Menyunting Paragraf Persuasif

Menyunting Paragraf Persuasif – Siswa mampu menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu.

Menyunting teks adalah kegiatan memperbaiki atau merevisi suatu teks. Untuk dapat melakukan kegiatan menyunting, seseorang harus memahami ciri dan karakteristik teks yang akan disunting. Dengan demikian, ia akan mengetahui hal-hal apa sajakah yang harus muncul dan tidak. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita pahami sebelum melakukan penyuntingan.

1. Pahami sifat paragraf secara umum
Teks persuasif haruslah memiliki kaidah-kaidah umum yang dimiliki oleh sebuah paragraf. Ia harus memiliki unsur gagasan utama-gagasan penjelas. Gagasan utama dalam setiap paragraf hanya boleh ada satu. Setiap kalimat yang membentuk paragraf haruslah saling terkait (padu), tanpa ada yang sumbang (berbeda informasi).

2. Pahami karakteristik paragraf persuasif
Dari materi sebelumnya, dapat kita ketahui bahwa karakteristik paragraf persuasi harus berisi ajakan yang disertai alasan pendukung dengan tujuan agar pembaca mau mengikuti apa yang diinginkan penulis. Ciri khususnya adalah munculnya kalimat imperatif yang dapat diperkuat dengan penggunaan partikel –lah. Inilah yang membedakan paragraf persuasif dengan argumentatif.

Selain menggunakan pengembangan sebab-akibat, bentuk paragraf persuasif biasanya menggunakan dua cara pendekatan: pendekatan emotif dan pendekatan rasional. Pendekatan emotif adalah pendekatan yang berusaha membangkitkan emosi pembaca dengan menggunakan kata-kata yang menarik dan meyakinkan atau kata-kata simpati atau antipati yang dapat menciptakan konflik batin. Contoh persuasif jenis ini adalah propaganda. Pendekatan rasional adalah pendekatan dengan pengunaan akal untuk memberikan dasar pembenaran terhadap suatu persoalan. Pendekatan ini memiliki ciri, yaitu dengan menyampaikan fakta-fakta.

Perhatikan!

Untuk Lebih jelasnya, bacalah paragraf berikut!
Pepohonan merupakan bagian dari keberlangsungan peradaban umat manusia. Kita tidak bisa membayangkan apa jadinya jika bumi tanpa pohon. Akan tetapi, semakin lama keberadaan pohon semakin terabaikan. Eksploitasi besar-besaran seperti penebangan hutan dan pembukaan lahan makin menyingkirkan pohon. Kita sangat membutuhkan pohon, tetapi kita hanya tahu memanfaatkannya, tanpa banyak yang tahu merawatnya, dan menjaga keberlangsungan keturunan darinya.

Indonesia sedang dalam kondisi memprihatinkan karena pernah dinyatakan sebagai negara nomor satu dalam perusakan hutan menurut Guiness Book of Record. Padahal keberadaan hutan sangatlah penting sebagai paru-paru dunia dan menjaga agar tidak terjadi perubahan iklim yang drastis.

Selain itu, pepohonan dan hutan pun sangat penting untuk menjaga lingkungan hidup flora dan fauna, menjaga kesuburan tanah, dan rangkaian ekosistem yang penting bagi kehidupan manusia.

Menjaga pohon dapat dimulai dengan mencintai pohon yangtidak hanya berguna untuk kehidupan manusia saat ini, tetapi juga untuk anak cucu kita nanti. Lalu bagaimana kita dapat menjaga keberlangsungan kehidupan pohon, mencintai pohon serta menabung pohon untuk generasi yang akan datang?

Sudahkah kalian membaca paragraf di atas? Apakah paragraf di atas termasuk paragraf persuasif? Paragraf di atas ternyata belum dapat kita sebut sebagai paragraf persuasif karena belum adanya kalimat yang meminta pembaca untuk melakukan sesuatu. Paragraf di atas lebih cocok sebagai paragraf argumentatif karena lebih condong dalam memberikan alasan dan pembuktian. Untuk menjadi paragraf persuasif, kalimat terakhir seharusnya diubah menjadi kalimat perintah/ajakan.

Mengubah kalimat

Lalu bagaimana kita dapat menjaga keberlangsungan kehidupan pohon, mencintai pohon serta menabung pohon untuk generasi yang akan datang?
(kita harus ubah kalimat di atas menjadi kalimat perintah.)
Oleh karena itu, jagalah keberlangsungan hidup pohon dengan cara mencintai dan menjaganya demi generasi yang akan datang!

Poin Penting

  1. Paragraf persuasif berusaha meyakinkan seseorang atau pembaca.
  2. Paragraf persuasif berusaha membuat pembaca tergerak melakukan hal yang dikehendaki penulis.
Menyunting Paragraf Persuasif | lookadmin | 4.5