Close Klik 2x

Merkantilisme dan Revolusi Industri

Advertisement

Merkantilisme dan Revolusi Industri – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai merkantilisme dan berlangsungnya revolusi industri.

Merkantilisme dan Revolusi Industri

Merkantilisme sesungguhnya merupakan salah satu paham yang turut mendorong lahirnya revolusi industri. Apakah kalian mengetahui seluk-beluk merkantilisme ? Bagaimanakah proses berlangsungnya revolusi industri ? Untuk mengetahui lebih lanjut, mari simak bahasan berikut.

A. MERKANTILISME
Merkantilisme adalah suatu paham ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan hal ini sejalan dengan kegiatan ekspor dan impor dalam suatu negara. Merkantilisme berasal dari bahasa latin yaitu merchant, yang berarti pedagang.

Merkantilisme juga menyatakan bahwa kekayaan suatu negara bergantung pada seberapa banyak emas dan perak yang dimiliki atau, dengan kata lain, harta yang dimiliki suatu negara. Konsep ini mendorong pertumbuhan industri yang cukup besar, namun juga mendorong terjadinya eksploitasi di negara-negara koloni Eropa untuk memenuhi kebutuhan bahan baku di Eropa.

Merkantilisme diterapkan di Eropa pada abad ke-16 hingga abad ke-18. Kebijakan ini menuntut negara untuk berhubungan dengan negara lainnya jika menginginkan negaranya maju. Pada awalnya, kebijakan tersebut didasari oleh suatu teori bahwa kekuatan nasional akan meningkat jika jumlah ekspor lebih besar daripada jumlah impor. Kebijakan ini juga mempercayai bahwa melakukan ekspor lebih baik daripada berdagang di dalam negeri atau pun melakukan impor.

B. REVOLUSI INDUSTRI
Revolusi industri adalah masa peralihan penggunaan tenaga kerja manual dengan mesin yang telah dimulai sejak abad ke-18. Kegiatan ini berasal dari negara Inggris yang dengan cepat mengubah sistem ekonomi negara yang semula berbasis pada pertanian menjadi industri. Hal itu mempercepat pertumbuhan kota-kota dan mengubah daerah desa menjadi kota. Perubahan yang terjadi dikarenakan revolusi industri tidak hanya berlangsung dalam sektor ekonomi, namun juga mencakup seluruh aspek kehidupan.

1.Revolusi Industri di Inggris
Masyarakat Eropa telah banyak melakukan penelitian dan penemuannya digunakan dalam berbagai bidang kehidupan sejak masa Renaisans (abad ke-14 sampai abad ke-17). Penemuan yang cukup penting adalah dalam bidang transportasi (misalnya kapal cepat) dan komunikasi (seperti teknologi percetakan). Penemuan ini mendorong pembangunan ke arah Revolusi Industri.
Abad ke-18 merupakan awal terciptanya metode baru dalam dunia industri, yaitu pemakaian mesin baru, penemuan sumber tenaga baru, sistem bisnis baru, serta sistem ketenagakerjaan. Manusia pun memulai pengembangan produksi secara massal dengan menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang diterapkan ke dalam praktik bisnis skala besar.
Munculnya revolusi ini didukung oleh beberapa faktor sebagai berikut.
1) Kondisi sosial, politik dan ekonomi sangat mendukung.
2) Hak kekayaan intelektual sangat dilindungi.
3) Perlindungan dan penegakan hukum terjamin.
4) Tingkat penerimaan pajak oleh pemerintah tidak terlalu tinggi.
5) Tingkat campur tangan pemerintah terhadap bidang ekonomi relatif rendah. Kebebasan dalam bidang ekonomi dipopulerkan oleh ekonom Inggris, Adam Smith, di dalam bukunya the Wealth of Nations (1776).

2. Akibat dan Dampak Revolusi Industri
Revolusi industri memiliki beberapa akibat, yaitu sebagai berikut :
(1) Berubahnya komunitas dari pertanian menjadi industri.
(2) Berubahnya tempat produksi dari rumah dan sanggar kerja kecil ke pabrik-pabrik.
(3) Perpindahan penduduk dari daerah pinggiran dan perdesaan menuju pusat-pusat industri.
(4) Terjadinya pencemaran udara.
(5) Eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan
Revolusi industri juga telah membawa dampak terhadap berbagai bidang kehidupan, yaitu :
1) Dampak dalam Bidang Industri
Seiring dengan pembangunan industri di Inggris, industri modern menuntut penggunaan sumber energi yang besar untuk menjalankan mesin-mesinnya, dan batu bara menjadi sumber energi utama. Abraham Darby ialah yang pertama kali menggunakan batu bara tahun 1709 untuk produksi besi. Penemuan lainnya adalah oleh Henry Cort tahun 1784, yang menemukan teknik peleburan besi untuk dapat menghasilkan produk bervariasi dan memudahkan penggunaan besi dalam berbagai bidang.
Namun, terlepas dari semuanya itu, penemuan mesin uap merupakan teknologi mesin yang paling bermanfaat. Penggunaan mesin uap dimulai pada tahun 1689 oleh Thomas Savery, seorang insinyur berkebangsaan Inggris. Ia menciptakan mesin uap untuk memompa air dari dalam pertambangan. Pada tahun 1763, James Watt berhasil membuat mesin uap yang dapat digunakan dalam dunia industri. Penemuannya ini membuatnya dikenal sebagai ‘Bapak Revolusi Industri’. Pada bidang industri tekstil terjadi perubahan besar, dimana industri yang awalnya berskala rumah tangga menjadi industri yang dikerjakan di pabrik-pabrik.

2) Dampak dalam Bidang Sosial
Revolusi industri juga mempengaruhi bidang kehidupan sosial. Revolusi industri secara signifikan mengubah kehidupan sehari-hari masyarakat. Tujuan awal revolusi ini adalah ingin mengubah hidup rakyat yang dianggap tidak baik menjadi lebih baik. Namun pada kenyataannya, tujuan tersebut hanya didapatkan oleh beberapa orang saja dan kehidupan sebagian besar orang lain sangat menyedihkan. Akibat dari revolusi ini dalam bidang sosial, di antaranya :
• Bidang sosial ekonomi berkembang cepat.
• Daya beli masyarakat meningkat.
• Kesejahteraan masyarakat meningkat.
• Banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), karena semua pabrik dijalankan dengan mesin.
• Banyaknya penggunaan tenaga kerja wanita dan anak-anak karena upahnya lebih murah serta lebih patuh.
• Pengambilan tanah di pedesaan untuk industri.
• Adanya upaya Inggris memperluas daerah jajahan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dan daerah pemasaran.
• Lahirnya golongan ekonomi kuat, kaum kapitalis, dan masyarakat ekonomi lemah.

RANGKUMAN

  1. Merkantilisme adalah suatu paham ekonomi yang menyatakan bahwa kesejahteraan suatu negara hanya ditentukan oleh banyaknya aset atau modal yang disimpan oleh negara yang bersangkutan, dan hal ini sejalan dengan kegiatan ekspor dan impor dalam suatu negara.
  2. Revolusi industri adalah masa peralihan penggunaan tenaga kerja manual dengan mesin yang telah dimulai sejak abad ke-18. Kegiatan ini berasal dari negara Inggris yang dengan cepat mengubah sistem ekonomi negara yang semula berbasis pada pertanian menjadi industri.
Merkantilisme dan Revolusi Industri | lookadmin | 4.5