Close Klik 2x

Menulis Cerita Berdasarkan Kerangka Cerita Pengalaman

Advertisement

Menulis Cerita Berdasarkan Kerangka Cerita Pengalaman – Siswa mampu menulis cerita berdasarkan kerangka cerita pengalaman

KERANGKA CERITA
Kerangka cerita adalah garis besar cerita yang akan ditulis. Setelah kita memilih cerita pengalaman yang akan ditulis, kerangka cerita pun dibuat. Berikut ini adalah manfaat kerangka cerita.

  • Sebagai Panduan Penulisan
    Seorang penulis tidak khawatir ceritanya akan melenceng karena ada kerangka cerita yang memandunya.
  • Memudahkan Penulisan
    Penulis akan sangat dimudahkan dalam menulis sebuah karangan karena gagasan-gagasan utamanya telah tersusun rapi dalam kerangka. Penulis tinggal mengembangkan gagasan-gagasan utama tersebut dengan menambahkan kalimat-kalimat pendukung.
  • Mencegah Pengulangan Gagasan
    Salah satu kesalahan yang biasa terjadi ketika menulis karangan adalah munculnya pengulangan gagasan dalam beberapa bagian atau paragraf. Dengan adanya kerangka karangan, pengulangan gagasan bisa dihindari.
  • Memudahkan Pemahaman Isi Tulisan
    Kerangka karangan dapat membuat tulisan kita tersusun rapi dan sistematis sehingga pembaca akan mudah memahami isinya.

MEMBUAT KERANGKA CERITA PENGALAMAN
Pilihlah satu pengalaman menarik yang pernah dialami. Sebagai contoh, misalnya pengalaman membeli ikan hias. Kerangka cerita pengalaman tersebut adalah sebagai berikut.

I. Bagian Pembukaan

Bagian pembukaan berisi kalimat pendahuluan atau alasan yang menyebabkan terjadinya kejadian istimewa yang akan diceritakan.

II. Bagian Isi

Bagian isi adalah inti cerita. Bagian ini berupa kejadian istimewa yang mengesankan sehingga lebih mudah diingat dan ditulis. Tulis kejadian itu dalam beberapa kalimat singkat.
Contoh:

  • Pergi ke penjual ikan hias.
  • Memilih dan membeli ikan hias.
  • Ikan hias dibawa pulang.

III. Bagian Penutup

Bagian penutup berisi pesan, kesan, atau ringkasan cerita.

MENULIS BERDASARKAN KERANGKA CERITA

Mari kita menulis cerita berdasarkan kerangka cerita di atas!

I. Bagian Pembukaan

Di bagian ini kita menulis kalimat-kalimat pendukung bagian pembukaan, seperti:

  1. Aku suka ikan hias.
  2. Sudah lama aku ingin membeli ikan hias dan memeliharanya di rumah.
  3. Kebetulan, di rumah ada wadah kaca yang tidak digunakan.

II. Bagian Isi

Kita akan mengembangkan bagian isi dengan menambahkan kalimat-kalimat pendukung
Contoh:
a. Pergi ke penjual ikan hias.
Kalimat pendukungnya:

  1. Dua hari yang lalu, aku pergi ke penjual ikan hias.
  2. Di tempat penjual ikan hias, ditawarkan berbagai jenis ikan hias.
  3. Ikan hias beragam warna dan ukuran ditampung di dalam akuarium-akuarium dan ditata secara menarik.

b. Memilih dan membeli ikan hias.
Kalimat pendukungnya:

  1. Aku bingung menentukan pilihan karena semuanya cantik-cantik. Rasanya aku ingin membeli semuanya.
  2. Akhirnya aku membeli seekor ikan komet. Warnanya tubuhnya putih diselingi warna merah. Gerakannya anggun.
  3. Tidak lupa aku membeli sebungkus makanan ikan.

c. Ikan hias dibawa pulang.

  1. Di perjalanan pulang, tak henti-hentinya aku mengawasi ikan hiasku. Aku khawatir ia mati sebelum sampai di rumah. Tak sabar aku ingin segera sampai di rumah.
  2. Sesampai di rumah, aku segera mengisi wadah dengan air. Dengan hati-hati, kumasukkan ikan hias ke dalamnya.
  3. Ikan hiasku segera berenang di sekeliling wadah. Ia sedang melihat-lihat tempat tinggalnya yang baru, kataku dalam hati.
  4. Wadah ikan itu aku taruh di kamarku sehingga aku bisa memandanginya setiap waktu.
  5. Ayah berjanji akan membelikan alat listrik yang bisa menghasilkan gelembung di dalam wadah. Kata ayah gelembung itu akan menjaga upaya ikan tidak mati dan tampilan wadah jadi lebih indah.

III. Bagian Penutup
Kalimat-kalimat pendukung untuk bagian penutup adalah sebagai berikut.

  1. Akhirnya, keinginanku untuk memelihara ikan hias tercapai.
  2. Aku senang memandangi ikan hiasku.
  3. Gerakannya anggun dan gemulai.
  4. Bila aku mendekatkan wajah ke wadah, ia kadang-kadang menghampiriku seolah mengucap salam.
  5. Senang rasanya punya ikan hias.

Sekarang kita gabungkan seluruh kalimat menjadi satu cerita yang utuh.

Mudah, bukan? sekarang, tulislah pengalamanmu sendiri dengan menggunakan kerangka cerita.

Poin Penting

  1. Kerangka cerita memudahkan penulisan cerita.
  2. Semakin sering kita berlatih, menulis akan semakin mudah.
Menulis Cerita Berdasarkan Kerangka Cerita Pengalaman | lookadmin | 4.5