Close Klik 2x

Mikroskop dan Penggunaannya

Advertisement

Mikroskop dan Penggunaannya – Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari pengamatan gejala alam. Gejala alam adalah suatu fakta berupa objek atau fenomena yang menunjukkan segala proses yang terjadi di alam secara alami. Gejala alam dapat terjadi pada benda-benda mati (abiotik) maupun benda-benda hidup (biotik), baik secara individual ataupun dalam konsep ekosistem. Untuk memperoleh informasi mengenai gejala alam abiotik dan biotik dapat dilakukan melalui pengamatan objek secara terencana dan sistematis. Salah satunya dengan alat bantu yang disebut mikroskop. Apa itu mikroskop? Bagaimana penggunaannya? Kamu akan mempelajarinya pada topik berikut ini.
Mikroskop berasal dari kata dalam bahasa Yunani yaitu micron yang artinya “kecil” danscopos yang artinya “tujuan”. Jadi, mikroskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat objek yang sangat kecil jika dilihat dengan mata telanjang.

A. Jenis-Jenis Mikroskop

Bentuk dan jenis mikroskop berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Semakin modern, perbesaran yang dihasilkan oleh mikroskop semakin besar dan rinci.
Ada dua jenis mikroskop berdasarkan kenampakan objek yang diamati, yaitu mikroskop dua dimensi (mikroskop cahaya) dan mikroskop tiga dimensi (mikroskop stereo). Sementara berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron.
1. Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimum 1000 kali. Mikroskop jenis ini memiliki tiga lensa, yaitu lensa objektif, lensa okuler, dan kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop. Lensa okuler pada mikroskop ada yang monokuler (berlensa tunggal) dan ada yang binokuler (berlensa ganda). Lensa kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa-lensa yang lainnya.
2. Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo adalah jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk mengamati benda yang relatif besar dengan perbesaran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati oleh mikroskop stereo akan terlihat secara tiga dimensi. Komponen yang ada mikroskop stereo hampir sama dengan mikroskop cahaya. Perbedaannya hanya pada ruang ketajaman lensa. Pengamatan dengan mikroskop stereo jauh lebih jelas dibandingkan dengan mikroskop cahaya sehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati.
3. Mikroskop Elektron
Mikroskop elektron mempunyai perbesaran hingga 100 ribu kali. Dalam hal ini, elektron digunakan sebagai pengganti cahaya. Ada dua tipe mikroskop elektron, yaitu mikroskop elektrosanning (SEM) dan mikroskop elektron transmisi (TEM).

B. Bagian-Bagian Mikroskop

Mari kita perhatikan gambar mikroskop berikut ini.

Bagian-bagian mikroskop dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian optik, penerangan, dan mekanis.
1. Bagian Optik
a. Lensa Okuler
Lensa okuler adalah lensa yang dekat dengan mata pengamat. Lensa okuler berfungsi sebagai kaca pembesar yang membentuk bayangan yang bersifat maya, tegak, dan diperbesar dari bayangan yang dibentuk lensa objektif. Kekuatan perbesaran lensa okuler biasanya tertulis pada permukaannya, misalnya 10x dan lain-lain.
b. Lensa Objektif
Lensa objektif adalah lensa yang dekat dengan benda atau objek pengamatan. Lensa ini terpasang pada revolver. Lensa objektif berfungsi membentuk bayangan yang bersifat nyata, terbalik, dan diperbesar. Kekuatan perbesaran berbeda-beda, misalnya 10x, 20x, maupun 40x. Lensa objektif dapat diatur dengan cara memutar revolver (tempat lensa objektif).
c. Lensa Kondensor
Lensa kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya atau menerangi objek yang diamati.

Perbesaran yang tampak pada pengamatan merupakan hasil kali dari lensa okuler dan lensa objektif yang digunakan. Mari kita perhatikan contoh berikut.

Contoh:

Berapakah perbesaran yang terlihat oleh pengamat jika menggunakan perbesaran lensa okuler 10x dan lensa objektif 20x.
Penyelesaian:
Perbesaran lensa okuler 10x
Perbesaran lensa objektif 20x
Perbesaran yang terlihat oleh pengamat adalah perbesaran lensa okuler x perbesaran lensa objektif = 10 x 20 = 200x.
Jadi, perbesaran yang terlihat oleh pengamat adalah 200x.

2. Bagian Penerangan
a. Cermin
Mikroskop dilengkapi dengan reflektor berupa cermin yang berfungsi untuk menangkap cahaya dan memantulkannya. Cermin tersebut memiliki sisi datar dan sisi cekung. Permukaan cermin yang datar digunakan jika sumber cahaya cukup terang, sedangkan permukaan yang cekung digunakan jika cahaya tidak cukup terang.
b. Diafragma
Diafragma terletak di bawah meja objek dan berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya yang masuk. Pada diafragma terdapat lubang-lubang berupa lingkaran yang dapat diputar, ada yang besar dan ada yang kecil. Semakin kecil diafragma yang digunakan, semakin kecil pula cahaya yang masuk ke dalam mikroskop.

