Close Klik 2x

Menyunting Esai

Advertisement

Menyunting Esai – Dalam menulis esai perlu diperhatikan kaidah penulisan yang baik dan benar. Tulisan harus komunikatif, efektif, dan benar sesuai dengan kaidah kebakuan, termasuk dalam hal EYD. Pada kesempatan yang lalu, kita telah mempelajari teori mengenai kalimat efektif. Pada materi ini, untuk mendapatkan keahlian menyunting teks esai, kita akan mempelajari aturan EYD.

EYD (Ejaan yang Disempurnakan)

Ejaan yang disempurnakan adalah tata aturan bahasa Indonesia dalam ragam penulisan. EYD ini merupakan salah satu ciri khas dari bahasa kita sehingga penting untuk dipelajari.

Penulisan huruf
Penulisan huruf dalam EYD terbagi ke dalam dua hal, yaitu huruf kapital dan huruf miring.
1. Huruf kapital
Huruf kapital biasanya digunakan untuk menunjukkan nama/identitas. Berikut adalah poin penggunaan huruf kapital.
A. Nama orang
B. Nama lembaga dan dokumen
Departemen Agama, Undang-Undang Dasar 1945
C. Nama geografi
Pulau Jawa, Danau Cipondoh
D. Nama hari, bulan, dan tahun
hari Senin, bulan Februari, tahun Masehi
E. Nama jabatan, pangkat, gelar yang disertai nama
F. Sapaan
Bapak, Ibu, Kakak
Mau ke mana Bapak?
G. Suku, bangsa, bahasa, dan peristiwa sejarah
suku Jawa, bangsa Indonesia, bahasa Indonesia, Peristiwa Rengasdengklok
Penulisan gula jawa tidak perlu menggunakan huruf kapital karena tidak lagi mengacu suku

2. Huruf miring
A. Penulisan kata dalam bahasa asing
B. Penulisan judul buku, majalah, dan koran
Catatan: judul lain selain ketiga di atas menggunakan tanda kutip dua, misalnya, judul puisi atau artikel berita
Dalam harian Kompas tertulis artikel “Budi Gunawan Resmi Menjadi Wakapolri”.
C. Penulisan huruf/kata yang ingin diberi penegasan

Penulisan Kata
Berikut adalah beberapa catatan mengenai penulisan kata dalam EYD.
1. Penulisan kata depan seperti di dan ke harus ditulis terpisah seperti kata di pasar atau ke pasar.
2. Penulisan kata majemuk/frasa harus disambung ketika bertemu awalan dan akhiran. Perhatikan contoh kelompok kata berikut!
A. Tanggung jawab, bertanggung jawab, pertanggungjawaban
B. Sebar luas, tersebar luas, penyebarluasan
C. Tanda tangan, bertanda tangan, ditandatangani
3. Kata yang berasal dari bahasa asing/ derivasi ditulis terikat, seperti pro-, kontra-, pra-, pasca-, ekstra-, intra-, super-, multi-, sub-

Penulisan Tanda Baca

1. Tanda koma
A. Digunakan di antara lebih dari dua perincian
Satu, dua, dan tiga
B. Digunakan sebelum kata hubung setara: sedangkan, tetapi, melainkan, dan juga kata yakni dan yaitu.
C. Digunakan setelah kata hubung antarkalimat, seperti oleh karena itu, akan tetapi. Selain itu
D. Digunakan di antara aposisi atau keterangan tambahan
Presiden RI, Jokowi, menuangkan minuman ke gelas Megawati.
E. Digunakan setelah keterangan di awal kalimat yang dapat memunculkan keambiguan.
Atas perhatian Bapak, kami mengucapkan terima kasih.
F. Digunakan di antara nama penulis yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka
Irfan, Muhammad. 2008.Melatih Kemampuan Berbahasa.Tangerang:Gramelia.
G. Digunakan untuk memisahkan petikan langsung dengan bagian kalimat yang lain.
Ibu berkata, “Kamu sudah makan?”
H. Digunakan setelah kata seru, seperti oh, ya, wah, amboi
I. Digunakan di antara nama dan gelar
Andi, S.H.

2. Tanda titik dua
Selain digunakan di dalam dialog drama dan pemerian dalam biodata/surat, tanda ini dapat digunakan untuk memberikan rincian dalam sebuah kalimat jika pernyataan telah lengkap. Contohnya adalah sebagai berikut.
Ibu membeli beberapa bumbu masak: cengkeh, ketumbar, dan jahe. (benar)
Ibu membeli beberapa bumbu masak, seperti: cengkeh, ketumbar, dan jahe. (salah)
Catatan: titik dua tidak diperkenankan muncul setelah kata yakni, yaitu, dan pada

3. Tanda hubung (-)
Selain digunakan di dalam kata ulang, tanda hubung digunakan di antara penulisan berikut.
A. Antara huruf kapital dan nonkapital:
mem-PHK
B. Antara huruf cetak miring dan cetak tegak:
men-download
C. Antara huruf dan angka:
ke-2

Contoh Penyuntingan

Bacalah kutipan esai berikut!

Di dalam The Name of The Rose karya Umberto Eco terdapat cukilan Hisperica Famina. Secara bahasa ini bermakna “pepatah yang sangat indah”. Namun ini adalah karya berbahasa latintentang berbagai hal, termasuk angkasa, angin, laut, api, doa, lembaran untuk menulis,perburuan dan perjumpaan dengan para perampok. Koleksi ini ditulis di britania barat dayapada abad ke 5 atau ke 6. Hisperica Famina mengandung kata-kata latin yang begitueksentrik, sehingga nyaris membentuk sebuah bahasa rahasia seperti karya-karya misteri Virgil dari toulouse. The Name of The Rose sendiri tampaknya juga mengikuti tradisi kebahasaan Hisperica Famina.

Bagian yang tercetak tebal dalam esai di atas memiliki kesalahan EYD. Berikut adalah perbaikannya.

Di dalam The Name of The Rose karya Umberto Eco terdapat cukilan Hisperica Famina. Secara bahasa ini bermakna ‘pepatah yang sangat indah’. Namun, ini adalah karya berbahasa Latin tentang berbagai hal, termasuk angkasa, angin, laut, api, doa, lembaran untuk menulis, perburuan, dan perjumpaan dengan para perampok. Koleksi ini ditulis di Britania barat daya pada abad ke-5 atau ke-6. Hisperica Famina mengandung kata-kata latin yang begitu eksentrik sehingga nyaris membentuk sebuah bahasa rahasia seperti karya-karya misteri Virgil dari Toulouse. The Name of The Rose sendiri tampaknya juga mengikuti tradisi kebahasaanHisperica Famina.

Poin Penting

EYD mencakup segala hal terkait penulisan, baik itu huruf, kata, maupun tanda baca.

Menyunting Esai | lookadmin | 4.5