Close Klik 2x

Menyunting Rangkuman

Advertisement

Menyunting Rangkuman – Siswa dapat memperbaiki kesalahan penulisan dalam suatu paragraf

Dalam topik sebelumnya telah dibahas mengenai pokok-pokok isi rangkuman serta telah mencoba menulis rangkuman. Dalam rangkuman tersebut ada beberapa kesahalan dalam penulisan. Dalam topik kali ini kalian akan mempelajari tentang menyunting rangkuman. Menyunting rangkuman dapat diartikan sebagai memperbaiki kesalahan penulisan agar sesuai dengan pedoman kebahasaan atau sesuai dengan EyD.
Perbaikan kesalahan penulisan tersebut di antaranya adalah mengenai hal-hal berikut ini.

1. Penulisan huruf dan tanda banca
a. Pemakaian huruf kapital

  • Huruf kapital biasa dipakai pada awal kalimat.
    Contoh :
    Dia sedang menulis puisi.
    Dia sedang membaca buku.
    Kita harus selalu belajar.
  • Huruf kapital biasa dipakai pada huruf pertama petikan langsung
    Contoh :
    Ibu bertanya, “Kapan kamu akan belajar?”
    Kata Ibu, “Paman akan tiba di Jakarta.”
  • Huruf kapital biasa dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan seseorang, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.
    Contoh :
    Muhammad Nur Yasin
    Imam Hambali
    Nabi Ibrahim
  • Huruf kapital biasa dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang.
    Contoh :
    Presiden Susilo Bambang Yudoyono
    Presiden Joko Widodo
    Gubernur DKI Jakarta
  • Huruf kapital yang tidak dipakai sebagai huruf pertama nama jabatan dan pangkat yang tidak diikuti nama orang atau tempat.
    Contoh :
    Berapa orang lurah yang hadir dalam rapat itu?
    Siapa wali kota yang baru itu?

b. Penggunaan tanda baca

  • Tanda titik (.)
    Tanda titik (.) Biasanya dipakai di akhir kalimat yang bukan tanda seru ataupun tanda tanya.
    Contoh :
    Adi sedang membaca buku.
    Mira sedang merenung di taman.
  • Tanda koma (,)
    Biasa dipakai untuk pemisah kalimat.
    Contoh :
    Kalau hujan, saya tidak datang.
    Karena sibuk, ia lupa untuk makan siang.
  • Tanda ( : )
    Biasa dipakai pada akhir peryataan jika diikuti rangkaian kalimat.
    Contoh :
    Kalian memerlukan peralatan tulis : buku, pulpen, pelsil.
  • Tanda petik (“…..”)
    Tanda petik biasa digunakan untuk mengutip petikan langsung yang berasal dari pembicaaraan atau teks bacaan.
    Contoh :
    Ayah berkata, “Adi tidak boleh telat makan siang!”

2. Keefektifan kalimat
Dalam menulis suatu rangkuman diperlukan keefektifan kalimat. Efektif disini dapat diartikan harus menggunakan bahasa yang ringkas, padat, jelas, mudah dimengerti, dan tidak bertele-tele.
Contoh perbaikan keefektifan kalimat adalah sebagai berikut.

  1. Mereka semua mengerjakan tugas dengan baik. diperbaiki menjadi Mereka mengerjakan tugas dengan baik.
  2. Kami dengan sangat-sangat bersungguh mengerjakan tugas ini. diperbaiki menjadi Kami akan barsungguh-sungguh mengerjakan tugas ini.

Perhatikan contoh dua teks rangkuman di bawah ini!

Teks 1

Teks 2

Perhatikan perbedaan dua teks di atas! Dalam teks rangkuman pertama, masih terdapat beberapa kesalahan, di antaranya kesalahan penggunaan tanda baca, penulisan huruf kapital, dan keefektifan kalimat. Kesalahan tersebut kemudian diperbaiki dalam teks rangkuman yang kedua.

Poin Penting

Menyunting rangkuman dapat diartikan sebagai memperbaiki kesalahan penulisan agar sesuai dengan pedoman kebahasaan atau sesuai dengan aturan yang tertera dalam Ejaan yang Disempurnakan (EyD).

Menyunting Rangkuman | lookadmin | 4.5