3. Bagian Mekanis
Bagian mekanis berguna untuk menggerakkan dan memudahkan penggunaan mikroskop. Bagian mekanis pada mikroskop terdiri dari:
a. landasan/ dasar/ kaki berfungsi sebagai penyangga mikroskop;
b. lengan mikroskop merupakan pegangan yang berfungsi untuk membawa mikroskop;
c. tabung mikroskop (tubus) berfungsi untuk mengatur fokus yang menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif;
d. meja objek berfungsi sebagai tempat meletakkan preparat;
e. penjepit objek berfungsi untuk menjepit gelas preparat agar tidak mudah tergeser; serta
f. pemutar kasar (makrometer) dan pemutar halus (mikrometer), yang berfungsi untuk mengatur fokus.

C. Penggunaan Mikroskop

Langkah persiapan yang harus dilakukan untuk menggunakan mikroskop antara lain sebagai berikut.
1. Letakkan mikroskop pada meja sedemikian rupa agar lebih mudah melakukan pengamatan melalui tabung mikroskop.
2. Pastikan mikroskop terletak pada tempat yang aman, kemudian aturlah pencahayaan. Objek pengamatan (preparat) dapat diamati di mikroskop dengan jelas apabila cahaya yang masuk cukup memadai. Mikroskop ada yang sudah dilengkapi sumber cahaya berupa lampu, sehingga untuk mengatur pencahayaan tinggal menghidupkan lampunya saja. Sementara untuk mikroskop yang belum dilengkapi dengan sumber cahaya dapat menggunakan cahaya lampu maupun cahaya matahari. Bila menggunakan lampu, lampu diarahkan pada jarak kira-kira 20 cm dari mikroskop. Jika sumber cahaya dari matahari, bagian cermin pada mikroskop diarahkan pada datangnya sumber cahaya matahari, misalnya dekat pintu/ jendela.
3. Aturlah diafragma dan kedudukan cermin hingga cahaya terpantul melalui lubang meja objek. Cahaya yang memantul ke mata dapat mengganggu penglihatan, sehingga jangan mengarahkan cermin ke arah sinar matahari secara langsung. Pencahayaan sudah tepat dan memadai apabila pada objek yang diamati dari lensa okuler sudah tampak lingkaran yang terangnya merata. Inilah yang disebut dengan lapangan pandang. Apabila lapangan pandang sudah tampak namun belum jelas, cobalah putar atau ganti lensa objektif dengan cara memutar revolver.
4. Setelah pengaturan pencahayaan, untuk dapat melihat objek (preparat) melalui mikroskop, gunakan lensa objektif yang memiliki perbesaran lemah dulu.

Setelah mikroskop siap untuk melakukan pengamatan, langkah selanjutnya yaitu sebagai berikut.
1. Meletakkan kaca benda (object glass) beserta objek yang akan diamati (preparat) pada meja objek. Kemudian, aturlah posisi kaca benda sehingga objek yang akan diamati berada pada lapangan pandang.
2. Menjepit kaca benda dengan penjepit yang terletak di atas meja objek.
3. Sambil melihat dari samping, turunkan lensa objektif secara perlahan dengan menggunakan pemutar kasar hingga jarak lensa objektif dan preparat yang diamati kira-kira 5 mm. Pada beberapa mikroskop, yang naik-turun bukan lensa objektifnya, tetapi meja objek. Hati-hati jangan sampai lensa objektif menyentuh/ membentur gelas benda. Hal ini dapat menyebabkan lensa objektif tergores.
4. Perhatikan bayangan melalui lensa okuler. Gunakan pemutar kasar untuk menaikkan atau menurunkan lensa objektif sampai preparat terlihat jelas. Apabila bayangan belum terlihat, ulangi Langkah 3.
5. Setelah preparat terlihat, dengan menggunakan pemutar halus, lensa objektif dinaik- turunkan agar tepat pada fokus lensa sehingga preparat tampak lebih jelas.
6. Untuk memperoleh perbesaran kuat, kita dapat mengganti atau mengubah lensa objektif dengan cara memutar revolver. Usahakan agar posisi preparat tidak bergeser. Bila hal ini terjadi maka kita harus mengulangi dari awal.

Mari kita perhatikan contoh berikut.

Contoh:

Tuliskan tiga jenis mikroskop beserta perbesaran maksimumnya dalam mengamati objek!
Penyelesaian:
Jenis-jenis mikroskop antara lain sebagai berikut.
1. Mikroskop cahaya, dengan perbesaran maksimum 1000 kali.
2. Mikroskop stereo, dengan perbesaran maksimum 7 sampai 30 kali.
3. Mikroskop elektron, dengan perbesaran maksimum 100 ribu kali.

Mikroskop dan Penggunaannya | lookadmin | 4.5