Close Klik 2x

Menyusun Garis Besar Kerangka Pidato, Ceramah, dan Khotbah

Advertisement

Menyusun Garis Besar Kerangka Pidato, Ceramah, dan Khotbah – Pada topik ini, siswa diharap dapat menyusun garis besar kerangka pidato/ceramah/khotbah.

Pengertian Pidato, Khotbah, dan Ceramah
Pidato adalah ungkapan pikiran seorang dalam bentuk kata-kata yang disampaikan langsung di depan khalayak ramai. Pidato adalah salah satu bentuk bahasa lisan. Dengan demikian, dalam pidato harus diperhatikan intonasi, artikulasi, gerak tubuh, dan mimik muka sebagai penunjang seperti dalam komunikasi lisan lainnya. Pidato disebut juga khotbah atau ceramah. Khotbah atau ceramah terutama berisi tentang materi-materi keagamaan.

Teknik Pidato
Berdasarkan teknik penyampaiannya, pidato terbagi atas empat macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Impromptu (spontan), yaitu teknik pidato yang disampaikan secara spontan. Pidato jenis ini biasanya tidak dipersiapkan terlebih dahulu karena dilakukan secara mendadak atau dalam acara yang tidak resmi. Misalnya, sambutan pada rapat kelas atau pidato ulang tahun di acara ulang tahun;
  2. Menghafal, yaitu teknik pidato tanpa teks yang mengharuskan seseorang menghafal saat berpidato. Sebelum berpidato, harus dibuat terlebih dahulu teks pidato, baik naskah lengkap maupun garis-garis besar yang akan dibicarakan;
  3. Naskah, yaitu teknik pidato dengan menggunakan naskah. Seseorang yang berpidato dengan teknik ini membacakan naskah yang telah dipersiapkan sebelumnya;
  4. Ekstemporan, yaitu teknik pidato dengan menggunakan catatan berisi garis besar isi pidato yang akan disampaikan. Seseorang harus menyiapkan naskah berupa kerangka atau pokok-pokok pembicaraan kemudian mengembangkan materi tersebut saat berpidato (improvisasi)

Menyusun Garis Besar Kerangka Pidato/Ceramah/Khotbah
Persiapan utama yang harus dilakukan sebelum berpidato adalah menyusun kerangka pidato. Kerangka pidato adalah susunan materi pokok pidato yang berupa satu kesatuan utuh. Kerangka pidato perlu disiapkan, terutama untuk pidato dengan teknik menghafal, naskah, atau ekstemporan. Kerangka pidato terdiri atas pembuka, isi, dan penutup. Penjelasannya sebagai berikut.

  1. Pembuka adalah pengantar pidato yang berisi salam pembuka dan gambaran materi yang akan disajikan selama pidato;
  2. Isi adalah materi pokok yang akan disampaikan dalam pidato. Pada pidato dengan teknik ekstemporan, materi dapat ditulis dengan mengemukakan poin-poin penting yang akan dibicarakan;
  3. Penutup meliputi rangkuman atau penegasan terhadap materi yang disampaikan, bisa juga berupa saran dan imbauan, serta diakhiri dengan salam penutup.

Perhatikan Contoh

CONTOH KERANGKA PIDATO/KHOTBAH/CERAMAH
Pembuka:
“Selamat pagi, hadirin yang berbahagia. Mari kita ucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mempertemukan kita semua dalam kesempatan ini. Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan pidato singkat saya yang berjudul “Peran Siswa dalam Menjaga Ketertiban”….”

Isi:
“Pelajar harus ikut bertanggung jawab terhadap ketertiban lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh, pelajar harus menjauhi perilaku buruk, seperti terlibat tawuran dan lain sebagainya ….”

Penutup:
“Demikian pidato singkat saya. Semoga apa yang saya ucapkan berkenan di hati hadirin sekalian. Pesan terakhir saya untuk rekan-rekan sesama pelajar agar terus meningkatkan kesadaran diri dalam menjaga ketertiban di lingkungan sekitar kita.”

Poin Penting

  1. Pidato adalah ungkapan pikiran seseorang dalam bentuk kata-kata yang disampaikan di depan khalayak ramai.
  2. Pidato juga disebut khotbah atau ceramah. Khotbah atau ceramah biasanya berisi materi-materi keagamaan.
  3. Berdasarkan teknik penyampaiannya, pidato terbagi atas empat macam, yaitu teknik impromptu (spontan), menghafal, naskah, dan ekstemporan.
  4. Garis besar kerangka pidato adalah pembuka, isi, dan penutup.
Menyusun Garis Besar Kerangka Pidato, Ceramah, dan Khotbah | lookadmin | 4.5