Menyunting Berita Menjadi Berita yang Baik

Menyunting Berita Menjadi Berita yang Baik – Siswa dapat menyunting berita menjadi berita yang baik untuk disampaikan kepada khalayak ramai.

Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari merangkai pokok-pokok berita dan menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar. Kalian pasti pernah mendengar atau melihat berita dari berbagai media (elektronik, cetak, dan internet). Langkah-langkah untuk menemukan pokok-pokok berita, yaitu: (1) menyimak berita dengan sungguh-sungguh; (2) memperhatikan dan menerapkan pertanyaan pada berita berdasarkan kata tanya: apa, siapa, di mana, kapan, kenapa, dan bagaimana.
Pokok-pokok berita harus disusun secara kronologis. Kali ini, kalian akan mengetahui bagaimana menyunting berita.

Penulisan Berita
Berita ditulis oleh wartawan dengan memperhatikan bagian-bagian naskah berita. Bagian-bagian naskah berita tersebut harus mengandung judul berita dan teks berita.

Penyuntingan Berita
Penyuntingan berita adalah proses menyiapkan dan menilai naskah (teks) berita hingga layak untuk disampaikan kepada khalayak ramai. Bagian naskah berita terdiri atas: teks berita dan judul berita. Teks berita adalah isi tulisan berita tersebut, sedangkan judul berita adalah nama berita yang disampaikan. Tanpa judul berita, orang-orang tidak akan tahu kejadian apa yang tengah diberitakan. Orang yang bertugas menyunting berita disebut editor.
Teks berita harus mengandung pokok-pokok berita. Jika salah satu pokok berita tidak ada, berarti berita itu dikatakan tidak lengkap (tidak layak). Sebuah berita harus disampaikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat, jelas, dan padat. Bahasa tersebut biasanya disebut dengan bahasa jurnalistik.

Menyunting Berita
Berikut ini merupakan hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyuntingan sebuah naskah berita.
1. Lihat dan simak berita dengan baik-baik. Apakah berita itu layak untuk disampaikan atau tidak.
2. Gunakan ejaan yang benar.
3. Gunakan bahasa yang sederhana, singkat, jelas, dan padat.
4. Perhatikan waktu dan tanggal kejadian.

Perhatikan Contoh

Berikut ini adalah contoh naskah berita yang belum disunting.

karyawan PT. angin ribut keracunan saat jam makan siang pada hari Rabu. para karyawan merasakan mual mual setelah santap siang nasi bungkus di lingkungan pabrik dodol yang berlokasi di jalan proklamasi no 97. Menurut salah seorang karyawan pt. angin ribut tersebut, para karyawan biasa makan siang yang dikasih perusahaan selang 2 jam perut hampir semua karyawan merasa hal yang sama. Sakit yang melilit di sekitar perut lalu muntah-muntah. mereka lalu pinsan di tempat kerja. Bahkan ada beberapa karyawan yang kejang. Kesaksian tersebut diceritakan Rizal Padilah yang hingga sekarang masih dirawat di rumah sakit kadungora, garut.
Humas pt angin ribut menginformasikan korban yang dirawat akibat keracunan nasi bungkus tersebut berjumlah 350 orang. Kemudian, pihak rumah sakit kadungora mengabarkan ada 4 orang karyawan yang tewas akibat keracunan tersebut.
Hingga saat ini, Polisi masih menyelidiki kasus keracunan makanan itu. Apakah nasi bungkus itu mengandung racun atau tidak.

Berikut ini penyuntingan terhadap naskah berita di atas.

Ratusan Karyawan Keracunan Nasi Bungkus

GARUT – Karyawan PT Angin Ribut keracunan saat jam makan siang pada hari Rabu (12/3/2014). Para karyawan merasakan mual-mual setelah santap siang nasi bungkus di lingkungan pabrik dodol, yang berlokasi di Jalan Proklamasi No. 97. Menurut salah seorang karyawan PT Angin Ribut tersebut, para karyawan biasa makan siang yang diberikan oleh perusahaan. Selang dua jam, semua karyawan merasakan hal yang sama. Sakit yang melilit di sekitar perut. Mereka muntah-muntah lalu pingsan di tempat kerja. Bahkan, ada beberapa karyawan yang kejang-kejang. Kesaksian tersebut diceritakan oleh Rizal Padilah (25), yang hingga sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Kadungora, Garut.
Humas PT Angin Ribut menginformasikan, korban yang dirawat akibat keracunan nasi bungkus tersebut berjumlah 350 orang. Kemudian, pihak Rumah Sakit Kadungora mengabarkan ada empat orang karyawan yang tewas akibat keracunan tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus keracunan makanan itu. Apakah nasi bungkus itu mengandung racun atau tidak. (RT)***

Perhatikan Contoh

Poin Penting

• Perhatikanlah penggunaan tanda baca dan ejaan yang benar yang sudah kalian pelajari!
• Ejaan yang benar adalah ejaan yang sesuai dalam Ejaan yang Disempurnakan (EYD) bahasa Indonesia.

Menyunting Berita Menjadi Berita yang Baik | lookadmin | 4.5