Close Klik 2x

Menulis Proposal untuk Berbagai Keperluan

Advertisement

Menulis Proposal untuk Berbagai Keperluan – Siswa dapat menulis proposal untuk berbagai keperluan.

Tentang Menulis Proposal

Proposal merupakan istilah yang berasal dari bahasa Ingris. Kata tersebut kemudian diserap menjadi bahasa Indonesia dengan bentukan yang sama, proposal. Pengertiannya sendiri adalah tawaran, usulan, perencanaan, dan pengajuan. Proposal juga bisa digunakan sebagai pengertian untuk lamaran.

Pada perkembangannya, proposal digunakan sebagai konsep perencanaan yang perlu diajukan untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Proposal bisa dibilang sebagai rencana kerja dari suatu lembaga, kelompok, instansi, organisasi, bahkan peorangan untuk mendapatkan sesuatu. Pembuatan proposal adalah agar rencana bisa lebih matang dan konsep suatu kegiatan atau suatu tujuan lebih jelas sehingga mampu menarik orang untuk terlibat di dalamnya, baik sebagai bagian dari acara ataupun sebagai donatur dalam acara.

Untuk menyusun proposal, digunakan bahasa yang baik, baku, padat, dan jelas. Penyusunan dan gaya bahasanya mirip dengan karya ilmiah. Hanya, proposal tidak sama dengan pembuatan karya ilmiah. Karya ilmiah bersifat riset atau penelitian untuk kemudian diuji atau diungkap melalu berbagai referensi. Penyusunan proposal berangkat dari strategi yang sudah dipikirkan atau disepakati yang kemudian dituangkan ke dalam teks proposal. Hal-hal yang dipikirkan tersebut bisa meliputi konsep suatu acara atau kegiatan, perencanaan biaya, tujuan dari acara, dan sebagainya. Karena itulah, didalam proposal terdapat unsur-unsur yang harus ada.

Unsur-Unsur dalam proposal

a. Dasar Pemikiran
b. Maksud dan Tujuan
c. Sasaran dan Ruang Lingkup
d. Pelaksanaan Kegiatan
e. Panitia penyelenggara
f. Anggaran Biaya
g. Penutup

a. Dasar Pemikiran

Dasar pemikiran merupakan poin yang membahas tentang alasan mengapa konsep acara tersebut perlu dilaksanakan. Bagian ini biasanya diisi dengan penjelasan tentang suatu ide atau suatu masalah yang ada sehingga perlu dibuat acara. Contoh

b. Maksud dan Tujuan

Bagian ini menjelaskan tentang maksud dari suatu acara. Bagian ini juga biasanya dengan tujuan, baik jangka pendek maupun jangka panjang.
Contoh

c. Sasaran dan Ruang Lingkup
Bagian ini harus jelas karena bagian ini memuat tentang batasan dari permasalahan. Misalnya, berapa target usia dari suatu kegiatan, kebiasaan mereka, serta hal lainnya. Contoh, diskusi tentang pergaulan bebas di kelangan remaja diadakan dengan tujuan peserta adalah para remaja yang msih mencari diri atau identitas.

d. Waktu dan kegiatan atau pelaksanaan kegiatan
Bagian ini menjadi penting karena waktu dan kegiatan akan berpengaruh pada acara dan pihak sponsor. Misal ketika acara tersebut targetnya adalah anak muda, maka pilihan waktu yang baik adalah ketika liburan sekolah atau pun acara di akhir pekan di sebuah pusat keramaian. Faktor tempat dan tanggal ini juga akan berpengaruh pada sponsor yang akan memberi dana.

e. Panitia
Bagian ini perlu dijelaskan tentang siapa saja yang terlibat dalam suatu acara. Mengingat suatu kegiatan akan memerlukan banyak tim, maka menuliskan mereka di proposal sangat epnting. Selain sebagai penghargaan untuk tim pelaksana atau panitia, kehadiran nama mereka juga bisa jadi patorkan tentang kualitas suatu acara. Misalnya,, diskusi tentang pergaulan bebas ternyata mendatangkan narasumber pujaan remaja.

f. Anggaran Biaya
Bagian ini sangat penting karena urusan dana sangat sensitif dalam suatu acara atau kegiatan. Maka dari itu, untuk membuat proposal yang baik, hendaknya dijelaskan perihal dana. Berapa dana dari kegiatan tersebut, berapa dana yang bisa ditutupi dan berapa dana yang kurang? Jika misalnya, OSIS akan mengadakan acara di sekolah dan meminta dana dari pihak sekolah, maka bagian ini sering jadi sorotan. Oleh sebab itu, tulislah kebutuhan biaya dengan rinci dan jelaskan kekurangan dana yang dibutuhkan. Sebaiknya, tidak menuliskan rincian harga tertentu dengan tinggi dibandingkan harga aslinya. Jika misalnya, membutuhkan meja dengan harga Rp 100.000 dan tidak baik menuliskan angka diatas harga yang sebenarnya. Satu hal yang perlu diingat, buatlah anggaran dana dengan tiga fase, biaya untuk persiapan, biaya untuk operasional, dan rincian biaya setelah kegiatan atau laporan/hasil.

h. Penutup
Penutup adalah bagian akhir dari suatu proposal. Pada bagian ini sebaiknya ditulis kalimar halus tetapi bernada ajakan agar pihak yang diberikan proposal, misalnya pemberi dana mau menyumbangkan dana mereka untuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Pada bagian ini juga ditulis para penanggunng jawab utama yang akan membutuhkan tanda tangan yang berarti kegiatan tersebut sah dilaksanakan.

Perhatikan contoh anggaran biaya dan penutup berikut ini.

Poin Penting

  1. Proposal adalah suatu konsep perencanaan yang nantinya diusulkan untuk dilaksanakan atau suatu tawaran atau pengajuan sebuah kegiatan dengan tujuan untuk disahkan atau untuk meminta bantuan dana kegiatan.
  2. Proposal disusun agar terlihat gambaran dari konsep acara atau kegiatan yang akan dilangsungkan.
  3. Dalam menyusun proposal, yang perlu penting harus tercantum tentang latar belakang suatu kegiatan, maksud dan tujuannya, panitianya, pelaksanaan kegiatan, sasaran, biaya, dan juga bagian penutup
  4. Unsur-unsur diatas wajib ada dalam sebuah proposal. Apapun namanya, tetap unsur-unsur tersebut harus ada. Jikapun ada penambahan, itu karena kegiatan tersebut merupakan kegiatan besar yang memrlukan proposal dengan perencanaan yang sangat rinci. Misalnya, proposal pengajuan bisnis. Jenis proposal ini akan memuat, profil perusahaan dan sejarah perusahaan yang mengajukan bisnis tersebut.
Advertisement
Menulis Proposal untuk Berbagai Keperluan | lookadmin | 4.5