Close Klik 2x

Menulis Surat Perjanjian Jual-Beli dan Surat Kuasa Sesuai Keperluan

Advertisement

Menulis Surat Perjanjian Jual-Beli dan Surat Kuasa Sesuai Keperluan – Siswa dapat menulis surat dagang dan surat kuasa.

PENGERTIAN SURAT PERJANJIAN JUAL-BELI

Surat perjanjian jual-beli merupakan bukti autentik apabila terjadi permasalahan yang berkaitan dengan uang dalam dunia perniagaan. Segala yang berkaitan dengan keuangan sebaiknya disertai bukti yang kuat. Dapat kita simpulkan pengertian surat perjanjian jual-beli yaitu;

“Surat perjanjian jual-beli ialah surat yang berkaitan dengan jual-beli atau perdagangan.”

Komponen surat Jual-Beli:
1. Kepala surat atau kop surat, mengemukakan informasi nama lembaga, alamat lengkap, nomor telepon, alamat kantor cabang, logo perusahaan, dan lain-lain.
2. Leher surat, memuat informasi tanggal surat, nomor surat, perihal, lampiran, alamat tujuan.
3. Badan surat, memuat salam pembuka, kalimat pembuka, isi surat, dan kalimat penutup.
4. Kaki surat, memuat salam penutup, nama pengirim, jabatan pengirim, tanda tangan pengirim, tembusan (jika ada), nomor induk pegawai (jika ada).

Ciri–Ciri Surat Jual-Beli:
1. Surat menyurat memiliki perihal perniagaan.
2. Bahasa yang digunakan ialah bahasa resmi dan baku.
3. Memiliki sifat membujuk/persuasif.
4. Berisikan tentang proses jual-beli dan transaksi.

Unsur–Unsur Surat Perjanjian Jual-Beli adalah :
1. Adanya judul surat.
2. Adanya identitas kedua belah pihak.
3. Adanya pasal–pasal transaksi.
4. Adanya tanggal pembuatan perjanjian.
5. Adanya tanda tangan dan nama lengkap kedua belah pihak.
6. Adanya tanda tangan dan nama lengkap kedua saksi (Jual Beli Tanah dan Bangunan).
7. Adanya tanda tangan dan nama pejabat yang mengesahkan.

Bagian-bagian Surat Perjanjian Jual-Beli:
1. Kepala surat atau kop surat, mengemukakan informasi nama lembaga, alamat lengkap, nomor telepon, alamat kantor cabang, logo perusahaan, dan lain-lain.
2. Nomor surat
3. Nama Penjual-Pembeli
4. Keterangan tentang barang yang dijual
5. Syarat-syarat dan ketentuan perjanjian jual beli dalam bentuk pasal-pasal
6. Waktu transaksi (Tempat, hari, tanggal/bulan/tahun)
7. Tanda tangan pembeli dan penjual
8. Saksi (Jual Beli Tanah dan Bangunan)
9. Nama Notaris (Jual Beli Tanah dan Bangunan)

Macam-macam Surat Surat Perjanjian Jual-Beli:
1. Surat Permintan Penawaran : Surat dari konsumen kepada produsen dengan meminta penjelasan mengenai jenis barang dan harga yang dijual.
2. Surat Penawaran : Surat yang berisi penawaran barang/jasa dari produsen kepada konsumen.
3. Surat Pemesanan : Surat yang berisi pemesanan barang dari konsumen kepada produsen.
4. Surat Pengiriman Barang : Surat yang berisi penjelasan mengenai pengiriman barang.
5. Surat Penerimaan Pesanan dan Pembayaran : Surat yang berisi penerimaan pesanan dan pembayaran dari konsumen yang diterima produsen.
6. Surat Pengakuan Penerimaan Pembayaran : Surat pengakuan dari produsen yang diminta oleh pihak konsumen sebagai bentuk penyelesaian transaksi.

Mari kita analisis surat Perjanjian Jual-Beli di atas.

  1. Kepala Surat/Kop surat : informasi tentang nama lembaga, alamat lengkap, nomor telepon, alamat kantor cabang, logo perusahaan, dan lain-lain.
  2. Leher surat : Adanya pemaparan awal, informasi tanggal surat, nomor surat, perihal, lampiran, alamat tujuan.
  3. Badan surat : salam pembuka, kalimat pembuka, isi surat, dan kalimat penutup.
  4. Kaki surat : salam penutup, pihak pertama, pihak kedua, tanda tangan.

Poin Penting

Surat Perjanjian Jual-Beli terbagi beberapa macam. Oleh sebab itu, penggunaaanya harus sesuai dengan jenis transaksi yang dilakukan.

Menulis Surat Perjanjian Jual-Beli dan Surat Kuasa Sesuai Keperluan | lookadmin | 4.5