Close Klik 2x

Menulis Drama Berdasarkan Pengalamannya Sehari-hari

Advertisement

Menulis Drama Berdasarkan Pengalamannya Sehari-hari – Siswa mampuu menarasikan pengalaman manusia dalam bentuk adegan dan latar pada naskah drama.

Tujuan
Siswa mampu menulis drama berdasarkan pengalamannya sehari-hari.

Imajinasi

Bayangkan, suatu hari kalian menjalankan tes ulangan umum. Lalu, guru kalian mengumumkan akan ada peserta tamu dari panti tunanetra. Sesaat kemudian, kalian melihat beberapa siswa tunanetra masuk didampingi oleh pendampingnya masing-masing. Lantas, mereka mengerjakan soal demi soal dengan dibacakan dan dituliskan jawabannya oleh pendampingnya. Bagi kalian hal itu adalah pengalaman yang menarik. Di antara kalian ada yang menuliskan pengalaman itu ke dalam bentuk puisi, lagu, cerpen, atau drama. Begitulah proses berkarya melalui pengalaman.

Kali ini, kita akan mengulas tentang bagaimana menulis drama berdasarkan pengalaman manusia.

Drama

Drama adalah salah satu genre karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan. Lakon tersebut dialami oleh tokoh atau pelaku di dalam drama tersebut. Drama berbeda dengan genre karya sastra lainnya, yaitu puisi dan prosa. Salah satu perbedaannya terlihat pada penulisannya yang berupa dialog antartokoh di dalamnya. Selain itu, drama juga dapat dipentaskan menjadi sebuah teater.

Macam-macam Drama

Berdasarkan jenis ceritanya, drama dibagi menjadi beberapa macam sebagai berikut:

1. Tragedi, yaitu drama yang berisi kisah tokoh yang mengalami sebuah konflik yang memilukan dan menimbulkan rasa kasihan kepada pembaca atau penontonnya;

2. Komedi, yaitu drama yang berisi kisah-kisah lucu dan penuh dengan pelajaran yang dikemas dalam cerita-cerita humor. Berlainan dengan tragedi, drama komedi menimbulkan gelak tawa pembaca atau penontonnya;

3. Satir, yaitu drama yang berisi kritik atau sindiran terhadap gejala-gejala yang timbul di masyarakat, seperti perilaku manusia, kehidupan sosial, politik, dan sebagainya;

4. Melodrama, yaitu drama yang menitikberatkan pada penggambaran alur yang dialami tokohnya. Dalam melodrama biasanya terdapat banyak konflik rumit yang dialami tokohnya sehingga menimbulkan beragam kesan bagi pembaca atau penontonnya.

5. Pantomim, yaitu drama yang hanya menampilkan gerak tubuh pelakunya tanpa ada dialog.

Menulis Drama Berdasarkan Pengalaman Manusia

Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa definisi drama adalah karya sastra yang menceritakan lakon hidup manusia dalam bentuk dialog. Lakon hidup tersebut diperankan oleh tokoh atau pelaku yang ada di dalam tersebut. Cerita dalam drama merepresentasikan kehidupan manusia pada umumnya yang mengalami banyak konlik, peristiwa, dan beragam perasaan.

Dengan demikian, menulis sebuah drama dapat dilakukan berdasarkan pengalaman manusia sehari-hari yang ada di sekeliling kita. Bahkan, pengalaman hidup kita pun dapat dijadikan sebuah drama. Pengalaman hidup tersebut dapat berupa pengalaman yang menyenangkan, menyedihkan, mengharukan, atau menakutkan. Namun, drama yang ditulis berdasarkan pengalaman tersebut harus tetap memperhatikan unsur-unsur pembangun drama, seperti tema, amanat, dialog, latar, alur, dan sebagainya.

Langkah-langkah menulis drama berdasarkan pengalaman manusia adalah sebagai berikut:
1. Mengumpulkan ide berdasarkan pengalaman hidup sendiri atau orang lain;
2. Memilih sebuah pengalaman yang paling menarik untuk dijadikan drama, misalnya peristiwa menyedihkan, membahagiakan, atau menakutkan;
3. Menentukan tema sebagai dasar drama yang akan ditulis;
4. Memunculkan tokoh-tokoh sebagai pelaku dalam drama, baik sesuai kenyataan atau tokoh fiktif;
5. Menciptakan dialog antartokoh sesuai dengan tema yang dipilih;
6. Memperhatikan unsur-unsur drama lain untuk menyempurnakan drama yang ditulis, seperti latar tempat, latar waktu, alur, dan lain-lain.

Menulis Drama Berdasarkan Pengalaman Manusia

Berikut adalah contoh drama singkat yang ditulis berdasarkan pengalaman manusia. Dalam drama tersebut, terdapat pengalaman yang sering dialami oleh beberapa orang di sekeliling kita.

Menunggu Wawancara

Badrun : (Menggaruk-garuk kepala) Duh, kenapa susah banget ya cari pekerjaan sekarang.
Toni    : Memang sudah cari pekerjaan kemana aja?
Badrun : Sudah lima perusahaan yang aku kirimi lamar, tapi gak ada satu pun yang memanggil untuk wawancara. Aku curiga pasti mereka hanya mengutamakan orang-orang dekat yang mereka kenal saja.
Toni    : Dari mana kamu tahu?
Badrun : Kamu tau kan si Bari? Dia dipanggil wawancara di perusahaan kertas yang aku lamar. Pasti gara-gara bapaknya kerja di situ.
Toni    : Kamu tahu dari mana bapaknya Bari kerja di situ?
Badrun : Yah, aku pernah lihat bapaknya keluar masuk perusahaan itu.
Toni    : Setahu aku, bapaknya kerja di restoran cepat saji sebagai pengantar makanan.
Badrun : Ah, sudahlah, pusing aku! (melempar berkas ke atas meja)
Toni    : (membuka berkas yang dilempar) Apa ini? Surat lamaranmu ya?
Badrun : Iya, aku gak akan melamar-lamar ke mana pun lagi.
Toni    : (menunjukkan surat kepada Badrun) Kamu lihat deh, surat lamaran ini. Cara menulisnya saja tidak rapi, banyak salah ketik di mana-mana. Pasti gara-gara ini, tidak ada perusahaan yang memanggil kamu wawancara. Urusan seperti ini seringkali dianggap kecil atau sepele, tapi ini bentuk kedisiplinan yang jika tidak diacuhkan justru menimbulkan masalah.
Badrun : Ah, sudahlah! Jangan ceramahi aku.

Poin Penting

  1. Drama adalah salah satu genre karya sastra yang berisi lakon hidup manusia yang ditulis dalam bentuk dialog dan dapat dipentaskan.
  2. Cerita dalam drama merepresentasikan kehidupan manusia pada umumnya yang mengalami banyak konlik, peristiwa, dan beragam perasaan. Dengan demikian, drama dapat ditulis berdasarkan pengalaman manusia.
Menulis Drama Berdasarkan Pengalamannya Sehari-hari | lookadmin | 4.5