Close Klik 2x

Menuliskan Pokok-Pokok Berita dengan Ejaan yang Benar

Advertisement

Menuliskan Pokok-Pokok Berita dengan Ejaan yang Benar – Siswa dapat menuliskan pokok-pokok berita dengan ejaan yang benar dari sebuah berita yang didengar atau dilihat.

Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari berita dan pokok-pokok berita. Pokok-pokok berita harus mengandung hal jawaban atas pertanyaan:
1. Apa yang diberitakan/terjadi?
2. Siapa saja yang diberitakan dalam kejadian?
3. Di mana peristiwa atau kejadian itu terjadi?
4. Kapan peristiwa atau kejadian terjadi?
5. Kenapa peristiwa terjadi?
6. Bagaimana peritiwa terjadi?

Kali ini, akan kita pelajari cara menuliskan pokok-pokok berita dengan menggunakan ejaan yang benar.

Penulisan Berita
Wartawan menuliskan laporan wawancaranya sehingga menjadi sebuah berita. Berita ditulis oleh wartawan dengan memperhatikan bagian-bagian tulisan berita. Bagian-bagian dari tulisan berita tersebut harus mengandung judul berita dan teks berita.
Teks berita adalah isi tulisan berita tersebut, sedangkan judul berita adalah nama berita yang disampaikan atau disajikan kepada penikmat berita. Teks berita harus mengandung pokok-pokok berita. Jika salah satu pokok berita tidak ada, berarti berita itu dikatakan tidak lengkap (berita tidak layak). Sebuah berita harus disampaikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, singkat, jelas, dan padat. Penulisan teks berita harus memperhatikan ejaan yang benar.

Berita dengan Ejaan yang Benar
Ejaan yang benar adalah ejaan yang sesuai dalam Bahasa Indonesia. Tulisan berita menggunakan ejaan yang benar agar penikmat berita bisa memahami isi berita yang disampaikan. Penggunaan ejaan yang benar, antara lain:
• Penggunaan huruf, seperti: huruf kapital (besar), huruf miring, dan huruf tebal;
• Penggunaan tanda baca, seperti: tanda tanya, tanda titik, tanda koma, tanda kutip (petik), tanda hubung, dll.;
• Penggunaan kata-kata yang sesuai dalam Bahasa Indonesia, seperti: kata ganti, kata penghubung, kata depan, kata ulang, kata kerja, dll.;

Menulis Pokok-Pokok Berita dengan Ejaan yang Benar
Selain memiliki kelengkapan pokok-pokok berita, seperti yang telah diulas di atas, berita yang baik juga harus menaati aturan-aturan ejaan yang benar. Untuk lebih jelas tentang aturan ejaan yang benar, silakan perhatikan contoh berita yang tidak layak (menyalahi aturan ejaan yang benar) dan perbaikannya di bawah ini!

Perhatikan Contoh

Ratusan karyawan keracunan nasi bungkus.

GARUT – karyawan PT. angin ribut keracunan saat jam makan siang pada hari Rabu 12/3/2014. para karyawan merasakan mual mual setelah santap siang nasi bungkus di lingkungan pabrik dodol yang berlokasi di jalan proklamasi no 97. Menurut salah seorang karyawan pt. angin ribut tersebut, para karyawan biasa makan siang yang dikasih perusahaan selang 2 jam perut hampir semua karyawan merasa hal yang sama. Sakit yang melilit di sekitar perut lalu muntah-muntah. mereka lalu pinsan di tempat kerja. Bahkan ada beberapa karyawan yang kejang. Kesaksian tersebut diceritakan Rizal Padilah (25) yang hingga sekarang masih dirawat di rumah sakit kadungora, garut.
Humas pt angin ribut menginformasikan korban yang dirawat akibat keracunan nasi bungkus tersebut berjumlah 350 orang. Kemudian, pihak rumah sakit kadungora mengabarkan ada 4 orang karyawan yang tewas akibat keracunan tersebut.
Hingga saat ini, Polisi masih menyelidiki kasus keracunan makanan itu. Apakah nasi bungkus itu mengandung racun atau tidak. (RT)***

sumber: Garut News 31 Januari 2015

Penulisan teks berita “Ratusan Karyawan Keracunan Nasi Bungkus” dengan ejaan yang benar bisa kita perhatikan pada kata-kata yang digarisbawahi.

Ratusan Karyawan Keracunan Nasi Bungkus

GARUT – Karyawan PT Angin Ribut keracunan saat jam makan siang pada hari Rabu(12/3/2014). Para karyawan merasakan mual-mual setelah santap siang nasi bungkus di lingkungan pabrik dodol yang berlokasi di Jalan Proklamasi No. 97. Menurut salah seorang karyawan PT Angin Ribut tersebut, para karyawan biasa makan siang yang diberikan oleh perusahaan. Selang dua jam, semua karyawan merasakan hal yang sama. Sakit yang melilit di sekitar perut. Mereka muntah-muntah lalu pingsan di tempat kerja. Bahkan, ada beberapa karyawan yang kejang-kejang. Kesaksian tersebut diceritakan oleh Rizal Padilah (25) yanghingga sekarang masih dirawat di Rumah Sakit Kadungora, Garut.
Humas PT Angin Ribut menginformasikan korban yang dirawat akibat keracunan nasi bungkus tersebut berjumlah 350 orang. Kemudian, pihak Rumah Sakit Kadungoramengabarkan ada empat orang karyawan yang tewas akibat keracunan tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus keracunan makanan itu. Apakah nasi bungkus itu mengandung racun atau tidak. (RT)

sumber: Garut News, 31 Januari 2015

Poin Penting

• Perhatikanlah penggunaan tanda baca dan ejaan yang benar yang sudah kalian pelajari.
• Ejaan yang benar adalah ejaan yang sesuai dalam Bahasa Indonesia.

Advertisement
Menuliskan Pokok-Pokok Berita dengan Ejaan yang Benar | lookadmin | 4.5