Close Klik 2x

Mengidentifikasi Frase Nominal dalam Paragraf Induktif dan Deduktif

Advertisement

Mengidentifikasi Frase Nominal dalam Paragraf Induktif dan Deduktif – Siswa paham akan frase nominal.

Frasa adalah satu bagian terpenting saat kita mempelajari bahasa. Frasa sering disalahartikan sebagai klausa karena keduanya termasuk gabungan kata, padahal kedua istilah ini sangatlah berbeda.

Definisi Frasa

Frasa adalah gabungan kata yang hanya membentuk satu fungsi dalam kalimat. Maksud fungsi kalimat adalah kedudukannya sebagai subjek, predikat, objek, pelengkap, atau keterangan. Jadi, satu frasa mengisi satu fungsi, dua frasa mengisi dua fungsi, dan seterusnya. Inilah yang membedakannya dengan klausa karena klausa harus memiliki dua fungsi di dalamnya, yaitu adanya subjek dan predikat.

Perhatikan contoh kalimat berikut!

Dalam kalimat di atas, terdapat satu klausa (gempa Nepal mengagetkan) dan dua frasa, yaitu (1) gempa Nepal dan (2) banyak pihak.

Pola Pembentukan Frasa

Frasa terbentuk atas dua unsur, yaitu diterangkan (D) dan menerangkan (M). unsur D adalah inti dari frasa, sedangkan unsur M adalah unsur pewatas/atributif yang melengkapi inti. Frasa (1) pada contoh sebelumnya terbentuk atas unsur DM sebab yang menjadi inti frasa tersebut adalah kata gempa dan kata Nepal adalah atribut yang menerangkan unsur intinya. Frasa (2) contoh di atas terbentuk atas unsur MD karena intinya adalah kata pihak.

Perhatikan lagi contoh kalimat di bawah ini!

Pengertian Frasa Nomina

Frasa dapat dibedakan berdasarkan jenis kata pada inti. Jika inti frasa tersebut berjenis kata kerja/verba, frasa tersebut berjenis frasa verbal. Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa frasa nomina adalah frasa yang berintikan kata benda/nomina. Pada contoh-contoh di atas dapat kita temukan penggunaan frasa nomina, yaitu gempa Nepal, banyak pihak, pengguna sepeda gunung dan rem cakram hidrolik.

Cara menentukan apakah suatu kata merupakan kata benda cukup mudah. Setiap kata benda dapat ditambahkan negasi bukan sebelum kata terrsebut. Dengan melihat contoh di atas, dapat kita temukan bentukan kata bukan gempa, bukan pihak, dan bukan rem.

Dengan ini, kita akan mampu mengidentifikasi frasa nomina dalam paragraf deduktif dan induktif.

Contoh

Identifikasilah frasa nomina pada paragraf di bawah ini!

(1) Tahukah Anda apa itu “Jas Merah”? (2) Ungkapan ini (jangan sekali-kali melupakan sejarah) mengemuka pada pidato terakhir Soekarno saat HUT RI tahun ’66. (3) Bagi Soekarno, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah. (4) Ia ingin agar kita sebagai generasi bangsa Indonesia tidak melupakan perjuangan para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia dari tangan penjajah.

Berikut adalah frasa nomina yang ditemukan dalam setiap kalimat.
Kalimat 1 : jas merah (DM)
Kalimat 2 : ungkapan ini (DM)
Kalimat 3 : tidak ada frasa nomina
Kalimat 4 : perjuangan para pahlawan (DMM), tangan penjajah (DM)

Poin Penting

  1. Frasa adalah kelompok kata yang menduduki satu fungsi dalam kalimat.
  2. Unsur frasa terbagi atas diterangkan (D) dan menerangkan (M).
  3. Frasa dapat dibedakan berdasarkan jenis kata pada inti frasa.
  4. Frasa nomina adalah frasa berinti kata benda.
Mengidentifikasi Frase Nominal dalam Paragraf Induktif dan Deduktif | lookadmin | 4.5