini tidak mengubah fungsi protein. Fungsi protein tersebut masih identik dengan keadaan sebelum mutasi. Oleh karena itu, mutasi ini seolah-olah tidak ada pengaruhnya. Hal ini banyak ditemukan pada enzim yang memiliki struktur bervariasi, tetapi mempunyai fungsi yang sama.

3. Perubahan rantai asam amino yang mengubah fungsi protein, tetapi tidak mengubah fungsi produk
Contoh mutasi jenis ini adalah golongan darah ABO. Manusia mempunyai golongan darah yang berbeda. Namun fungsi darah tersebut tidak berkurang.

4. Mutasi yang terjadi menyebabkan fungsi sel rusak
Mutasi jenis ini menyebabkan perubahan fungsi yang drastis. Akibatnya sel tersebut rusak. Pada mikroorganisme, hal ini berarti kematian. Akan tetapi pada organisme multiseluler, hal ini hanya mengakibatkan sel tersebut rusak dan digantikan oleh sel yang baru. Meskipun demikian, kerusakan yang terjadi dapat menyebabkan hal yang fatal, misalnya kanker.
5. Mutasi yang dapat diwariskan dan yang tidak diwariskan
Contoh jenis mutasi ini adalah adanya tahi lalat, mata ikan, atau kutil. Jika seseorang mengalami mutasi pada sel di wajahnya yang membuatnya memiliki tahi lalat, keturunannya tidak akan mewarisi tahi lalat tersebut. Hal ini disebabkan mutasi terjadi pada sel-sel somatik, bukan pada sel kelamin. Berbeda dengan mutasi yang terjadi pada sel somatik, mutasi yang terjadi pada sel kelamin dapat diwariskan pada keturunan individu yang mengalami mutasi tersebut.
6. Mutasi yang menguntungkan dan yang merugikan
Mutasi seperti dua sisi pada koin. Satu sisi menguntungkan, sedangkan sisi lain merugikan. Misalnya, mutasi yang menyebabkan buah semangka tidak berbiji mungkin menguntungkan manusia. Namun, tidak menguntungkan semangka tersebut karena gagal bereproduksi. Mutasi seperti inilah yang selalu menjadi subjek pengamatan manusia.

Mutasi Gen | lookadmin | 4.5