Close Klik 2x

Menghitung Reaktan Pembatas

Advertisement

Menghitung Reaktan Pembatas – Pastikan Anda telah mempelajari topik “Massa ke Mol ke Nomor ke Volume pada STP / LTP”, “Menghitung Mole /Massa” dan “Menghitung Mol, Massa dan Volume Gas”, “Menghitung Mol, Massa, Volume Gas dan Konsentrasi” sebelum mempelajari topik ini.

 

Topik ini akan mempelajari bagaimana menghitung massa /mol /volume gas/konsentrasi larutan dengan menggunakan persamaan yang seimbang dengan dua reagen atau reaktan, di mana kelebihan reaktan dan reaktan pembatas harus ditentukan sebelum perhitungan stoichiomentic dilakukan.

Dalam topik yang disebutkan di atas salah satu reaktan selalu dinyatakan kelebihan, sehingga reaktan lainnya adalah “Reaktan Pembatas” dan menentukan jumlah stoichiomentic dari semua produk yang dihasilkan dll.

Di sini kita akan menyelidiki bagaimana menentukan pereaksi pembatas untuk memulai perhitungan stoichiomentic. Yang paling penting untuk diingat adalah jumlah produk yang dihasilkan dan reaktan yang dipakai bergantung pada jumlah reaktan yang hadir pertama kali saat digunakan. Salah satu yang habis terpakai adalah reaktan pembatas.

Beberapa contoh perhitungan:

Contoh 1: Yang merupakan pereaksi pembatas ketika 25.0g kalsium direaksikan dengan  750mL 1.0M HCl?

(RAM H = 1.0, Cl = 35.5, Ca = 40.1)

 

CaCO3(s)  +  2 HCl(aq)  >  CaCl2(aq)  +  CO2(g)  +  H2O(l)

Rasio Mol         1          :      2         :      1        :     1      :    1

Langkah 1: Berapa banyak Mol dari  CaCO3 yang ada?

Mol CaCO3 = Massa/RAM CaCO3 = 25.0/(40.1 + 12.0 + 3 x 16.0) = 25.0/100.1 = 0.25mol

Langkah 2: Berapa banyak Mol HCl(aq) di dalam 750mL larutan 1.0M HCl(aq)?

Mol HCl = Molaritas x Volume (liters) = 1.0 x 750/1000 = 0.75 mol.

Langkah 3: Berapa banyak mol HCl yang dibutuhkan untuk mereaksikan semua 0.25 mol Ca?

Mol HCl yang dibutuhkan = Mol Ca x HCl/Ca = 0.25 x 2/1 = 0.50 mol.

Pertanyaan: Apakah ada HCl lebih atau kurang dari 0.50 mol Ca yang dibutuhkan?

Jawaban: terdapat 0,75 mol HCl yang mana lebih dari cukup HCl untuk mereaksikan semua Ca, maka Ca adalah reaktan pembatas. HCl memiliki kelebihan dan tidak memberikan peran lebih lanjut di dalam perhitungan.

Contoh: Manakah yang menjadi reaktan pembatas ketika 250.0g kalsium direaksikan dengan 50mL 2.0M HCl?

(RAM H = 1.0, C = 12.0, Cl = 35.5, Ca = 40.1)

CaCO3(s)  +  2 HCl(aq)  >  CaCl2(aq)  +  CO2(g)  +  H2O(l)

Rasio Mol         1         :      2         :      1        :     1       :   1

Langkah 1: berapa banyak mol CaCO3 yang ada?

Moles CaCO3 = Massa/RAM CaCO3 = 250.0/(40.1 + 12.0 + 3 x 16.0) = 250.0/100.1 = 2.50 mol.

Langkah 2: Berapa banyak mol HCl(aq) di dalam larutan 50mL 2.0M HCl(aq)?

Mol HCl = Molaritas x Volume (liter) = 2.0 x 50/1000 = 0.10 mol.

Langkah 3: Berapa banyak mol HCl dibutuhkan untuk mereaksikan semua 2.50 mol Ca?

Mol HCl yang dibutuhkan = Mol Ca x HCl/Ca = 2.50 x 2/1 = 5.00 mol.

Pertanyaan:Apakah ada HCl lebih atau kurang dari 5.00 mol yang dibutuhkan?

Jawaban: Terdapat 0.10 mol HCl dan tidak cukup HCl untuk mereaksikan semua Ca, makaHCl adalah Reaktan Pembatas. Ca memiliki kelebihan dan tidak memberikan peran lebih lanjut di dalam perhitungan.

Untuk menentukan mana yang merupakan “Reaktan Pembatas”, Anda harus menjawab pertanyaan: Apakah ada yang lebih atau kurang dari yang dibutuhkan dari reaktan keduauntuk mereaksikan seluruh reaktan pertama?


Jika ya, maka reaktan pertama adalah “Reaktan Pembatas”.

Jika tidak, maka reaktan kedua adalah “Reaktan Pembatas”.

Hanya “Reaktan Pembatas” yang digunakan dalam Perhitungan stoikiometri .

Menghitung Reaktan Pembatas | lookadmin | 4.5