Close Klik 2x

Menulis Puisi Bertema Peristiwa yang Dialami

Advertisement

Menulis Puisi Bertema Peristiwa yang Dialami – Sukakah kamu membaca puisi? Puisi merupakan karya sastra yang sangat menarik. Di topik sebelumnya, kamu telah belajar menemukan peristiwa atau pengalaman yang diangkat sang penulis dalam puisinya. Bagaimana kalau sekarang kamu mulai belajar membuatnya dari pengalamanmu sendiri?

Menentukan Topik Puisi

Langkah pertama dalam menulis puisi adalah menentukan topik yang akan diangkat ke dalam puisimu. Memilih topik sangat penting karena dari topik inilah, kamu akan mengembangkan isi puisimu.

Selanjutnya, pilihlah topik dari peristiwa yang pernah kamu alami atau berdasarkan pengalamanmu. Temukan kejadian yang berkesan, pengalaman yang menginspirasi, atau peristiwa yang pernah kamu alami yang ingin kamu ceritakan. Gunakan kekuatan imajinasimu!

Pada pembelajaran ini, kita ambil contoh topik tentang liburan yang berkesan.

Menulis Puisi

Langkah berikutnya setelah memilih topik adalah mulai menulis. Lihat contoh potongan puisi tentang liburan sekolah di bawah ini.

Disadur dari http://www.karyapuisi.com/2012/12/kumpulan-puisi-liburan-sekolah-puisi.html#.VSu0A9yUfGI

Menulis puisi pada dasarnya sama dengan mengungkapkan perasaan dengan bahasa yang indah dan puitis, agar indah dibaca dan dimaknai. Oleh sebab itu, ada beberapa teknik penulisan yang harus diperhatikan, yaitu:

1. Diksi,
Merupakan pilihan kata yang digunakan oleh pengarang puisi. Puisi bentuknya berbeda dengan prosa sehingga diksi menjadi sangat penting. Kata-kata yang digunakan sebaiknya yang benar-benar bisa mewakili perasaan penulisnya sehingga harus dipilih secermat mungkin.
Misalnya:
Kata “melonjak” digunakan pada “Sepeda merahku melonjak gembira” untuk menggambarkan kegembiraan sang sepeda (atau sebenarnya pemiliknya).
.
2. Daya bayang,
Yaitu kemampuan untuk melihat, mendengar, dan merasakan isi puisi.
Misalnya:
Coba baca keseluruhan puisi tersebut. Kamu akan merasakan suasana gembira dan berseri-seri. Jika maksud penyair telah sampai pada pembacanya, itu berarti daya bayang yang dituliskan sudah cukup baik.

3. Gaya bahasa,
Adalah cara yang diungkapkan oleh penyair untuk menciptakan dan membangkitkan imajinasi pembacanya dengan menggunakan bahasa, kiasan, atau simbol.
Misalnya:
Sepedaku dan aku menyusuri lembah dan bebukitan

seperti dua petualang yang tak peduli pada tujuan.

Perumpamaan “seperti dua petualang” digunakan oleh Joko Pinurbo untuk menggambarkan dirinya dan sepedanya.

4. Rima,
Adalah sajak atau persamaan bunyi.
Misalnya sajak a-a-a pada:
Liburan sekolah sudah tiba.
Sepeda merahku melonjak gembira.
Sambil ngebut di jalan pulang ia meminta:

Akan tetapi,ingat, teknik di atas bukanlah patokan. Dalam sebuah karya sastra, yang penting adalah bagaimana cara menyampaikan pesan dengan cara yang indah.

Nah, menulis puisi sering kali dianggap sebagai proses yang susah bagi sebagian orang. Berikut ini beberapa hal yang bisa dicoba untuk meningkatkan kualitas puisimu:

  1. Jangan takut untuk mencoba. Pilihlah topik yang kamu sukai. Tuliskan saja semua yang ada di kepalamu, lalu nanti kamu bisa memperbarui pilihan kata-katanya.
  2. Kunci dari menulis puisi adalah latihan. Semakin sering menulis puisi, akan semakin mudah jadinya.
  3. Kualitas tulisan berhubungan erat dengan seberapa banyak kamu membaca. Semakin banyak kamu membaca, semakin banyak kosakata yang bisa kamu pelajari, dan kamu akan mengetahui berbagai cara penyair dalam mengekspresikan perasaan dan gagasannya.

Menyunting Puisi

Langkah terakhir yang perlu dilakukan setelah puisi selesai ditulis adalah menyunting puisi tersebut.
Menyunting artinya memperbaiki tulisan agar enak dibaca dan tidak ada kesalahan dalam penulisan. Caranya, setelah puisimu selesai ditulis, cobalah baca kembali puisi tersebut secara keseluruhan, dan lakukan perbaikan yang dirasa perlu.

Pada dasarnya, dalam puisi tidak ada aturan baku penulisan yang mengikat. Namun, kamu bisa menyempurnakannya lagi dengan melihat aspek-aspek khas puisi yang sudah kita bahas sebelumnya, yaitu dari segi diksi, gaya bahasa, dan rima.

Poin Penting

• Langkah pertama dalam menulis puisi adalah menentukan topik. Temukan kejadian yang berkesan, pengalaman yang menginspirasi, atau peristiwa yang pernah dialami.
• Menulis puisi pada dasarnya sama dengan mengungkapkan perasaan dengan bahasa yang indah dan puitis agar indah dibaca dan dimaknai.
• Beberapa teknik penulisan yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Diksi, merupakan pilihan kata yang digunakan oleh pengarang puisi.
2. Daya bayang, yaitu kemampuan untuk melihat, mendengar, dan merasakan isi puisi.
3. Gaya bahasa, adalah cara yang diungkapkan oleh penyair untuk menciptakan dan membangkitkan imajinasi pembacanya dengan menggunakan bahasa, kiasan, atau simbol.
4. Rima, adalah sajak atau persamaan bunyi.
• Langkah terakhir adalah menyunting puisi, atau memperbaiki tulisan agar enak dibaca dan tidak ada kesalahan dalam penulisan. Caranya, setelah puisimu selesai ditulis, cobalah baca kembali puisi tersebut secara keseluruhan, dan lakukan perbaikan yang dirasa perlu.

Menulis Puisi Bertema Peristiwa yang Dialami | lookadmin | 4.5